Di Paksa Childfree

Di Paksa Childfree
Prince Memperkenalkan Rini Pada Orangtuanya


__ADS_3

Sebenarnya masih terlalu dini bagi Rini untuk mengenal orangtua dari Prince. Seorang konglomerat pemilik kampus tempat Rini menuntut ilmu. Namun Prince tetap memaksa Rini untuk berkenalan dengan kedua orangtuanya yang di kenal sebagai seorang pebisnis sukses.


Sebelum mendatangi rumahnya, Prince mengajak Rini untuk belanja pakaian terlebih dahulu. Beberapa baju di beli Prince untuk di kenakan oleh Rini pada kedua orangtuanya. Prince berharap dengan pakaian yang super mewah yang di kenakan oleh Rini. Kedua orangtuanya akan terpesona pada Rini. Sama halnya seperti yang Prince alami.


Selesai dengan pakaian, kini Prince mengajak Rini untuk singgah di sebuah salon kecantikan. Disana Prince meminta Rini di permak secantik mungkin oleh para pegawai salon tersebut. Sebab Rini akan menemui kedua orangtuanya yang merupakan konglomerat kaya raya.


Para pegawai salon itu pun siap memenuhi ekspektasi dari Prince. Mereka siap membuat Rini tampil secantik mungkin, sesuai dengan harapan dari Prince. Apalagi Rini memiliki wajah yang cantik dari sananya.. Hingga sangat mudah bagi mereka untuk membuat Rini tampil lebih cantik lagi. Tampil cantik sesuai dengan ekspektasi tinggi dari Prince.


Prince yang menunggu Rini di luar salon, sempat di goda oleh pegawai salon yang lainnya. Dia mencoba merayu Prince yang sedang bermain game di handphone miliknya.

__ADS_1


"Hallo mas." Ucap pegawai salon tersebut dengan suara kemayunya.


Prince yang terkejut dengan kedatangan dari laki-laki berjiwa perempuan tersebut. Langsung merasa tidak nyaman. Prince memilih untuk pergi meninggalkan pegawai salon tersebut. Dia begitu ketakutan dengan pegawai salon tersebut.


Sementara pegawai salon tersebut, nampak begitu kesal pada Prince. Upaya dari dirinya untuk berkenalan dengan Prince. Di tolak Prince dengan mentah-mentah. Hingga dia begitu kesal pada Prince yang dia anggap sangat arogan.


Kekesalan dari pegawai salon itu nampak masih ada, saat dia masuk kedalam salon. Wajah cemberut dari dirinya tak bisa hilang begitu saja. Hingga me jadi bahan gunjingan dari rekan-rekannya yang tak jauh beda dengan pegawai salon tersebut.


"Di depan akikah ketemu sama brondi, gentong bingit. Cus akikah ajak kenalan brondi gentong itu. Eh akikah malah di tinggal gitu saja. Emang brondi zaman sekarang sombong." Ujar pegawai tersebut.

__ADS_1


"Jelong dese tidak mau kenalan sama situ. Nih, cewongnya aja kayak gini. Masa dese mau sama situ." Timpal salah seorang pegawai salon yang sedang merias Rini.


"Jadi brondi yang di depan itu, pacar situ?" Tanya pegawai genit tersebut.


"Bukan, dia bukan pacar saya. Tapi teman saya." Jawab Rini sedikit tersenyum.


Pegawai itu pun langsung memukul rekannya yang sedang merias Rini. Dia kesal, sebab temannya tersebut memberikan informasi yang salah. Informasi yang jelas-jelas sebuah berita bohong, atau hoax.


Hampir setengah jam di rias oleh pegawai salon itu. Akhirnya Rini pun telah berubah secara penampilan. Rini semakin terlihat begitu cantik. Apalagi ketika Rini mengenakan gaun yang di beli oleh Prince. Rini nampak begitu anggun. Hingga mempesona semua orang yang melihat penampilan dari Rini itu sendiri.

__ADS_1


Prince yang melihat Rini secara langsung, semakin terlihat tertarik pada kecantikan seorang Rini. Dia terlihat begitu semakin cantik dengan penampilan barunya tersebut. Tak heran Prince langsung memuji Rini dengan penampilan barunya tersebut.


__ADS_2