Di Paksa Childfree

Di Paksa Childfree
Darmi Menemukan Bubuk KB Parni


__ADS_3

Darmi nampak tidak nyaman dengan kamarnya yang dia tinggali. Darmi merasa kamarnya tersebut begitu kotor dan berantakan. Sehingga Darmi harus membereskan kamarnya tersebut.


Membawa sebuah sapu, pertama Darmi ingin membersihkan lantai di kamarnya yang kotor. Sebenarnya kamar itu kotor, berkat ulah seorang Parni yang memang di kenal jorok. Dia tidak pernah mau membereskan bekas makanan yang telah di konsumsi olehnya. Sehingga setiap sisa l makanan yang di konsumsi oleh Parni, selalu dia tinggalkan di kamarnya tersebut. Tak heran kamarnya menjadi tempat bersarangnya banyak serangga kecil seperti kecoa hingga tikus.


Parni membuka salah satu tempat pakaian kotor di kamarnya. Dia menemukan banyak kecoa yang tinggal di bawah tempat pakaian tersebut. Hingga Darmi hanya bisa mengelus dada melihat ulah dari seorang Parni yang begitu kotor. Darmi sebenarnya ingin menegur Parni. Tapi Parni yang di kenal sebagai tukang marah. Mungkin tidak akan menerima dengan baik ucapan dari Darmi. Hingga Darmi memilih untuk diam dengan sikap Parni tersebut.


Satu persatu barang-barang Parni yang tidak tersusun dengan rapi. Coba di susun kembali oleh Darmi. Tentu tujuannya adalah untuk membuat barang-barang Parni tersebut rapi kembali. Sehingga tidak menjadi sarang serangga dan hewan kecil lainnya.

__ADS_1


Saat Darmi memindahkan laci kecil milik Parni. Darmi menemukan sebuah bungkusan kecil. Darmi awalnya mengira itu adalah bubuk sabu yang Parni simpan. Sehingga Darmi begitu ketakutan saat memegang bungkus kecil berisi serbuk tersebut.


"Apa Parni mengkonsumsi narkoba yah. Apa benar Parni seorang pemakai narkoba. Aku rasa itu tidak mungkin, dia bukan seorang pemakai narkoba. Aku harus pastikan dia bukan seorang pemakai narkoba. Tapi bungkus apa ini?" ucap Darmi sedikit ketakutan di dalam hatinya.


Darmi langsung terkejut saat Parni datang ke kamar. Kemudian langsung merebut bungkusan kecil miliknya tersebut. Parni meminta Darmi untuk tidak menyentuh barang-barangnya. Sebab yang di lakukan oleh Darmi adalah tindakan yang tidak sesuai. Itu adalah tindakan yang tidak sopan, mengambil barang Parni tanpa sepengetahuan Parni sendiri.


"Benda apa memang itu?" tanya Parni penasaran.

__ADS_1


"Tapi itu bukan narkoba?" tanya Darmi kembali.


"Bukan urusan kamu. Paham!" ujar Parni dengan tegasnya.


Parni yang tidak ingin Darmi semakin penasaran dengan bubuk KB yang di milikinya. Meminta Darmi untuk tidak mencari tahu bubuk yang di pegang oleh Darmi tersebut. Apalagi Darmi bukan orang penting yang harus tahu bubuk yang di miliki oleh Parni tersebut. Parni meminta Darmi untuk tutup mulut atas apa yang telah di miliki oleh Parni saat ini.


Darmi yang masih penasaran dengan bubuk itu, masih terus bertanya akan bubuk yang di miliki oleh Parni tersebut. Hingga Darmi terus mendesak Parni untuk mengatakan jenis bubuk yang di miliki oleh Parni tersebut. Mengingat bubuk itu terlihat seperti narkoba jenis sabu. Itu yang menimbulkan pertanyaan dalam benak seorang Darmi.

__ADS_1


Lagi-lagi Parni meminta Darmi untuk tidak menebak apapun bubuk tersebut. Sehingga Darmi di minta untuk menyudahi rasa penasaran tidak penting dari dirinya tersebut pada Parni. Sebab bubuk itu hanya obat biasa untuk Parni. Bukan obat apapun, apalagi narkoba yang sempat di kira oleh Darmi.


Walaupun masih penasaran, Darmi akhirnya perlahan mulai melupakan jenis bubuk tersebut. Sebab pikiran Darmi kembali terfokus pada kamar Parni yang berantakan. Sehingga Darmi harus segera merapikan kembali kamar Parni yang kotor dan berantakan tersebut.


__ADS_2