Di Paksa Childfree

Di Paksa Childfree
Kekesalan Devi Pada Ratna


__ADS_3

Darmi telah siuman, tapi Ratna tak kunjung menampakkan batang hidungnya untuk menjenguk Darmi. Padahal Darmi adalah asisten rumah tangga yang mengabdi di rumah mereka. Tapi Ratna seolah tak berempati dengan musibah yang tengah dihadapi oleh seorang Darmi.


Alvin mengubungi Ratna melalui sambungan telepon. Dia ingin meminta Ratna untuk sekedar menjenguk Darmi yang telah siuman. Ratna yang masih kesal dengan Alvin. Menolak panggilan telepon dari Alvin. Ratna yang sedang berada di kantor polisi bersama Devi. Lebih memilih untuk menunggu hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh pihak polisi pada Boim. Menurutnya itu jauh lebih penting dari sekedar menerima panggilan telepon dari Alvin.


Alvin yang masih penasaran, kembali menghubungi Ratna. Tapi lagi-lagi panggilan telepon dari Alvin ditolak begitu saja oleh Ratna. Tetap dengan alibi yang sama, Ratna lebih memilih untuk menunggu hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh pihak kepolisian.


Ratna yang terus menolak panggilan telepon dari Alvin. Secara tak langsung membuat Devi penasaran dengan alasan Ratna yang terus menolak panggilan telepon tersebut.


"Siapa yang menelpon mama?" Tanya Devi begitu penasaran.

__ADS_1


"Biasa ayah kamu. Mama malas buat angkat telepon dari dia. Apalagi dia nyuruh mama ke rumah sakit. Mama malas banget." Jawab Ratna dengan wajah kesalnya.


"Ke rumah sakit! Amasya sakit?" Tanya Devi semakin penasaran.


"Bukan Amasya, tapi si Darmi. Tadi dia jatuh dari tangga. Tadikan niat mama ingin buat ayah kamu jatuh. Eh malah si Darmi yang jatuh. Mana berat lagi pas mama angkat badannya. Orang badannya saja kayak gajah." Jelas Ratna.


"Hah! Jadi mama sudah melakukan rencana kita?" Devi terkejut.


"Kok mama melakukan itu sendiri sih. Kenapa mama tidak berdiskusi dulu dengan aku. Padahal aku menunggu momen itu." Ucap Devi sedikit kesal.

__ADS_1


"Mama tadi kesal banget sama ayah kamu. Makanya mama langsung melakukan eksekusi itu." Timpa Ratna dengan jelasnya.


"Tapi tidak berhasilkan mah? Makanya mama jangan terburu-buru seperti itu. Harus ada persiapan matang lagi. Jadi jangan terburu-buru seperti itu." Pinta Devi dengan tegasnya.


"Mama sudah gak sabar untuk melakukan itu. Sebab mama sudah kesal banget sama dia. Makanya mama lakukan itu sendiri." Jelas Ratna.


Devi tetap tidak menerima alibi yang dijelaskan oleh Ratna. Devi merasa Ratna tidak mau sekedar bersabar untuk melakukan eksekusi sesuai rencana yang telah disepakati. Ratna terkesan mengkhianati Devi, dengan melakukan aksinya sendiri. Jadi jika ada sesuatu yang akan terjadi pada Ratna. Devi tidak akan ikut campur. Dia siap lepas tangan pada semua masalah yang mungkin akan terjadi selanjutnya pada Ratna.


Alvin yang pasrah dengan sikap dingin Ratna padanya. Mencoba lepas tangan pada Ratna, sambil menunggu momen yang tepat untuk mengucap talak pada Ratna. Alvin sudah tidak bisa bersabar dengan semua ulah Ratna. Ulah yang membuat Alvin harus mengelus dada. Mengingat apa yang dilakukan Ratna, terkadang sudah berada di jalur yang tidak bisa ditolerir lagi. Jalur yang membuat Alvin harus berpasrah diri.

__ADS_1


Dengan keputusan dari dalam diri yang telah bulat. Begitu juga dengan dukungan yang diberikan oleh Amasya. Alvin siap bercerai dari Ratna. Keputusan yang mungkin tinggal diucapkan saja oleh Alvin. Sebab dia telah memikirkan semua itu secara matang. Sehingga hanya perlu mengucapkan itu saja.


__ADS_2