Di Paksa Childfree

Di Paksa Childfree
Devi Mendapat Kabar Buruk


__ADS_3

Devi yang tertidur dengan begitu lelapnya, tiba-tiba dibangunkan oleh Ratna. Dengan suara yang begitu panik, Ratna terus menggedor pintu kamar Devi. Sial bagi Devi, ia yang baru memejamkan matanya beberapa saat yang lalu. Harus kembali membuka matanya dengan teriakan yang dilakukan Ratna didepan pintu kamarnya.


Dengan mulut yang terus mengoceh. Devi bergegas dari atas kasurnya. Dia sedikit kesal dibangunkan oleh ibunya dalam keadaan yang masih mengantuk hebat.


"Ada apa sih ma, malam-malam gini teriak aja." Oceh Devi membuka pintu kamarnya.


"Mama ada kabar buruk buat kamu sayang." Jawab Ratna dengan begitu paniknya.


"Kabar buruk apa sih mah?" Tanya Devi sambil membersihkan wajahnya.


"Klinik kamu ada yang bakar sayang!" Jawab Ratna dengan wajah begitu tegang.

__ADS_1


"Apa! Ada yang bakar mah. Kok bisa sih, siapa yang bakar?" Devi menjadi panik.


"Mama tidak tahu, tapi barusan mama dapat telepon dari pihak kepolisian. Mereka bilang klinik kamu terbakar hebat." Jelas Ratna semakin panik.


Devi menangis usai mendapat kabar buruk tersebut. Dia tak menyangka klinik yang baru ia buka sudah mendapatkan cobaan yang teramat berat. Ratna berusaha menenangkan Devi, dia memberikan sedikit dukungan moril agar Devi bisa lebih semangat lagi. Serta tegar dalam menerima kenyataan pahit yang harus diterima olehnya.


Begitu Devi sudah tenang, Ratna mulai mengajak Devi untuk mendatangi lokasi kebakaran. Dimana Ratna ingin mengetahui apa saja yang terbakar serta langkah apa yang harus mereka lakukan dalam menyikapi kebakaran yang terjadi.


Devi yang masih bersedih, tak mampu membawa mobilnya sendiri. Akhirnya Ratna yang mengendarai mobil milik Devi. Sementara Devi berada di kursi didekat Ratna.


Tiba di lokasi, Devi semakin dibuat bersedih lagi. Bagaimana tidak, klinik yang baru saja dibuka olehnya hangus terbakar dilalap si jago merah. Hanya tersisa puing-puing bangunan saja. Kerusakan akibat kebakaran tersebut, mungkin mencapai lebih dari tujuh puluh persen.

__ADS_1


Devi kembali menangis histeris, dia tak terpikir akan ada orang sejahat itu yang melakukan aksi keji padanya. Pikiran Devi mulai berandai-andai. Menuduh beberapa pihak yang kemungkinan berada didalam peristiwa kebakaran tersebut.


Devi mendatangi seorang polisi yang berada di lokasi. Dia ingin mempertanyakan apakah ia menemukan tanda-tanda yang bisa dijadikan asumsi awal dari penyebab kebakaran. Namun ini waktu yang dini, sehingga ia sendiri belum menemukan bukti yang pas untuk menyimpulkan penyebab kebakaran yang terjadi.


Devi melihat seorang pria yang tergeletak tak jauh dari klinik miliknya. Pria yang dipukul oleh Boim tadi, masih belum sadarkan diri. Devi langsung menghampiri pria itu.


Begitu Devi melihat wajah dari pria itu. Devi seketika mengenal si pria itu. Dia adalah orang suruhan dari Devi untuk memasang spanduk promosi dari klinik miliknya. Apa mungkin dia yang membakar kliniknya. Ah tapi sepertinya orang itu tidak ada tampang penjahat.


"Siapa ini Dev?" Tanya Ratna pada Devi.


"Ini adalah orang yang aku suruh untuk memasang spanduk promosi aku mah." Jawab Devi.

__ADS_1


"Kenapa dia bisa pingsan seperti ini?" Tanya Ratna kembali.


Devi tidak menjawab pertanyaan dari Ratna kembali. Dia hanya menggelengkan kepalanya dengan wajah yang penuh kecurigaan akan klinik miliknya yang dibakar oleh seseorang. Mengingat banyak kejanggalan yang dirinya temukan. Tak heran bila Devi menganggap yang terjadi itu serta merta dilakukan oleh seseorang yang memang membenci Devi.


__ADS_2