Di Paksa Childfree

Di Paksa Childfree
Upaya Sabotase Seorang Devi Pada Widi


__ADS_3

Devi mendatangi lokasi tempat Widi bekerja. Devi datang ke tempat itu tentu untuk melakukan perawatan. Namun sebenarnya Devi tidak merasakan sakit apapun pada tubuhnya. Dia datang hanya untuk membuat nama seorang Widi buruk di tempatnya bekerja. Devi melakukan hal tersebut sebagai bagian sabotase terhadap seorang Widi.


Momen yang tepat bagi seorang Devi untuk membuat buruk citra seorang Widi di klinik tempatnya bekerja. Devi kebetulan di layani oleh seorang Widi. Walaupun sebenarnya Widi menolak untuk memberikan pelayanan bagi seorang Devi. Namun, jika Widi menolak. Tentu akan semakin bahaya lagi karier seorang Widi di hari-hari mendatang.


Widi sedari awal sudah merasakan hal yang aneh pada Devi. Dia sudah merasa jika Devi ingin melakukan hal yang jahat pada Widi. Mungkin saja Devi ingin berbuat sesuatu pada Widi. Namun Widi berusaha sekuat tenaga untuk membuang pikiran buruknya tersebut. Mengingat Devi adalah tamu di klinik tempat Widi bekerja. Sehingga Widi harus memberikan perawatan yang optimal bagi seorang Devi.

__ADS_1


Dengan keramahan yang di berikan oleh Widi, seharusnya Devi sudah merasa puas. Tapi apa yang telah Widi berikan dalam pelayanan dirinya sebagai seorang perawat. Justru mendapat penilaian buruk dari seorang Devi. Widi di anggap tidak kompeten dalam menghadapi pasien seperti Devi. Hingga Widi dan Devi pun adu mulut.


Cekcok yang terjadi antara Devi dengan Widi terdengar juga ke beberapa ruangan. Mereka yang mendengar suara Widi dan Devi yang sama-sama tinggi. Langsung menghampiri keduanya yang tengah beradu mulut.


Devi yang tak terima dengan semua ucapan dari seorang Widi. Langsung melaporkan ucapan dari Widi itu pada manajer klinik tersebut. Devi meminta Widi mendapatkan hukuman, atas apa yang telah dia ucapkan pada seorang Devi. Dia layak mendapatkannya.

__ADS_1


Widi langsung di tenangkan oleh beberapa temannya. Mereka meminta Widi untuk bisa lebih sabar lagi. Dengan begitu Widi tidak akan emosi lagi. Dengan wejangan yang di berikan oleh teman-temannya, Widi pun perlahan mulai bisa lebih tenang. Dia tidak terlihat emosi lagi.


Devi yang masih cukup emosi, mulai mendatangi ruangan manajer klinik tersebut. Devi tentu ingin melaporkan apa yang telah Widi katakan pada dirinya. Devi siap membuat Widi di keluarkan dari tempatnya bekerja. Hingga Devi merasa menang dari Widi, dia telah berhasil membuat Widi terjatuh di titik paling rendah.


Kedatangan Devi di sambut baik oleh manajer klinik tempat Widi bekerja. Apalagi manajer itu adalah Asri, yang merupakan teman kuliah Devi terdahulu. Tentu setiap laporan dari Widi di terima oleh Asri dengan begitu terbuka. Asri pun melihat semuanya secara tidak berimbang. Dia hanya melihat sudut kebenaran dari seorang Devi semata. Tidak menerima pembelaan dari seorang Widi. Padahal Widi adalah orang yang bekerja dengan dirinya. Hanya sebab Devi seorang pelanggan, Devi hak Devi jauh lebih besar di banding seorang Widi.

__ADS_1


Asri pun siap memberikan peringatan pada seorang Devi. Dia siap memberikan hukuman yang pas untuk Devi atas tindakan yang di lakukan pada Devi.


__ADS_2