Di Paksa Childfree

Di Paksa Childfree
Nasehat Ibu Mertua


__ADS_3

Tidak seperti biasanya, kedatangan dari ibu mertua Amasya yang mendadak ini. Tidak di barengi dengan senyuman yang biasanya di tunjukkan pada Amasya. Dia tidak begitu bahagia saat mendatangi rumah Amasya.


Senyum yang Amasya tunjukkan pada ibu mertuanya itu, tidak di balas dengan baik. Senyum itu hanya di balas dengan sebuah raut wajah cemberut saja oleh ibu mertuanya.


Begitu juga saat Amasya ingin menyalami ibu mertuanya, dia tidak menyambut tangan Amasya sama sekali. Dia masuk begitu saja kedalam rumah Amasya. Hingga Amasya semakin bingung dengan sikap dari ibu mertuanya tersebut.


Tak peduli dengan sikap dingin dari ibu mertuanya tersebut. Amasya berusaha mencairkan suasana dengan sedikit basa-basi. Tentu makanan menjadi topik yang mungkin Amasya bisa angkat. Menawarkan makanan pada ibu mertuanya, tentu saja bukan kesalahan yang fatal. Mengingat semua orang tentu menyukai makanan. Termasuk ibu mertuanya Amasya sendiri.

__ADS_1


"Mama mau makan apa, biar Amasya ambilkan?" Tawar Amasya.


"Tidak, Mama cuman ingin cucu. Bukan makan!" Jawaban ibu mertua Amasya dengan wajah sinis.


Langkah Amasya untuk mengikuti ibu mertuanya terasa berat. Dia yang baru kehilangan anak didalam kandungan justru mendapat sebuah jawaban yang menohok. Jawaban itu cukup menyakitkan bagi Amasya dari ibu mertuanya sendiri.


Ibu mertuanya yang mulai terlihat tidak menyukai Amasya. Kembali memarahi Amasya yang di anggap olehnya jorok. Dia melihat banyak kotoran yang ada di pintu kamar Amasya yang sudah berkarat. Amasya seharusnya bisa lebih bersih lagi, agar rumahnya terlihat baik dan bersih.

__ADS_1


Kembali mendapatkan kritikan dari ibu mertuanya. Kini Amasya menerima kritikan dari ibu mertuanya dengan lapang dada. Tidak terlihat raut wajah kecewa dari dirinya. Hanya saja, itu cukup menyedihkan bagi seorang Amasya. Untuk menenangkan ibunya tersebut, Amasya berjanji akan segera membersihkan kerak yang membandel tersebut.


Beberapa nasehat mulai di berikan oleh ibunya pada Amasya. Termasuk dalam hal merawat diri. Amasya yang mulai jarang dandan, memang tidak tampil glamor seperti terdahulu. Tapi penampilan dari Amasya tidak di persoalkan oleh Juan sebagai suami sendiri.


Namun itu cukup mengganggu bagi ibu mertuanya. Dia menganggap Amasya tidak tahu diri, hingga tidak bisa merawat diri. Juan adalah seorang calon pewaris perusahaan besar. Seharusnya Amasya mulai berpikir untuk lebih bisa mempercantik diri. Bukan malah tidak berpenampilan menarik seperti itu. Jika Juan berpaling pada perempuan lain, Amasya sendiri yang akan rugi. Mengingat banyak perempuan yang mungkin saja akan merebut Juan di suatu hari nanti.


Nasehat ibu mertuanya itu kembali Amasya terima. Walaupun lagi-lagi nasehat itu sedikit menyakitkan bagi Amasya. Tapi itu adalah nasehat yang baik bagi Amasya. Sehingga Amasya menerima nasehat itu dengan lapang dada.

__ADS_1


Amasya siap berpenampilan menarik setiap hari, meskipun keseharian Amasya hanya di habiskan di dalam rumah saja. Itu akan membantu Amasya dalam mempertahankan rumah tangganya dengan Juan. Sehingga Juan tidak akan berpaling dari Amasya.


__ADS_2