Di Paksa Childfree

Di Paksa Childfree
Ryan Melamar Pekerjaan Pada Devi


__ADS_3

Devi membawa masuk Ryan ke apartemen miliknya. Wajah kusut dari seorang Ryan, benar-benar membuat Devi tidak tega. Hingga Devi langsung meminta Ryan masuk kedalam apartemen miliknya.


Ryan duduk di sebuah sofa besar di apartemen milik Devi. Sebelum Devi menaruh minuman kaleng yang mungkin bisa Ryan minum untuk dirinya. Ryan menatap wajah Devi dengan penuh harap. Dia berharap Devi akan mengasihani dirinya. Sehingga Devi akan memberikan Ryan sebuah pekerjaan sebagai seorang sopir.


"Ada apa kamu datang kesini?" Tanya Devi dengan wajah iba.


"Saya ingin melamar pekerjaan mbak. Bu Ratna telah memecat saya." Jawab Ryan begitu sedih.


"Apa! Kamu di pecat Mama?" Devi terkejut.

__ADS_1


"Iya, selain saya. Pian juga ikut di pecat oleh Bu Ratna. Menurutnya, dia sedang melakukan efisiensi pengeluaran. Hingga salah satu caranya adalah dengan memecat dua karyawan miliknya. Salah satunya saya." Ujar Ryan semakin sedih.


"Terus kedatangan kamu kesini untuk apa?" Tanya Devi kembali.


Ryan yang sedari awal kedatangannya, terlihat begitu murung dan bersedih. Tiba-tiba langsung bersimbah di kaki seorang Devi. Dia meminta Devi untuk menerima Ryan kembali bekerja. Ryan berharap Devi akan kembali menerima dirinya bekerja.


"Mbak Devi, saya mohon. Mbak mau menerima saya sebagai sopir pribadi mbak Devi. Sebentar lagi saya akan menikah. Saya tidak ingin menjadi pengangguran mbak." Ryan menangis.


Tak hanya mendorong saja, Devi juga turut memaki seorang Ryan. Bahkan Devi mengatakan jika Ryan adalah contoh manusia yang tidak berguna. Dia hanya mengiba pada seseorang demi mendapatkan sebuah pekerjaan. Hal yang menurut Devi sangat menjijikkan. Devi pun begitu benci dengan apa yang di lakukan oleh Ryan terhadap dirinya.

__ADS_1


Devi langsung menyeret tubuh Ryan keluar dari dalam apartemen miliknya. Devi yang tidak butuh seorang sopir, tidak memerlukan jasa seorang Ryan. Devi masih mampu untuk menyetir sendiri, tanpa bantuan seorang Ryan.. Hingga lamaran pekerjaan dari Ryan, Devi tolak mentah-mentah.


Sakit hati, tapi Ryan tidak berdaya. Dia hanya terus meminta pada Devi untuk memberikan Ryan sebuah pekerjaan baru. Ryan melakukan itu, sebab hanya Devi yang mampu menolong dirinya.


Devi tidak peduli dengan apa yang di lakukan oleh Ryan. Bahkan Devi langsung memanggil sekuriti apartemen untuk mengusir seorang Ryan dari depan apartemen miliknya. Devi tidak suka dengan apa yang di lakukan oleh Ryan. Dia tetap tidak menerima alasan dari Ryan untuk apapun. Sebab Devi benar-benar tidak membutuhkan seorang sopir pribadi.


Ryan yang terus berteriak di depan pintu apartemen dari Devi, langsung di usir paksa oleh sekuriti apartemen. Ryan di anggap telah membuat sebuah kegaduhan di apartemen tersebut. Hingga Ryan harus segera di usir dari apartemen demi menjaga ketenangan penghuni apartemen.


Ryan menolak untuk di bawa oleh Sekuriti tersebut. Ryan ingin meminta kejelasan dari seorang Devi, walaupun apa yang Devi ucapkan cukup jelas. Devi tidak menerima lamaran pekerjaan yang Ryan ajukan. Namun Ryan tetap meminta Devi untuk mempertimbangkan kembali dirinya sebagai seorang sopir bagi Devi.

__ADS_1


Sekuriti itu akhirnya mengusir paksa Ryan dari depan apartemen Devi. Apalagi banyak penghuni lain yang juga terganggu dengan kehadiran seorang Ryan. Hingga mereka meminta Ryan untuk segera di amankan oleh pihak keamanan. Sebab Ryan di anggap sebagai orang gila.


__ADS_2