Di Paksa Childfree

Di Paksa Childfree
Amasya Menjenguk Ratna


__ADS_3

Menunggu kepulangan dari Juan, Amasya berniat menjenguk Ratna yang berada di rumah sakit jiwa. Ini merupakan amanah dari seorang Devi yang ingin Amasya bisa menjenguk Ratna di rumah sakit jiwa. Apalagi Devi berharap Amasya bisa memberikan sesuatu hal yang bisa membuat Ratna kembali pada ingatannya. Sehingga Ratna akan kembali ingat pada akal sehatnya.


Begitu Juan pulang dari bekerja, Amasya langsung menyambut Juan dengan sebuah handuk kecil. Dia meminta suaminya tercinta itu mandi, sebelum mereka berdua akan pergi ke rumah sakit jiwa untuk menjenguk Ratna.


Masih ada sedikit rasa kesal dari seorang Juan pada Ratna yang telah bersekongkol dengan Devi untuk membuat Amasya keguguran. Tapi jika dendam itu di biarkan lebih lama lagi oleh Juan. Maka sampai kapanpun dendam itu tidak akan pernah ada habisnya. Sehingga Juan harus bisa memaafkan kesalahan dari seorang Ratna yang tak kalah fatal dari seorang Devi.


Juan menerima ajakan Amasya untuk menjenguk Ratna di rumah sakit jiwa. Dia berjanji akan mandi secepat mungkin agar mereka tidak akan terlalu malam tiba di rumah sakit jiwa tersebut. Apalagi Amasya rentan terhadap angin malam. Sehingga Juan harus bisa lebih menjaga kondisi kesehatan dari seorang Amasya.


Sesuai dengan janjinya, Juan mandi secepat kilat. Tak ada 20 menit, Juan telah mengganti pakaiannya dengan begitu rapinya. Dia juga mulai menyemprotkan minyak wangi ke badannya. Sehingga tubuh Juan begitu wangi di buatnya.

__ADS_1


Wangi dari seorang Juan yang begitu menyengat, sempat membuat Amasya mual. Hari-hari ini Amasya begitu sensitif terhadap aroma. Hingga dia kerap merasa mual ketika mencium aroma sesuatu yang terlalu kuat. Amasya pun berharap Juan akan segera mengganti pakaiannya. Sehingga aroma minyak wangi yang tercium begitu menyengat di hidung Amasya akan segera pergi.


Juan akhirnya mengalah, dia mengganti kembali pakaiannya. Hingga Amasya harus memilih baju yang sesuai dengan baju Amasya. Tapi tidak memiliki aroma yang kuat. Sebab Amasya begitu merasa mual dengan aroma minyak wangi yang Juan kenakan.


Juan kembali dengan pakaian yang lebih segar lagi. Tapi kali ini Juan tidak mengeluarkan aroma yang berbau kurang sedap bagi seorang Amasya. Dia pun terlihat begitu bahagia dengan pakaian baru yang di kenakan oleh Juan. Sebab pakaian baru itu tidak mengeluarkan aroma yang kurang sedap. Amasya pun begitu bahagia dengan apa yang di lakukan oleh Juan. Dia selalu menuruti permintaan istrinya, mengalah sebagai seorang suami. Itu adalah sebuah keistimewaan yang dimiliki oleh seorang Amasya.


Amasya semakin di buat terkesima oleh sifat romantis yang di tunjukkan oleh Juan pada dirinya. Dia membukakan pintu mobil untuk Amasya. Sehingga Amasya tanpa harus membuka pintu mobil, masuk kedalam mobil tersebut.


Sepanjang perjalanan itu Amasya kembali mengutarakan keinginannya dari dirinya yang ingin segera kembali hamil. Amasya sudah tidak sabar untuk kembali hamil. Sehingga dia bisa merasakan hal-hal seperti mual dan lemas layaknya ibu hamil. Itu satu momen yang paling Amasya rindukan ketika hamil. Momen yang mungkin di impikan oleh seorang perempuan.

__ADS_1


Juan pun meminta Amasya untuk terus berdoa. Sebab dengan berdoa tanpa henti, bukan tidak mungkin Amasya akan segera hamil kembali. Di tambah dengan ikhtiar yang tiada hentinya. Mungkin dua cara itu bisa di lakukan oleh Juan dan Amasya dalam mendapatkan keturunan yang di impikan.


Obrolan itu terhenti, saat Rendi mengatakan jika mereka telah di tiba di rumah sakit jiwa tempat Ratna di rawat. Sehingga Juan dan Amasya bisa segera menjenguk Ratna yang mungkin sudah menunggu kedatangan dari Juan dan Amasya. Amasya pun begitu tak sabar untuk bertemu dengan Ratna. Ibu tiri yang telah mengurus dirinya lebih dari 15 tahun. Sehingga sudah selayaknya bagi Amasya untuk menjenguk Ratna di rumah sakit jiwa seperti yang di lakukan oleh dirinya saat ini.


Juan dan Amasya tidak bisa melepaskan pegangan tangan mereka berdua. Keduanya begitu romantis saat berjalan menuju ruangan tempat rawat berada. Bahkan sesekali Amasya menyandarkan kepalanya di tangan kekar Juan. Hingga momen itu benar-benar membuat beberapa pegawai rumah sakit jiwa itu merasa iri.


Sebelum mendatangi ruang perawatan dari seorang Ratna. Tentu Amasya harus bertanya terlebih dahulu pada seorang resepsionis. Dengan begitu dia akan menemukan ruang perawatan dari Ratna. Keberadaan ruang perawatan Ratna tidak akan mudah di temukan oleh Amasya. Sebab ruangan itu tidak ada yang tahu antara Juan maupun Amasya.


Begitu mendapat informasi dari pihak resepsionis dari rumah sakit jiwa. Baik Juan maupun Amasya langsung seger mengunjungi ruang perawatan dari seorang Ratna. Dengan begitu Juan dan Ratna akan segera bertemu dengan Ratna yang dalam keadaan kurang baik.

__ADS_1


Begitu melihat kondisi Ratna yang depresi berat. Ada sedikit rasa iba di dalam hati Amasya. Bahkan Amasya sempat menangis saat melihat kondisi dari Ratna tersebut. Dia pun tak tega melihat ibu tirinya terlihat begitu lemah.


Amasya pun di larang untuk mendekati Ratna. Sebab Ratna akan sangat berbahaya jika bertemu orang baru. Hanya petugas yang sudah paham dengan kondisi Ratna saja yang bisa mengendalikan kondisi mental seorang Ratna. Sementara orang seperti Amasya, tentu akan sangat berbahaya jika bertemu dengan Amasya. Sebab Ratna akan mengamuk jika bertemu dengan orang baru.


__ADS_2