Di Paksa Childfree

Di Paksa Childfree
Parni Kembali di Tagih Debt kolektor


__ADS_3

Tak hanya berhutang pada satu pinjaman online saja. Mantan pacar Parni juga meminjam uang pada beberapa rentenir. Dengan bunga yang tinggi di berikan pada Parni, hutang Parni pada rentenir itu semakin hari semakin menumpuk.


Parni sudah memutuskan kontak dengan rentenir yang terus menagih hutang kepadanya itu. Sebab Parni sudah mengatakan jika dia sudah tidak memiliki urusan apapun lagi dengan mantan pacarnya itu. Tapi rentenir itu kembali meneror Parni, mencoba menghubungi nomor telepon dari Parni. Sekali pun Parni telah mengganti nomor telepon. Rentenir itu berhasil kembali mendapatkan nomor telepon dari Parni yang baru.


Seminggu yang lalu Parni baru mengganti nomor teleponnya. Berharap nomor telepon yang baru itu, tidak akan di hubungi oleh rentenir itu. Tapi apalah daya, Rentenir itu tahu nomor telepon dari Parni. Hingga Rentenir itu terus mengubungi Parni untuk menagih hutang Parni yang jika di total dengan bunganya sebesar 50 juta. Padahal awalnya mantan pacar Parni hanya meminjam uang sebesar 10 juta saja. Namun bunga yang tak kunjung di bayar, akhirnya hutang itu bertambah menjadi 50 juta rupiah.


Angka yang begitu besar yang membuat Parni terasa begitu terbebani. Terlebih gaji Parni sebagai pembantu yang pas-pasan. Tentu tak cukup untuk membayar seluruh hutang yang di tinggalkan mantan pacarnya tersebut.


Sama seperti pinjaman online yang menggunakan jasa debt kolektor. Rentenir tempat Parni meminjam uang, juga menggunakan jasa debt kolektor dalam upaya menagih hutang pada Parni. Dengan wajah seram dari para debt kolektor, meneror Parni dengan berbagai cara.


Mulai dari mengancam Parni secara langsung. Hingga mengirimkan ancaman berupa tulisan yang di tulis dengan darah. Semua ancaman dari debt kolektor, seketika membuat Parni ketakutan hebat. Terlebih kata-kata kasar yang kerap diucapkan pada Parni. Semakin membuat Parni ketakutan hebat.


Pagi itu Parni sedang belanja ke pasar di antar oleh Rendi. Rendi menunggu Parni di parkiran pasar, bermain game online favoritnya. Sementara Parni mulai berjalan menuju beberapa tempat di pasar. Sesuai dengan pesanan dari Amasya, Parni di minta untuk masak makanan yang tentunya sehat. Parni yang sudah menjalani pelatihan selama di agensi. Tentu tahu masakan sehat untuk ibu hamil. Sehingga beberapa menu sehat siap di hidangkan oleh Parni di meja makan Amasya.


Parni begitu asyik memilih beragam sayuran lezat yang akan di sajikan. Sayuran seperti kentang, wortel maupun labu Siam sudah menjadi daftar belanja seorang Parni. Dia terlihat sudah mengincar sayuran yang banyak mengandung vitamin tersebut.


"Kentangnya berapa sekilo?" Tanya Parni pada pedagang sayuran.


"Sekilo 56 ribu saja mbak." Jawab si pedagang sayuran.

__ADS_1


"Enggak bisa 40 ribu saja. Biasanya saya beli juga gak segitu pak." Tawar Parni dengan begitu kukuhnya.


"Ya sudah deh, 50 ribu saja sekilo. Mau berapa kilo?" Balas si pedagang sayur tersebut.


"40 ribu, saya beli 2 kilo." Tawar Parni kembali.


"45 yah. Biar kita sama-sama untung." Ucap pedagang sayur.


"Baiklah, saya ambil 2 kilo." Tutup Parni dalam tawar menawar.


Pedagang sayur itu langsung menimbang kentang yang akan di beli oleh Parni. 2 kilo lebih sedikit, pedagang itu langsung memasukkan kentang itu ke dalam plastik hitam. Lalu memberikan plastik itu ke Parni. Kemudian Parni mulai mengambil uang dari dompetnya. Mengambil uang 100 ribu. Lalu memberikan uang itu pada pedagang sayur tadi.


"Biar saya yang kasih." Ucap si debt kolektor memberikan uang 100 ribu dari Parni ke pedagang sayur.


Begitu juga ketika pedagang sayur itu mengembalikan uang kembalian dari Parni. Dengan segera, debt kolektor itu mengambil uang kembalian dari pedagang sayur. Lalu memberikan uang kembaliannya pada Parni. Di posisi itu Parni begitu bingung. Mungkin berdiam diri di tempat pedagang sayur, Parni akan aman dari debt kolektor. Tapi jika Parni pergi, dia akan dalam ancaman besar.


Parni sempat berdiam diri sejenak di tempat pedagang sayur. Sebelum akhirnya dia dengan segera berjalan cepat untuk meninggalkan debt kolektor yang terus mengawasinya dirinya.


Tak mau ketinggalan jejak seorang Parni. Debt kolektor pun langsung mengikuti Parni dengan begitu cepatnya. Hingga Parni harus berjalan secepat mungkin untuk menghindari kejaran dari debt kolektor yang berusaha untuk menangkap dirinya.

__ADS_1


Secepat apapun langkah Parni, akhirnya debt kolektor itu berhasil menangkap Parni. Parni yang berniat untuk berjalan menuju parkiran pasar. Tanpa di sangka, justru malah terjebak di jalan buntu. Hingga itu menjadi santapan manis bagi debt kolektor untuk melakukan aksinya.


"Mau pergi kemana kamu?" Tanya debt kolektor pada Parni.


Parni terlihat begitu panik. Dia ingin berteriak, tapi debt kolektor itu langsung menutup mulut seorang Parni. Hingga Parni tak bisa berbicara lagi.


"Kamu jangan coba-coba untuk berteriak. Kapan kamu mau bayar semua hutang kamu?" Tanya debt kolektor dengan begitu kuatnya menutup mulut Parni.


Di dalam dekapan debt kolektor, Parni berusaha terus untuk melepaskan tangan debt kolektor dari mulutnya. Tapi kuatnya dekapan yang di lakukan oleh debt kolektor itu. Parni pun tak sanggup untuk melepaskan dekapan dari debt kolektor.


Parni yang sudah lepas, baru di berikan sedikit ruang untuk bernapas. Namun sebuah ancaman langsung di lontarkan oleh debt kolektor itu pada Parni. Dia meminta Parni untuk segera melunasi hutang-hutangnya. Jika tidak segera membayar, Parni akan mendapatkan balasan yang setimpal. Bukan hanya mulutnya saja yang di tutup. Tapi nyawa Parni juga bisa menjadi taruhannya.


Parni begitu ketakutan akan ancaman yang diberikan oleh debt kolektor itu. Dia hanya bisa berjanji, tapi entah kapan dia akan membayar hutang darinya. Mengingat Parni tidak memiliki uang sama sekali untuk melunasi hutang-hutangnya tersebut.


Debt kolektor itu meminta Parni untuk melunasi hutang Parni itu dalam tempo seminggu ke depan. Jika Parni tidak melunasi hutang-hutangnya. Bukan tidak mungkin nyawa Parni akan menjadi jaminan dari apa yang telah Parni lakukan.


Parni berjanji akan melunasi hutangnya darinya. Walaupun Parni tidak memiliki uang untuk melunasi hutang sebanyak itu. Mengingat uang Parni sendiri tidak begitu banyak, bahkan tidak ada. Tapi demi menyelamatkan nyawa dirinya dari debt kolektor seram itu. Akhirnya Parni kembali berjanji pada debt kolektor itu. Dia akan segera melunasi hutangnya itu dalam tempo seminggu ke depan.


Parni yang sering berbohong, tetap di percaya oleh debt kolektor itu. Namun ancaman dari debt kolektor itu sepertinya nyata bagi Parni. Jika Parni tidak segera melunasi hutangnya. Bukan tidak mungkin Parni akan di bunuh oleh debt kolektor itu. Ancaman yang sangat nyata bagi seorang Parni, jika kembali berbohong.

__ADS_1


__ADS_2