
Tiba di bandara, Juan dan Amasya segera menyewa sebuah mobil untuk menuju hotel. Juan tak lepas menggenggam tangan Amasya selama berada di dalam mobil. Dia tak ingin melewatkan kesempatan untuk berduaan dengan istrinya.
Kemesraan yang ditunjukkan oleh Juan dan Amasya semakin tak terbendung lagi. Juan menyandarkan kepalanya di bahu Amasya. Dengan segera Amasya mengelus lembut wajah Juan. Lembutnya sentuhan yang diberikan oleh Amasya. Perlahan membuat Juan mengantuk. Pria humoris nan romantis itu akhirnya tertidur di bahu istrinya. Sehingga melewatkan perjalanan menuju hotel.
Bosan dengan perjalanan yang ada. Amasya memainkan handphone untuk melakukan scrolling di sosial media. Sesekali Amasya menatap kearah Juan yang tertidur begitu pulas. Jauhnya perjalanan dari Jakarta ke Labuan Bajo. Begitu membuat Juan lelah. Suara ngorok mulai terdengar menembus telinga Amasya.
Bukannya terganggu, Amasya justru senang mendengar suara ngorok yang keluar dari mulut Juan. Dengan sifat usilnya, Amasya merekam suara ngorok yang keluar dari mulut Juan. Amasya tak henti tertawa mendengar suara ngorok yang keluar dari mulut Juan.
Semakin kerasnya suara tawa yang keluar dari mulut Amasya. Akhirnya membuat Juan terbangun dari tidur nyenyaknya. Melihat Amasya mengarahkan handphone kearahnya. Juan langsung menanyakan apa yang dilakukan oleh Amasya.
__ADS_1
Berbohong. Amasya terpaksa berbohong pada Juan. Dia tak mengatakan jika dia merekam suara ngorok. Dia hanya memotret wajah tampan Juan kala sedang tertidur pulas. Namun ketika Juan ingin melihat gambarnya, Amasya menolak menunjukkan pada Juan. Dia ingin menyimpan photo itu sendiri, tanpa menunjukkan pada Juan.
Tak begitu peduli juga pada photo tersebut. Juan yang ingin segera merebahkan tubuhnya keatas kasur. Sudah tak sabar untuk tiba di hotel. Juan melihat jam yang masih menunjukkan pukul 3 sore. Waktu yang nikmat untuk bersantai diatas kasur.
"Kira-kira berapa menit lagi kita sampai di hotel?" Tanya Juan pada sopir yang membawa mobil.
"Kurang lebih 10 menit lagi pak. Sebentar lagi sampai di hotel." Jawab sang sopir.
Dengan perhatian yang begitu besar. Juan mengeluarkan koper milik Amasya. Tak hanya itu, Juan juga membawa koper itu. Sehingga Amasya tak harus membawa koper apapun.
__ADS_1
Amasya yang sudah reservasi kamar hotel. Hanya tinggal menyebut namanya Juan pada resepsionis yang hotel. Begitu nama Amasya dan Juan ditemukan. Dua buah kunci yang terikat dalam satu ikatan, diberikan pada Amasya. Keduanya mendapat nomor kamar A24. Sebuah kamar ekslusif yang berada di hotel tersebut.
Kini Juan tak harus repot membawa kedua koper itu. Seorang poter yang bertugas di hotel tersebut, dengan ramah membawa dua koper milik Amasya dan Juan menuju kamar yang hendak Amasya dan Juan tuju.
Tangan Juan kini lebih fokus menggandeng tangan kanan Amasya menuju kamar. Sesekali Amasya menaruh kepalanya di pundak Juan. Dirinya yang begitu ini bermanja-manja dengan Juan. Berusaha membuat suasana romantis dalam setiap kesempatan. Hingga momen romantis acap kali tercipta diantara keduanya.
Sampai di kamar hotel. Dua lembar uang dolar dengan nominal yang cukup besar, diberikan Juan pada poter hotel sebagai uang tips. Seketika ucapan terima kasih langsung keluar dari mulut poter itu tersebut menerima uang dollar dari Juan.
Juan dan Nania langsung menjatuhkan diri keatas kasur yang telah dihias sedemikian rupa. Aroma mawar yang harum berhasil membuat Juan dan Amasya begitu nyaman. Keduanya saling menatap dengan tubuh terlentang diatas kasur.
__ADS_1
Perlahan bibir Juan mendekat kearah bibir Amasya. Amasya yang mulai terangsang dengan pesona Juan, nampak tak begitu ragu. Bibirnya mulai menyambut kedatangan bibir Juan, hingga mendarat lembut di bibirnya.
12 detik ciuman yang langsung mengubah suasana. Rasa lelah dikesampingkan, berganti menjadi suasana panas yang menghangatkan ranjang. Seluruh tubuh Juan dan Amasya saling bersentuhan dengan begitu eratnya. Melepaskan semua hasrat yang menggebu diantara keduanya.