
Tidak ada jatah nafkah yang di berikan oleh Alvin pada seorang Ratna. Kini membuat Ratna harus memutar otaknya lebih dalam lagi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Ratna terpaksa harus menguras sedikit tabungan miliknya tersebut untuk di gunakan olehnya sebagai biaya bertahan hidup yang berat.
Baru bangun tidur, Ratna sudah merasakan perutnya yang terasa begitu lapar. Ratna tanpa mencuci wajah terlebih dahulu, langsung pergi ke dapur untuk sekedar mengambil buah yang mungkin bisa dia makan.
Ratna terkejut saat melihat isi di dalam kulkasnya yang terlihat kosong. Tidak ada makanan apapun di dalam kulkasnya. Hanya ada makanan kaleng yang sepertinya sudah memasuki tanggal kadaluarsa. Ratna pun terlihat begitu kecewa saat melihat isi di dalam lemari pendinginnya tersebut.
Ratna memanggil Sopia dengan suara kerasnya. Sopia yang baru selesai melakukan panggilan telepon dengan pacarnya. Segera menghampiri Ratna dengan wajah berseri.
"Ada apa Bu?" tanya Sopia.
__ADS_1
"Kamu masak apa hari ini buat kita sarapan?" tanya balik Ratna.
"Belum masak Bu. Soalnya saya bingung harus masak apa buat Ibu. Semua bahan di dapur habis Bu." Jawab Sopia dengan wajah bingungnya.
"Tidak ada sedikit bahan apapun lagi di dapur?" tanya Ratna memastikan.
"Tidak ada Bu. Beras di dapur sudah habis." jawab Sopia dengan wajah lesuhnya.
Ratna merogoh kantong baju tidurnya. Dia menemukan uang tidak lebih dari 3 lembar uang sepuluh ribu. Ratna pun langsung memerintahkan Sopia untuk membelikan dirinya bubur di depan komplek. Sehingga Ratna bisa sarapan di pagi hari ini.
__ADS_1
"Buburnya buat Ibu saja?" tanya Sopia mengiba.
"Kamu mau juga?" tanya balik Ratna.
"Maulah Bu. Saya jugakan punya perut." jawab Sopia semakin mengiba.
Dengan sangat terpaksa Ratna memberikan uang 30 ribunya tersebut pada seorang Sopia. Dia terlihat kecewa harus memberikan uang yang berasal dari saku bajunya pada Sopia. Padahal ketika Devi dan Alvin masih memberikan uang pada Ratna. Dia adalah orang yang royal pada asisten rumah tangganya. Namun keadaan berubah, saat Alvin dan Devi sudah tidak tinggal lagi di rumah. Ratna seolah kehilangan sumber pendapatan utamanya.
Sopia pun segera pergi untuk membeli bubur yang di minta oleh Ratna. Sementara Ratna terlihat begitu bingung dengan keadaannya ke depan. Apakah Ratna akan selamanya seperti ini, atau akan ada keajaiban yang datang pada dirinya. Namun melihat apa yang terjadi pada Ratna di hari ini. Sepertinya dia akan tetap pada situasi yang ada. Situasi pelik yang harus Ratna terima sebagai konsekuensi dari hidupnya yang telah di tinggal oleh Alvin dan Devi.
__ADS_1
Ratna ingin meminta Devi kembali lagi ke rumah miliknya. Tapi dia ragu Devi akan mau, bahkan dirinya sendiri merasa sungkan untuk melakukan hal tersebut. Baginya Devi bukan lagi prioritas yang harus dia dapatkan. Melainkan Alvin yang masih memiliki banyak harta yang harus Ratna dapatkan kembali. Sekali pun Ratna harus bertarung dengan puteri tirinya sendiri. Namun Ratna siap melakukan segala upaya agar Alvin kembali ke pangkuan seorang Ratna. Sehingga hidupnya bisa kembali mewah seperti semula.
Ratna tidak ingin hidupnya terus menerus melarat seperti saat ini. Sehingga dia harus kesusahan dengan apa yang terjadi di hari ini. Ratna tidak ingin itu terjadi pada dirinya secara terus menerus.