Di Paksa Childfree

Di Paksa Childfree
Pertemuan Dokter Dani Dengan Juan


__ADS_3

Sebagai bentuk permohonan maaf pada Juan. Dokter Dani pun mengundang Juan untuk makan malam di rumahnya. Dengan makanan yang di pesan dari restoran ternama. Dokter Dani siap menyambut kedatangan Juan dengan penuh kegembiraan.


Juan awalnya sempat menolak undangan makan malam yang di sampaikan oleh dokter Dani. Tapi saat dokter Dani ingin mengungkapkan sebuah rahasia besar. Akhirnya Juan pun menerima undangan khusus dari dokter Dani tersebut. Juan siap datang ke rumah dokter Dani.


Pulang dari kantor, Juan langsung meminta Rendi untuk membawa mobilnya menuju rumah dokter Dani. Dengan kecanggihan teknologi yang ada, tanpa kesulitan yang berarti. Rendi mampu menemukan rumah dokter Dani dengan aplikasi peta online. Sehingga tidak ada acara tersasar seperti yang di takutkan oleh para sopir ketika mencari tempat baru.


Juan begitu penasaran dengan rahasia yang hendak di ungkapkan oleh dokter Dani. Dia penasaran apa yang akan di ucapkan oleh dokter Dani pada dirinya. Mungkin sesuatu yang selama ini jadi rasa penasaran bagi seorang Juan. Sehingga dokter Dani mengajak Juan untuk bertemu.


Juan berharap akan mendapatkan sebuah jawaban yang memuaskan dari rahasia yang hendak di bongkar oleh dokter Dani. Sebelum tiba di rumah dokter Dani, Juan yang belum menghubungi Amasya. Mengabari Amasya terlebih dahulu melalui pesan singkat. Dimana Juan tidak akan makan malam di rumah untuk malam ini. Juan akan makan malam di rumah dokter Dani.


Tidak ada masalah bagi Amasya. Tapi Amasya juga penasaran dengan rahasia yang akan di ungkap oleh dokter Dani. Hingga dirinya langsung menghubungi dokter Dani lewat panggilan video call.


"Malam sayang." sapa Juan.


"Malam sayang. Kamu masih di jalan?"


"Iya, tapi sepertinya sebentar lagi aku akan sampai di rumah dokter Dani."


"Kira-kira rahasia apa yang hendak di bongkar oleh dokter Dani?"


"Aku tidak tahu. Tapi sepertinya ini rahasia besar yang akan membuat kita tercengang. Mungkin saja sayang."


"Aku tidak sabar untuk mengetahuinya. Semoga ada kabar baik dari sana."


"Mudah-mudahan."


"Malam sayang."

__ADS_1


"Malam."


Benar apa yang di katakan oleh Juan. Mobil yang di kendarai oleh Rendi tersebut hampir tiba di rumah dokter Dani. Juan pun begitu antusias untuk segera masuk kedalam kediaman dokter Dani yang terlihat begitu luas tersebut. Apalagi rahasia yang hendak di sampaikan oleh dokter Dani. Semakin membuat Juan tidak sabar untuk segera bertemu dengan dokter Dani.


Juan akhirnya benar-benar tiba di kediaman dokter Dani. Dia langsung di sambut oleh kucing Persia milik dokter Dani. Juan pun bermain terlebih dahulu dengan kucing ras tersebut. Hingga Juan hampir lupa dengan tujuan dari dirinya datang ke rumah dokter Dani. Sebab dia begitu asyik bermain dengan kucing peliharaan dokter Dani tersebut.


Untung dokter Dani keluar dari dalam rumahnya. Hingga Juan pun segera mengakhiri main-main yang di lakukan oleh dirinya dengan kucing milik dokter Dani. Juan pun di ajak masuk kedalam rumah dokter Dani. Dimana Juan langsung terkejut dengan rumah dokter Dani yang begitu luas tersebut.


Juan langsung di bawa oleh dokter Dani menuju meja makan. Dimana di sana sudah tersedia banyak makanan lezat yang siap memanjakan perut seorang Juan. Tak hanya dokter Dani seorang, ada Vita yang juga sudah duduk di kursi untuk menyambut kedatangan dari seorang Juan.


"Selamat malam pak Juan. Silakan duduk." ucap Vita dengan begitu ramahnya.


Juan langsung melempar senyum pada Vita. Dia bahagia dengan penyambutan yang di lakukan oleh Vita dengan begitu ramahnya. Sehingga Juan merasa di buat seperti seorang raja kecil. Juan pun segera duduk di kursi samping kiri dokter Dani.


"Saya pikir pak Juan tidak akan datang ke rumah saya. Sebab saya kira pak Juan tidak akan memiliki waktu untuk datang ke kediaman saya." ucap dokter Dani merendah.


Dokter Dani tertawa kecil. Begitu juga dengan Vita, keduanya tentu bingung untuk mengatakan hal yang tentu akan menyakitkan bagi seorang Juan. Namun keduanya harus siap menerima resiko apapun yang mungkin akan mereka dapatkan, saat mengatakan hal tersebut pada Juan. Mungkin saja sebuah tonjokan akan di berikan Juan pada dokter Dani. Dia sudah siap menerima semua kenyataan yang mungkin terjadi tersebut.


Namun sebelum mengatakan hal yang sebenarnya, dokter Dani mengajak Juan untuk menyantap terlebih dahulu hidangan yang telah di beli oleh dokter Dani. Sehingga obrolan itu akan lebih asyik sembari menyantap setiap hidangan yang tersedia di atas meja makan. Itu akan jauh lebih baik lagi. Pikir seorang dokter Dani.


Juan yang tergoda dengan setiap hidangan yang ada di meja makan. Tanpa ragu langsung menyantap setiap menu yang ada. Apalagi ada kepiting saus tiram yang terlihat begitu menggoda. Sehingga Juan sudah tidak sabar untuk menyantap makanan tersebut.


Juan begitu menikmati setiap menu yang ada. Hingga Juan terlihat begitu lahap menyantap menu tersebut. Melihat Juan yang terlihat nyaman. Vita pun meminta pada suaminya untuk segera mengatakan hal yang ingin di bicarakan pada Juan. Sehingga Juan akan mendengar semua kenyataan itu dengan sebaik mungkin.


"Pak Juan. Boleh saya menyampaikan sesuatu pada pak Juan?" tanya dokter Dani.


"Tentu dok. Apa yang ingin di ucapkan oleh dokter Dani?" Juan penasaran.

__ADS_1


"Jadi sebenarnya pada saat keguguran yang di alami oleh ibu Amasya. Tidak serta merta karena kelelahan dan kandungan ibu Amasya yang lemah. Tapi itu ada penyebab lain." jawab dokter Dani dengan raut wajah sedih.


Juan yang awalnya begitu lahap menyantap kepiting saus tiram yang ada. Tiba-tiba fokusnya langsung terbagi pada ucapan seorang dokter Dani. Juan begitu penasaran dengan apa yang hendak di ucapkan oleh dokter Dani pada seorang Juan.


"Maksud dokter Dani apa?" tanya Juan dengan begitu penasaran.


"Jadi penyebab ibu Amasya keguguran adalah sebuah obat penggugur kandungan yang di gunakan oleh dokter Devi pada makanan yang di konsumsi oleh Amasya. Dampaknya tentu kandungan ibu Amasya pun langsung keguguran oleh obat penggugur kandungan tersebut." ujar dokter Dani dengan wajah penuh penyesalan.


Juan yang awalnya terlihat begitu bahagia dengan semua makanan yang ada di atas meja. Kini berubah marah pada seorang dokter Dani. Dia tidak terima dengan kebohongan yang telah di lakukan oleh dokter Dani pada Juan. Dia tidak menyangka dokter Dani akan melakukan kebohongan yang begitu menyakitkan bagi seorang Juan.


Juan menarik kerah baju dokter Dani. Dia mengancam dokter Dani yang telah bersekutu dengan Devi untuk melakukan pembohongan. Tak hanya itu air mata Juan juga tidak henti menetes mereka kenyataan yang ada. Dimana kejahatan terstruktur yang di lakukan oleh Devi, telah menyeret banyak orang. Termasuk dokter Dani yang di kenal memiliki integritas yang tinggi.


Dokter Dani berulang kali meminta maaf pada Juan. Dia mengakui siap menerima hukuman apapun dari apa yang telah di lakukan oleh dirinya pada Juan dan Amasya. Dokter Dani juga siap di laporkan ke pihak berwajib, jika Juan ingin melakukan hal tersebut. Sebab bagi dokter Dani sekarang, hidupnya sudah tenang. Sebab telah membongkar sebuah kejahatan besar yang di lakukan oleh Devi pada seorang Amasya.


Tanpa berkata-kata lagi, Juan langsung pergi meninggalkan meja maka. Dia marah pada dokter Dani. Tapi dia juga bersyukur dokter Dani akhirnya mau mengungkapkan kejahatan yang telah di lakukan oleh Devi pada Amasya. Sehingga Juan siap menyeret seorang Devi ke penjara.


Juan masuk ke dalam mobil miliknya. Dia menangis sesenggukan. Juan tidak menyangka Devi melakukan hal yang paling kejam. Dia membunuh bayi yang ada di dalam kandungan Amasya dengan obat penggugur kandungan. Sebuah hal yang seharusnya tidak di lakukan oleh adik tiri pada kakak tirinya. Tapi tidak dengan Devi yang di kenal memiliki sifat iri yang tinggi.


Rendi yang awalnya sedang menggoda pembantu di rumah dokter Dani. Langsung kembali masuk ke dalam mobil, ketika melihat Juan sudah berada di dalam mobil. Dia langsung meminta maaf pada Juan, sebab Rendi telah membuat Juan menunggu.


Juan yang sedang bersedih, tidak menjawab permintaan maaf dari seorang Rendi. Begitu juga saat Rendi menanyakan apakah Rendi harus segera menyalakan mobilnya. Juan juga tidak mengucapkan apa-apa. Juan hanya terdiam dengan pandangan kosong. Hingga Juan terlihat begitu sedih dengan kenyataan yang ada.


Akhirnya Rendi pun mulai menjalankan mobilnya. Sesekali dia melihat wajah sedih Juan dari spion mobilnya. Terlihat Juan yang begitu emosional, tidak bisa menyembunyikan kesedihan yang di alaminya. Rendi yang melihat banyaknya tetesan air mata yang di keluarkan oleh Juan. Langsung menyodorkan tissue yang ada di hadapannya pada Juan. Juan tetap terdiam, dia tidak mengambil tissue yang di berikan oleh Rendi.


Juan yang masih tidak percaya akan kejahatan yang di lakukan oleh Devi pada Amasya. Benar-benar tak mengira Devi akan sejahat itu pada Amasya. Dia tega membunuh calon anaknya. Hingga ada rasa dendam dalam diri Juan untuk membalas perbuatan dari Devi pada dirinya. Itu yang akan di lakukan oleh Juan pada seorang Devi. Mungkin dendam seorang Juan akan terbayar, jika Devi sudah berada di jeruji besi penjara. Itu yang Juan harapkan pada seorang Devi.


Juan sudah menyiapkan tim pengacara yang mungkin akan membuat hukuman seorang Devi lebih berat lagi. Mungkin saja ada kejahatan dari Devi yang lain yang belum terungkap. Sehingga ini adalah kesempatan bagi Juan untuk membongkar kejahatan dari Devi tersebut.

__ADS_1


Juan siap menyeret seorang Devi hingga ke jeruji besi penjara. Membuat Devi membusuk di dalam penjara. Pembalasan setimpal bagi seorang Devi yang telah membuat Juan kehilangan calon buah hatinya tersebut. Juan harus melakukan hal tersebut.


__ADS_2