Di Paksa Childfree

Di Paksa Childfree
Devi Menuduh Amasya Dan Juan Membakar Klinik Miliknya


__ADS_3

Peristiwa yang terjadi di hari kemarin, sedikit membuat Devi curiga pada Amasya dan Juan. Terlebih Juan yang begitu emosi padanya. Bisa saja Juan meluapkan kekesalan pada Devi dengan membakar kliniknya. Sebuah praduga yang normal dari seorang Devi.


Sebenarnya malam itu Devi akan pulang ke rumah dengan Ratna yang menyetir untuknya. Tapi praduga Devi yang besar akan Juan dan Amasya. Seakan membuat Devi gelap mata. Devi menuduh orang yang telah melakukan perbuatan tersebut adalah Juan dan Amasya. Dua orang yang berselisih paham dengan Devi kemarin.


Devi sudah tidak sabar menabrak Juan dan Amasya yang secara sengaja membakar kliniknya. Sekalipun Devi tidak memiliki bukti konkret yang bisa dijadikan argumentasi. Tapi dia tetap menuduh Amasya dan Juan melakukan itu semua. Tuduhan yang didasari oleh pertikaian dari Devi dengan keduanya.


Ratna awalnya tidak menuduh Juan dan Amasya. Mengingat tidak ada bukti yang bisa digunakan sebagai argumentasi. Tapi dengan praduga yang Devi berikan pada Ratna. Ia akhirnya satu suara dengan Devi akan pelaku pembakaran dari klinik milik Devi tersebut.


Devi langsung menggedor keras pintu rumah Amasya. Kebetulan saat itu, salah satu satpam di rumah Amasya sedang sakit. Hingga dia tidak bisa menjaga rumah Amasya dan Juan.


Amasya dan Juan yang tidur di kamar utama yang berada di lantai atas. Sempat tidak mendengar suara gedoran pintu yang dilakukan oleh Devi dan Ratna. Pintu rumah, baru dibuka oleh Rini yang tidur di kamar bawah.


Keberadaan Rini menjadi pertanyaan bagi Devi dan Ratna. Hingga keduanya mengira Rini adalah pembantu dari Amasya dan Juan.


"Dimana majikan kamu?" Tanya Ratna dengan penuh emosi.


"Majikan siapa yah mbak?" Tanya balik Rini.


"Orang yang punya rumah inilah. Kamu pembantu merekakan?" Duga Ratna pada Devi.


Rini sempat terdiam ketika Ratna mengira ia adalah pembantu dari Juan dan Amasya. Mungkin penampilan Rini yang terlihat seperti pembantu. Sehingga keduanya mengira Rini adalah pembantu dari Juan dan Amasya.


"Kenapa kamu diam. Mana majikan kamu?" Gertak Devi dengan nada tinggi.

__ADS_1


"Maaf mbak, kalau boleh saya tahu. Mbak dua ini siapa yah?" Tanya Rini penuh kehati-hatian.


"Loe gak usah banyak bacot deh. Cepat panggil majikan loe, sekarang juga!" Titah Devi dengan begitu kasar sambil menarik rambut panjang Rini.


Rini yang ketakutan dengan ancaman dari Devi. Langsung bergegas pergi menuju kamar Amasya dan Juan. Terlebih mata melotot seorang Devi yang terlihat menyeramkan, semakin membuat Rini tak berdaya dibuatnya.


Menunggu kedatangannya dari Amasya dan Juan. Devi dan Ratna, tanpa seizin dari siapapun. Masuk kedalam istana dari Juan. Keduanya dibuat terkejut dengan rumah Juan yang begitu megah serta mewah.


"Pantas Amasya betah disini. Ternyata rumah Juan begitu megah." Ucap Ratna yang terus memandangi furniture yang ada di rumah Juan.


"Namanya perempuan mata duitan. Tentu dia mengincar seseorang dengan uang yang banyak." Timpal Devi tak kalah pedas.


Kedua duduk di sofa yang tersedia. Ratna tetap tak bisa mengalihkan pandangannya pada furniture rumah Juan. Dia masih belum bisa lepas akan keindahan yang ada di rumah Juan tersebut. Sementara Devi dengan raut wajah marahnya, siap menerkam Amasya dan Juan.


Tak berselang lama, Amasya dan Juan yang mengenakan baju tidur yang sama. Menuruni anak tangga satu persatu. Keduanya terlihat masih mengantuk. Terlebih Amasya yang begitu lelah. Hingga Dia terus menyandarkan tubuhnya pada Juan.


"Mama sama Devi ingin minum apa?" Lanjut Amasya menawarkan minum untuk Devi dan Ratna.


"Gak usah basa-basi lagi. Kami berdua datang kesini untuk meminta pertanggungjawaban dari kalian berdua." Ucap Devi dengan nada tinggi.


"Pertanggungjawaban untuk apa?" Tanya Juan bingung.


"Kalian berduakan dalang pembakaran dari klinik yang baru aku buka. Siapa orang yang tidak suka dengan klinik itu, selain kalian." Tegas Devi.

__ADS_1


"Tunggu, klinik yang terbakar. Klinik mana? Kita berdua benar-benar tidak tahu." Ucap Juan semakin bingung.


"Gak usah munafik deh kamu Juan. Pasti atas hasutan dari istri kamu ini. Makanya kamu nyewa seseorang untuk bakar klinik Devi." Lanjut Ratna.


"Apakah klinik Devi terbakar! Kapan?" Amasya terkejut dengan berita yang dibawa Ratna.


"Dasar munafik. Semua dalang ini pasti kamu. Aku yakin itu semua ulah kamu. Dasar perempuan munafik. Kamu tidak pernah suka dengan kebahagiaan yang aku punya. Kamu selalu iri dengan apa yang aku miliki. Makanya kamu tega buat membakar klinik aku." Devi membabi buta menuduh Amasya.


"Kamu jangan asal bicara. Apa yang kamu bilang, semuanya adalah fitnah. Bagaimana bisa kamu berasumsi seperti itu. Sementara kamu tidak memiliki bukti apapun. Kamu sudah gila?" Bantah Juan dengan meyakinkan.


"Maling mana ada yang ngaku sih. Penjara sekarang udah over load. Jadi gak nampung buat dua penjahat lagi." Sindir Ratna begitu menyakitkan.


Juan yang semakin emosi. Akhirnya tak mampu lagi mengeluarkan kekesalannya pada Devi dan Ratna. Dengan gesture tegas, Juan langsung menegaskan jika dirinya dan Amasya sama sekali tidak tahu akan kebakaran yang terjadi di klinik baru Devi tersebut.


Melihat kemarahan yang terjadi pada Juan. Ratna dan Devi justru semakin mengeluarkan kalimat-kalimat yang tak pantas pada Amasya. Hingga jalan terakhir, Juan pun mengusir keduanya dari rumah mereka.


"Daripada buat keributan di rumah saya. Lebih baik kalian berdua pergi dari sini. Sebelum saya panggil pihak berwajib untuk mengusir kalian berdua dari sini sekarang juga!" Amuk Juan.


"Baik kita akan pergi dari sini. Tapi kita akan proses kalian berdua pada pihak berwajib." Ancam Devi dengan tegas.


"Silakan.... Kita tidak takut, sebab kita tidak pernah melakukan seperti apa yang kalian katakan." Tutup Devi sebelum pergi dari rumah Juan.


Amasya begitu sedih melihat ibu tiri serta adik tirinya yang masih saja terlihat membencinya. Padahal Amasya selalu berbuat baik padanya. Tapi balasan dari keduanya, justru sebaliknya. Hingga Amasya tak tahu cara apalagi yang harus dilakukan untuk membuat Devi dan Ratna bisa berubah.

__ADS_1


Amasya juga meminta maaf pada Juan yang akhirnya harus terseret dalam permasalahan keluarganya. Terlebih harus menghadapi Devi dan Ratna yang sedari dulu membenci Amasya. Amasya meminta Juan untuk memaklumi hal tersebut.


Tak gentar, Juan justru akan selalu melindungi Amasya dari ulah jahat Devi dan Ratna. Dia berjanji akan selalu ada untuk Amasya, dimana pun dan kapan pun. Juan siap jadi malaikat yang akan selalu melindungi Amasya dari orang-orang jahat. Termasuk dari Ratna dan Devi, orang terdekat dari Amasya.


__ADS_2