
Devi dengan seragam dokter yang di milikinya. Sudah siap berangkat ke klinik barunya. Sebelum berangkat, Devi mengisi amunisi tubuhnya dengan sarapan bersama Alvin dan Ratna.
Ratna dan Devi begitu asyik dengan handphone mereka masing-masing. Terlebih Ratna yang tak henti memasukkan beberapa barang ke dalam keranjang di aplikasi belanja online miliknya. Ratna seakan bernafsu untuk terus memasukkan semua barang yang dia temukan di dalam pencarian aplikasi belanja miliknya.
Devi yang akan memulai pekerjaan barunya sebagai seorang kepala klinik. Begitu sibuk dengan kegiatan barunya itu. Dia mempersiapkan semua operasional di hari ini harus berjalan sesuai rencana. Termasuk dalam manajemen waktu dalam shift.
Awalnya tidak ada keributan. Alvin pun tak mempersoalkan kegiatan sarapan pagi yang di selingi dengan bermain handphone. Tapi saat Alvin meminta Ratna mengambil lauk untuknya. Baru Alvin mulai menunjukkan sisi tegas darinya.
Ratna yang begitu asyik dengan handphonenya, mengacuhkan permintaan dari Alvin tersebut. Seolah dia tak mendengar ucapan dari Alvin yang berada di samping dirinya. Ratna terus fokus pada handphone miliknya, sambil sesekali menyuap sesendok nasi ke dalam mulut kecilnya.
Tak terima di acuhkan oleh Ratna, Alvin yang mulai meradang. Langsung memukul meja dengan begitu kerasnya. Seketika langsung mengejutkan Ratna dan Devi yang tengah asyik bermain handphone.
"Kalian itu mau sarapan atau mau main handphone. Kenapa kalian dari tadi main handphone terus." Bentak Alvin dengan begitu kerasnya sambil memukul meja.
"Kamu kenapa sih, tinggal ambil saja. Kenapa harus repot-repot sih." Bentak balik Ratna pada Alvin.
__ADS_1
"Aku ini suami kamu. Apakah salah, kalau aku minta tolong sama kamu. Lagi pula, kamu paling dekat dengan makanan itu. Kenapa harus bicara seperti itu." Bentak Alvin kembali.
"Itu cuman alasan kamu saja, aku pikir kamu cuman alasan saja. Dasarnya saja kamu yang malas. Makanya kamu tidak mau mengambil makanan itu." Balas Ratna sambil melempar piring berisi tahu ke hadapan Alvin.
Aksi tak terpuji Ratna itu, langsung membuat Alvin marah besar. Alvin yang awalnya duduk, seketika menggeser kursinya. Lalu dengan segera dia berdiri untuk menunjukkan sikap tegas yang dimilikinya.
"Aku disini kepala rumah tangga. Tidak seharusnya kamu bicara seperti itu. Kamu ingin di cap sebagai istri durhaka." Amuk Alvin kembali dengan nada tinggi.
Devi yang awalnya diam, langsung membela Ratna. Dia tak terima melihat ibunya tersebut di bentak oleh Alvin dengan begitu kasarnya sambil menunjuk dengan jari telunjuknya.
"Iya mas, kamu cuman kepala keluarga. Jadi kamu tidak berhak untuk membentak aku seperti itu." Tegas Ratna.
Alvin yang semakin emosi dengan Ratna, mulai mengepal kuat tangan kanannya. Mungkin akan ada sedikit pelajaran berbau fisik yang akan Ratna terima dari Alvin. Mengingat apa yang Ratna ucapkan jauh dari kata sopan sebagai seorang istri.
Benar saja, satu tamparan keras siap dilayangkan oleh Alvin untuk Ratna. Tetapi sebelum tangan Alvin itu menemui wajah Ratna, Devi berhasil menahan tangan Alvin tersebut. Dengan segera Devi melempar tangan Alvin itu dengan begitu kencangnya.
__ADS_1
Alvin tersungkur jatuh. Kepalanya membentur lantai dengan kerasnya. Bukannya menolong Alvin, Devi dan Ratna justru begitu senang melihat Alvin yang merintih kesakitan dengan kepalanya yang mulai bocor mengeluarkan darah.
"Syukurin kamu mas. Suruh siapa kamu mau kasar sama aku. Kamu kena batunya sendiri." Ucap Ratna dengan begitu senangnya.
Alvin terus meminta bantuan pada Devi dan Ratna. Dia benar-benar tak berdaya, sampai akhirnya Alvin pingsan. Melihat Alvin yang akhirnya tak sadarkan diri, baru Ratna dan Devi mulai panik. Keduanya takut terjadi hal buruk pada Alvin. Hingga Devi langsung mengecek kondisi nadi seorang Alvin.
Devi langsung bersyukur akan nadi Alvin yang masih berdenyut, walau sedikit melambat. Setidaknya Alvin tidak meninggal di tempat. Seperti ketakutan yang dialami oleh Ratna dan Devi.
Untuk membawa Alvin ke rumah sakit. Devi memanggil Ryan, dia meminta Ryan yang membawa Alvin ke rumah sakit. Sementara dirinya yang telah membuat Alvin tak sadarkan diri. Memilih untuk bersiap-siap menuju klinik.
Begitu juga dengan Ratna yang melanjutkan belanja online. Dia tak peduli dengan suaminya itu. Ratna mengatakan pada Ryan, jika Alvin terpeleset di lantai. Hingga kepalanya terbentur. Ratna meminta Ryan segera membawa Alvin ke rumah sakit, sebelum terjadi hal buruk padanya.
Ryan yang awalnya penuh tanya pada Devi dan Ratna. Dengan segera membopong tubuh Alvin ke dalam mobil. Lalu membawanya ke rumah sakit.
Sebelum membawa ke rumah sakit, Ryan sempat mengubungi Amasya terlebih dahulu. Mungkin Amasya bisa menjaga ayahnya tersebut. Mengingat Alvin butuh seseorang yang bisa merawatnya ketika di rumah sakit.
__ADS_1