
Baru sehari di hubungi oleh Rini. Rendi langsung berangkat dari kampung menuju rumah Juan. Kedatangan dari Rendi tak lain dan bukan adalah untuk mendaftar sebagai sopir pribadi dari Juan. Tempo hari Juan mencari seorang sopir pribadi yang bisa mengantar dirinya ke kantor. Begitu juga sebaliknya, dia pulang dari kantor.
Bell rumah berulang kali berbunyi dengan begitu kerasnya. Tapi tak ada yang membuka pintu gerbang rumah Juan. Pak Adhi yang merupakan satpam di rumah Juan sedang pergi ke toilet. Hingga tak ada yang mendengar bunyi bell rumah Amasya yang berada di gerbang rumah miliknya.
Tak mendapat respon dari pemilik rumah. Aksi nekat di lakukan oleh Rendi. Dia memanjat gerbang rumah Amasya. Aksi nekatnya itu langsung ketahuan pak Adhi yang baru selesai dari toilet. Pak Adhi memukul tubuh Rendi yang masih berada di atas gerbang. Pak Adhi meminta Rendi untuk turun, tapi pak Adhi terus memukuli tubuh Rendi dengan pentungan satpam. Hingga Rendi kesulitan untuk turun dari gerbang tersebut.
Keributan yang terjadi di depan gerbang rumah. Seketika membuat Amasya penasaran dengan yang terjadi di depan gerbang rumahnya. Dia segera menghampiri sumber keributan yang terjadi.
Amasya langsung meminta pak Adhi untuk berhenti memukuli tubuh Rendi. Terlebih Rendi ingin turun dari atas gerbang tersebut. Permintaan dari pak Adhi langsung di turuti oleh pak Adhi. Dia menghentikan aksinya tersebut. Membiarkan Rendi turun dari atas gerbang itu.
Namun saat Rendi akan turun dari gerbang rumah Amasya. Celana dia nyangkut di atas gerbang rumah. Akhirnya Rendi yang memaksa untuk turun dari gerbang itu, harus mengalami kesialan. Celana dia robek, begitu Rendi turun dari atas gerbang.
Pak Adhi dengan ketawa khasnya tertawa dengan begitu kerasnya. Begitu juga dengan Amasya yang tak dapat menahan tawa dengan robeknya celana Rendi itu. Apalagi saat celana pendek yang di kenakan oleh Rendi adalah celana bergambar kartun Spongebob. Itu tambah membuat Amasya dan pak Adhi tertawa dengan terbahak-bahak.
Rendi yang malu, langsung menyembunyikan robekan yang ada pada celananya. Tapi robekan itu cukup besar, tangan dia tak mampu menutupi seluruh robekan celana miliknya itu. Akhirnya Rendi meminta pada Amasya untuk izin berganti celana di toilet.
__ADS_1
Amasya sempat mengizinkan Rendi untuk masuk ke dalam toilet miliknya. Tapi pak Adhi yang masih ragu dengan Rendi. Meminta izin pada Amasya untuk mengawal Rendi. Bagaimana juga, Rendi orang asing. Hingga perlu pengawalan yang lebih.
Amasya mengizinkan pak Adhi untuk mengawasi Rendi selama di toilet. Dia memimpin Rendi menuju toilet rumah Amasya. Aksi pak Adhi itu tentu tak lepas dari ketakutan akan Rendi yang takut melakukan aksi kejahatan di rumah Amasya. Mengingat Rendi orang asing, jadi perlu kewaspadaan juga. Sekali pun tidak ada tampang kriminal dari seorang Rendi. Kewaspadaan tetap harus di lakukan oleh pak Adhi.
Hampir 5 menit mengganti celana jeans miliknya. Pak Adhi yang sudah jenuh menunggu Rendi selesai mengganti celana jeans itu. Terus menggedor pintu toilet tersebut. Pak Adhi meminta Rendi segera untuk mengganti celana jeans itu. Mengingat Rendi sudah menghabiskan waktu pak Adhi kurang lebih 5 menit.
Akhirnya Rendi selesai juga mengganti celana jeans yang robek tadi. Dengan celana jeans baru. Rendi terlihat begitu percaya diri.
"Sebenarnya kamu ke sini mau ngapain?" Tanya pak Adhi.
"Saya ingin bertemu dengan Rini, teman saya pak. Dia bilang, di tempatnya tinggal ada lowongan pekerjaan sebagai sopir. Oleh sebab itu saya ingin melamar pekerjaan sopir tersebut." Jawab Rendi dengan begitu jelasnya.
"Boleh-boleh." Jawab Rendi mengambil KTP di dalam dompet miliknya.
"Ini KTP saya." Rendi memberikan KTP miliknya pada pak Adhi.
__ADS_1
Begitu melihat asal daerah Rendi sama dengan Rini. Baru pak Adhi percaya jika Rendi bukan orang jahat. Dia adalah teman dari Rini. Dengan segera pak Adhi membawa Rendi menuju Amasya.
Amasya yang sedang santai di teras rumah bersama ayahnya. Langsung di kejutkan dengan kedatangan dari pak Adhi bersama Rendi. Amasya pikir, Rendi orang yang salah rumah. Sehingga dia nyasar, kemudian kembali pergi.
"Ada apa pak Adhi. Kok dia masih ada di sini?" Tanya Amasya bingung.
"Jadi dia ini adalah temannya dari Rini Bu Amasya. Dia ke sini ingin melamar pekerjaan sebagai sopir pribadi dari pak Juan." Jawab pak Adhi.
"Oh jadi kamu yang Rini maksud bisa menyetir itu. Ok nanti saya kenalkan kamu sama suami saya. Tapi dia sedang bekerja." Ucap Amasya.
"Baik Bu terima kasih." Balas Rendi yang terlihat mengagumi rumah besar milik Amasya.
"Siapa nama kamu?" Tanya Amasya.
"Nama saya Rendi Bu." Jawab Rendi.
__ADS_1
"Nama saya Amasya, ini adalah ayah saya. Sedangkan satpam itu adalah pak Adhi." Amasya memperkenalkan semuanya.
Sudah saling mengenal, Amasya membawa Rendi untuk beristirahat di kamar tamu. Untuk sementara Rendi akan beristirahat di sana. Sampai keputusan Rendi akan di tentukan oleh Juan. Apakah dia akan di terima oleh Juan, atau sebaliknya. Sehingga semua keputusan akan berada di tangan Juan.