Di Paksa Childfree

Di Paksa Childfree
Ratna Membawa Makanan


__ADS_3

Untuk kali pertama, Ratna akhirnya mau untuk pergi ke pasar bersama Sopia untuk membeli bahan-bahan makanan. Mengapa Ratna tidak ke supermarket? Jelas saja, sejak Alvin sakit. Semua uang belanja bulanan dari Ratna sudah tidak ada lagi. Sebelum Alvin sakit, Alvin sudah mewasiatkan setiap pendapatan dari Alvin di perusahaannya, masuk ke rekening seorang Amasya. Otomatis, Ratna sudah tidak memiliki pendapatan bulanan dari Alvin.


Untuk kembali mendapatkan hati seorang Alvin, Ratna mencoba membawakan Alvin makanan. Oleh sebab itu Ratna rela pergi ke pasar untuk membeli bahan makanan. Mungkin hari ini Ratna akan memasak makanan yang lezat untuk Alvin. Sebenarnya Ratna sadar, Alvin tentu tidak akan makan makanan yang dia bawa. Tapi dengan makanan itu, mungkin Alvin akan lebih yakin lagi akan keseriusan dari Ratna yang ingin berubah menjadi lebih baik lagi.


Sudah mendapatkan bahan makanan yang di inginkan. Ratna dan Sopia segera kembali ke rumah untuk membuat masakan yang lezat tersebut. Kali ini Ratna menurunkan egonya yang tinggi. Dia mau untuk terjun ke dapur untuk memotong bahan makanan atau bumbu dapur yang tersedia. Selama ini Ratna mana mau untuk terjun langsung ke dapur. Dia enggan untuk masak di dapur. Tak heran Ratna tidak tahu cara motong bumbu dapur yang benar.


Hasilnya Ratna pun harus mengalami nasib sial. Saat dia ingin mengiris bawang, jari tangan kanan Ratna terpotong. Untung tidak sampai putus, walaupun luka robeknya itu cukup besar. Tapi masih bisa terselamatkan dengan baik oleh sebuah plester.


Trauma dengan lukanya itu, Ratna langsung memilih untuk tidak kembali melanjutkan masaknya. Dia meminta Sopia untuk melanjutkan masak. Sementara Ratna memilih untuk beristirahat di kamarnya. Tentu sambil mengeringkan lukanya yang cukup besar tersebut.


Tidak seperti ketika bersama Ratna yang yang cukup menghambat Sopia ketika memasak. Begitu sendiri saja, Sopia memasak dengan begitu cepatnya. Hingga dia memasak dengan begitu baik. Tanpa di ganggu oleh Ratna yang hanya memperlambat Sopia saja. Sopia mempertanyakan sosok Ratna yang tidak bisa memasak sama sekali. Sebuah potret yang cukup miris.


Begitu semua masakan itu sudah jadi. Baru Ratna menampakkan kembali batang hidungnya ke dapur. Dia melihat hasil masakan dari Sopia. Ratna memuji masakan Sopia yang beraroma lezat tersebut. Hingga Ratna begitu suka dengan rasa lezat dari makanan yang di buat oleh Sopia. Menurut Ratna, Sopia adalah seorang asisten rumah tangga yang cukup baik dalam memasak makanan. Hingga Ratna layak memuji setiap masakan yang di buat oleh Sopia.

__ADS_1


Begitu masakan itu sudah di buat, kini saatnya Ratna mengganti pakaiannya. Dia bersiap untuk mendatangi kediaman Amasya, dimana Alvin tinggal saat ini. Dengan makanan ini, tentu Alvin dan Amasya akan luluh dengan usaha dari Ratna. Apalagi melihat tangan Ratna yang terluka, sudah pasti Amasya akan bersedih melihat jari tangan ibu tirinya terluka. Pun dengan Alvin yang mungkin akan menangis saat melihat jari tangan istrinya terluka oleh pisau. Ratna tak sabar melihat ekspresi dari anak dan suaminya tersebut.


Diantar oleh Ryan, Ratna terus membayangkan rencananya itu akan berjalan mulus. Berjalan sesuai ekspektasi dari Ratna yang tinggi. Sehingga ini akan jadi pintu gerbang bagi Ratna dalam mendapatkan perhatian dari Alvin dan Amasya kembali.


Setibanya di rumah Amasya, tanpa mengetuk pintu atau mengucap salam. Ratna langsung masuk kedalam rumah Amasya. Tidak banyak orang di dalam rumah Amasya. Hanya ada Parni yang sedang mengepel kamar Amasya.


"Dimana Amasya?" Tanya Ratna pada Parni.


"Dia tadi pergi ke salon katanya." Jawab Parni dengan begitu cuek.


"Mas Juan?" Tanya Parni balik.


"Suami saya, bodoh banget sih kamu!" Jawab Ratna menggerutu.

__ADS_1


"Pergi sama si pembantu sialan itu. Tidak tahu mereka pergi kemana." Ucap Parni dengan kesalnya.


Ratna begitu kesal saat mendengar Alvin pergi bersama Darmi. Ratna mencium dari gelagat seorang Darmi yang hendak mendekati suaminya tersebut. Dia begitu terlihat menyukai seorang Alvin. Padahal Darmi tahu, Alvin adalah suami dari Ratna. Itu yang membuat Ratna begitu kesal pada Darmi atas tindakannya tersebut.


Ratna yang menjinjing sebuah rantang makanan untuk Alvin. Dengan segera pergi untuk mencari Alvin di sekitar taman. Mungkin saja Alvin berada di sana. Sebab Darmi kerap membawa Alvin menuju taman di dekat komplek rumah Amasya.


Benar saja dugaan dari Ratna, Darmi dan Alvin berada di taman. Darmi nampak mengajak ngobrol Alvin yang tentu tidak bisa bicara secara jelas. Namun Darmi dengan usaha kerasnya, berusaha terus berkomunikasi dengan Alvin secara baik.


Ratna yang kesal pada Darmi, langsung menarik tubuh Darmi untuk menjauh dari Alvin. Selain itu, Ratna juga meminta Darmi untuk pergi dari hadapan seorang Ratna. Dia ingin berduaan bersama suaminya tersebut. Hingga Darmi di minta untuk pergi menjauh, demi membuat Ratna dan Alvin berduaan bersama.


Darmi menolak apa yang Ratna minta, dia enggan untuk pergi dari hadapan Ratna. Sebab Darmi sudah di amanatkan oleh Amasya untuk menjaga Alvin sebaik mungkin. Sehingga Darmi tidak boleh jauh-jauh dari Alvin. Apalagi sampai meninggalkan Alvin bersama Ratna. Itu hal yang tidak boleh di lakukan oleh Darmi.


Ratna meradang, hingga dia harus mengeluarkan kata-kata kasar pada Darmi. Namun Darmi tetap pada pendiriannya sejak awal. Dia menolak untuk meninggalkan Alvin bersama dengan Ratna. Darmi hanya mengikuti perintah seorang Amasya. Itu saja yang dia lakukan.

__ADS_1


Akhirnya Ratna menyerah, dia tetap membiarkan Darmi untuk berada di dekatnya. Namun Darmi tidak mendapatkan kesempatan untuk berdekatan dengan Alvin. Sebab Alvin kini benar-benar ada dalam jangkauan seorang Ratna. Hingga Darmi tidak memiliki kesempatan sedikit pun untuk dapat berdekatan dengan Alvin.


Alvin sendiri bukannya bahagia akan kedatangan dari Ratna dengan sebuah rantang berisi makanan yang dia bawa. Alvin justru semakin membenci Ratna dengan kata-kata kasar yang keluar dari mulutnya. Mulut Ratna semakin kotor dengan kata-kata kasar yang keluar. Hingga tak heran, Alvin begitu membenci Ratna dengan perkataannya tersebut.


__ADS_2