
Mengucapkan kalimat bismillah sebelum masuk ke kamar perawatan seorang Amasya. Juan perlahan membuka pintu kamar perawatan Amasya dengan begitu percaya diri. Tidak ada kesedihan yang menjeratnya. Juan masuk dengan perasaan penuh percaya diri. Mungkin energi positif dari seorang Juan bisa di salurkan pada Amasya saat ia bertemu dengan Amasya secara langsung.
Amasya nampak masih begitu terpukul dengan keguguran yang di alami oleh dirinya. Dia terlihat masih cukup bersedih dengan apa yang terjadi pada dirinya. Hingga Amasya masih terlihat begitu murung di atas ranjang.
Juan yang sudah mulai nampak jauh lebih percaya diri. Mencoba membuat Amasya kembali semangat seperti dirinya. Juang mengelus wajah Amasya. Sebelum akhirnya mencium kening Amasya dengan begitu lembutnya. Dia benar-benar ingin menyalurkan energi positif yang dia miliki untuk Amasya. Hingga Amasya bisa bangkit kembali sama seperti yang Juan lakukan.
__ADS_1
"Aku harap kamu bisa segera move on dari semua yang terjadi pada kita. Ini ujian buat kita. Mungkin Tuhan sudah menyiapkan sebuah kejutan lain untuk kita di masa mendatang. Jika ini yang terbaik, mana mungkin Tuhan ambil untuk kita. Tuhan punya rencana lain untuk kita berdua sayang." ucap Juan dengan begitu lembutnya.
Amasya yang terlihat masih cukup bersedih mulai sedikit tersenyum mendengar sebuah kalimat motivasi yang Juan berikan. Juan jarang mengatakan kalimat motivasi, sehingga Amasya begitu terkejut mendengar Juan mengatakan kalimat motivasi yang cukup menyentuh kedalam hatinya.
"Kamu habis dari mana, bisa bijak kayak Mario Teguh seperti ini." balas Amasya menggenggam tangan kanan Juan.
__ADS_1
Melihat Juan sudah kembali ceria seperti sediakala. Sudah seharusnya Amasya juga harus segera meninggalkan kesedihan yang di alami oleh dirinya. Tidak ada untungnya bagi Amasya untuk selalu bersedih dengan semua yang ada. Amasya harus ikhlas dengan kenyataan pahit yang dia terima. Semuanya adalah rencana Tuhan yang sudah di buat untuk Amasya. Amasya sudah seharusnya menerima dengan ikhlas. Sama seperti yang Juan lakukan. Bukan terus bersedih dengan semua takdir yang Tuhan berikan.
Dari kesedihan yang Amasya perlihatkan, dia mulai sedikit melupakan dengan sebuah senyuman. Amasya berusaha tersenyum seperti yang Juan perlihatkan kepada dirinya. Walaupun masih belum sepenuhnya Amasya lupakan. Namun perlahan Amasya mulai sedikit bisa lebih tenang dengan kondisi yang ada.
"Benar juga apa yang kamu bilang. Kita harus ikhlas, kita tidak harus terus ada di hari ini. Masih ada hari-hari kedepan yang penuh dengan berkat. Kita harus mulai melupakan semua kesedihan di hari ini. Mungkin dengan begini, kita bisa lebih baik lagi di hari mendatang." ucap Amasya dengan begitu bijaknya.
__ADS_1
Juan kembali mencium kening Amasya. Dia mengelus lembut rambut Amasya kembali. Kemudian memberikan sebuah senyuman manis pada Amasya. Juan menuruti saran dari Delfira. Mengingat cara-cara itu bisa di gunakan Juan untuk terus memotivasi Amasya. Para suami d harus tahu cara terbaik dalam menghibur istrinya. Apalagi dengan kondisi seperti yang Amasya rasakan. Mungkin dengan cara seperti itu, Amasya akan semakin lebih baik lagi. Terbukti dengan senyuman yang mulai terlukis manis di wajah Amasya.