
Ibu Juan langsung pingsan saat mendengar kabar dari Juan akan keguguran dari Amasya. Dia tak mampu menyembunyikan kesedihannya. Mengingat bayi dalam kandungan Amasya adalah calon cucu pertamanya. Hingga rasa senang yang bercampur syukur terus di panjatkan.
Namun mendengar kabar keguguran dari Amasya itu sendiri, langsung membuat ibu Juan sok berat. Beberapa menit tak sadarkan diri, sebelum akhirnya dia kembali siuman untuk segera pergi ke rumah sakit bersama suaminya.
Kedua orangtua Juan tersebut langsung mendatangi rumah sakit tempat Amasya di rawat. Dengan wajah penuh kesedihan, keduanya mencari kamar perawatan Amasya. Mereka ingin segera menemui Amasya dan Juan. Mencari tahu penyebab keguguran yang di alami oleh Amasya.
Tanpa mengetuk pintu kamar terlebih dahulu. Ibu Juan itu langsung membuka pintu kamar perawatan dari Amasya. Juan terlihat sedang menyuapkan sarapan pagi pada Amasya. Kedua orangtua Juan langsung menghampiri Juan dan Amasya.
__ADS_1
"Apa yang terjadi sayang?" tanya ibunya terlihat panik.
"Seperti yang Juan katakan di telepon tadi Mah. Amasya mengalami keguguran." jawab Juan dengan begitu sedihnya..
Ibunya kembali hampir terjatuh. Dia seakan tak percaya dengan kondisi yang di alami oleh Amasya. Keguguran, tentu bukan hal yang mudah bagi Amasya. Apalagi ini adalah calon anak pertama bagi Juan dan Amasya. Hingga mungkin rasa kehilangan akan terus membayangi pikiran Amasya dan Juan.
Melihat ibu mertuanya yang hampir jatuh pingsan. Amasya langsung menangis, dia merasa menjadi menantu yang gagal. Sebab dia tidak mampu menjaga cabang bayi yang ada di perutnya. Hingga Amasya mengalami keguguran.
__ADS_1
Juan yang tak ingin Amasya menyalahkan dirinya sendiri. Langsung mencoba menenangkan Amasya. Juan mengatakan jika semuanya bukan kesalahan dari Amasya. Ini semua adalah takdir. Jadi Amasya tidak harus menyalahkan dirinya sendiri.
Robi sebagai ayah mertua dari Amasya, juga tak ketinggalan untuk memberikan suntikan motivasi pada Amasya. Mungkin dengan suntikan motivasi yang di berikan oleh Robi pada Amasya. Amasya akan kembali kuat lagi. Mengingat Amasya yang masih terpukul akan kehilangan bayi dalam kandungannya tersebut.
Berbeda dengan Robi yang terlihat ikhlas dengan kehilangan calon cucu pertamanya itu. Nita yang merupakan ibu mertua dari Amasya, justru berkata lain. Dia menyudutkan Amasya yang di anggap gagal dalam menjaga bayi dalam kandungannya sendiri. Terlebih dahulu Amasya ngotot untuk tidak langsung berhenti dari pekerjaannya sebagai seorang guru. Padahal saat itu Amasya sedang hamil muda. Mungkin dari sana yang membuat kandungan Amasya lemah. Itu yang ada di pikiran seorang Nita.
Mendengar ucapan dari ibu mertuanya, Amasya semakin terpukul. Dia merasa semakin menjadi tokoh yang membuat calon bayi dalam kandungannya tersebut keguguran. Hingga Amasya yang mulai menangis hebat, meminta maaf yang sebesar-besarnya pada seorang Nita.
__ADS_1
Juan dan Robi mengutuk sikap Nita yang begitu arogan. Baginya apa yang Nita katakan tentu tidak mendasar. Amasya telah keluar dari pekerjaannya sebagai seorang guru. Jadi tidak ada yang harus di persoalkan kembali. Belum lagi ini adalah takdir yang harus di jalani oleh Amasya. Sehingga Nita seharusnya tidak mengatakan hal demikian pada Amasya.
Robi dan Juan sama-sama membela Amasya. Hingga Nita merasa tersudut oleh pembelaan daripada Robi dan Juan pada Amasya.