
Kalimat penutup yang diucapkan oleh Mia selaku MC menjadi penutup rangkaian acara dari resepsi pernikahan dari Amasya dan Juan. Para tamu undangan pun sudah tak nampak lagi di tempat resepsi. Meninggalkan keluarga inti dari Juan dan Amasya yang kebetulan menginap di hotel.
Sebuah kamar hotel yang telah disiapkan untuk Juan dan Amasya nampak begitu indah. Dihiasi bunga, serta pernak-pernik lainnya yang membuat suasana kamar semakin romantis. Juan dan Amasya bisa tidur dengan nyenyaknya.
Amasya dan Juan yang baru mengenal selama satu bulan, nampak masih canggung. Amasya meminta izin pada Juan untuk mengganti gaun sisa resepsi pernikahannya di dalam toilet kamar hotel. Amasya masih malu-malu dengan kehadiran Juan dihadapannya. Walaupun sebulan terakhir kedekatan mereka cukup intensif.
Juan dengan sengaja menggoda Amasya. Dia meminta Amasya untuk mengganti gaunnya di dalam kamar hotel saja. Tidak harus mengganti di kamar mandi. Juan bebas melihat semua yang ada didalam tubuh Amasya. Sebab Juan sekarang adalah suami dari Amasya.
Tak salah apa yang diucapkan oleh Juan. Kini Amasya adalah istri dari Juan. Sehingga Juan bisa bebas melihat semua yang ada di tubuh Amasya. Tapi Amasya yang sedikit lugu, nampak masih malu-malu untuk bersifat terbuka pada Juan. Hingga Amasya nampak begitu malu untuk mengganti pakaiannya dihadapan Juan.
Bukannya menenangkan sedikit rasa malu-malu dari Amasya. Juan malah sengaja mengganti pakaian sisa resepsinya dihadapan Amasya. Pertama Juan melepaskan satu persatu kancing jas yang dikenakan olehnya. Sehingga Juan hanya berselimutkan kaos dalam tipis berwarna putih dengan celana bahan panjang.
Tak sampai disitu, Juan juga mulai membuka sabuk. Dilanjutkan melepaskan kancing yang mengikat celana panjangnya. Sebelum menarik kebawah resleting celananya untuk melepaskan celana panjang.
Deg-deg ser jantung Amasya melihat Juan yang hanya berpakaian kaos dalam dengan celana pendek diatas lutut. Jantung Amasya dibuat semakin berdebar-debar melihat suaminya tersebut berganti pakaian dihadapannya.
Juan tersenyum. Kemudian memegang kedua pundak Amasya.
__ADS_1
"Kita sudah jadi suami istri. Jadi tidak ada yang harus dibuat untuk jadi ragu-ragu, apalagi malu. Kita sudah Syah secara hukum negara dan Agama. Jadi jangan malu." Goda Juan.
"I-I-Iya Juan. Aku cuman ingin ganti pakaian sambil sedikit membersihkan sisa make up yang masih menempel di wajah." Ujar Amasya.
"Ok. Kalau begitu. Aku kasih waktu 15 menit untuk kamu mengganti pakaian sambil membersihkan wajah kamu. Sebab aku sudah tidak sabar untuk itu." Juan kembali menggoda Amasya.
Amasya terkejut. Tetapi itu hal yang wajar yang akan dilakukan pasangan suami istri. Mereka akan berhubungan badan selayaknya suami istri.
"Baik Juan. Aku akan secepatnya mengganti pakaianku." Janji Amasya.
Hah.. Hah.. Hah... Napas ngos-ngosan Amasya kala memasuki ruangan kamar mandi. Dia akhirnya bisa melepas sedikit ketegangan dari momen yang baru pertama kali dialaminya.
Amasya bercermin. Dia mencoba meyakinkan dirinya untuk percaya diri. Sehingga bisa menjalankan tugasnya sebagai istri dari Juan sesuai dengan harapan dari Juan. Walaupun Amasya tidak memiliki pengalaman sama sekali.
Amasya tetap bercermin sambil melepaskan gaun pengantin yang masih membungkus tubuhnya. Mengganti gaun tersebut dengan sebuah lingerie tipis berwarna emas. Sebuah celana pendek berwarna senada, semakin menambah keseksian dari tubuh Amasya. Sebuah godaan baru yang tentu langsung menggoyahkan iman seorang Juan.
Tak harus menunggu hingga 15 menit. Amasya pun selesai mengganti gaun pengantinnya. Masih sedikit deg-degan dengan momen yang mungkin menjadi yang pertama kali dilakukan dengan Juan nantinya. Amasya kembali menuju ranjang menemui Juan.
__ADS_1
Tetapi Amasya dibuat terkejut. Juan mempersiapkan dua piring nasi dengan beragam lauk diatas ranjang mereka. Dua gelas air putih juga telah disiapkan oleh Juan disamping kasur. Juan ingin mengajak Amasya makan bersama.
"Jadi kita tidak melakukan itu?" Tanya Amasya dengan polosnya.
"Melakukan apa?" Tanya balik Juan dengan menggoda.
"I-I-I-Itu pokoknya." Jawab Amasya kebingungan.
"Sudah, sekarang mending kita makan dulu saja." Ajak Juan.
Amasya naik keatas kasur. Kemudian langsung disodorkan salah satu piring berisi makanan tersebut.
"Aku tahu kamu belum makan malam, sebab kamu harus melayani banyak tamu undangan. Oleh sebab itu kita makan terdahulu. Supaya kita bisa tidur nyenyak." Ujar Juan.
Amasya mengangkat piring itu. Kemudian mulai menyantap makanan yang ada di piring tersebut.
Bayangan Amasya akan malam pertama yang dihabiskan dengan berhubungan badan ternyata salah. Sangat tidak baik untuk melakukan hubungan badan, usai resepsi yang cukup panjang. Badan yang lelah, rentan membuat hubungan badan tidak maksimal. Hasilnya, hubungan badan pun tidak berkualitas seperti yang diharapkan masing-masing pasangan.
__ADS_1