Di Paksa Childfree

Di Paksa Childfree
Resepsi Pernikahan Amasya dan Juan


__ADS_3

Ijab qobul usai digelar. Kini giliran menunggu waktu untuk merayakan resepsi pernikahan yang akan dimulai dari jam 4 sore. Dengan segala persiapan yang telah ada. Baik dari keluarga Amasya, maupun Juan sudah siap menyambut para tamu undangan yang akan memberikan doa pada pernikahan Amasya dan Juan.


Sebuah gaun pengantin cantik berwarna putih telah terpajang di ruang make up. Gaun cantik yang berlapiskan berlian itu akan membuat Amasya tampil anggun dan cantik. Amasya yang sedang dirias oleh seorang perias, sesekali mencuri pandang untuk melihat gaun cantik tersebut. Dirinya tak bisa membayangkan betapa cantik penampilannya kala mengenakan gaun tersebut. Sehingga Amasya tak sabar untuk segera mengenakan gaun tersebut.


Diruang rias yang sama dengan Amasya, Juan yang telah Syah secara agama dan negara menjadi suami Amasya. Tak henti menciumi tangan Amasya yang duduk disampingnya. Juan begitu bahagia menjadi suami dari seorang Amasya. Dimana Juan merasa menjadi orang paling beruntung, sebab dapat memiliki seorang perempuan cantik seperti Amasya.


Tak hanya Amasya dan Juan yang sedang dirias. Di ruangan lain, Ratna juga cukup heboh berdandan. Dirinya tak ingin kalah cantik dari para tamu undangan yang akan menghadiri resepsi pernikahan Amasya dan Juan. Ratna yang ditemani oleh Devi, berulang kali meminta saran pada Devi akan penampilannya. Sehingga Devi bosan mengatakan kata yang sama untuk penampilannya malam ini.


Devi yang masih belum ikhlas melihat Juan menikah dengan Amasya. Tak begitu antusias dengan resepsi pernikahan yang akan segera dimulai tersebut. Devi tak seheboh ibunya untuk berdandan. Dengan make up alakadarnya, Devi terlihat benar-benar tidak antusias dengan pernikahan Amasya dan Juan.


Pukul 4 sore tiba, dimana Mia yang bertugas menjadi master of ceremony atau MC memanggil dua mempelai untuk masuk kedalam ruangan resepsi. Disambut tepuk tangan para tamu undangan yang hadir. Juan yang menggandeng tangan Amasya, begitu gagah melangkah menuju kursi pelaminan. Senyuman kebahagiaan juga tak lepas dari wajah Amasya. Dirinya begitu bahagia kala berjalan bergandengan dengan Juan menuju kursi pelaminan.

__ADS_1


Gaun cantik berwarna putih yang dipakai Amasya begitu membuat Amasya terlihat anggun. Senyuman manisnya kala menyapa semua tamu undangan yang hadir, begitu menjadi candu. Sebuah senyuman manis yang tak bisa dilupakan.


Juan yang berbadan tegap serta memiliki postur yang mumpuni. Bersanding cantik dengan Amasya. Keduanya menjadi pasangan serasi yang begitu elok saat berada diatas pelaminan.


Acara resepsi pun dibuat haru diawal. Kala Mia memanggil kedua orangtua masing-masing mempelai keatas kursi mempelai. Kedua orangtua Juan duduk disamping kursi Juan duduk. Sementara kedua orangtua Amasya duduk disamping Amasya.


Mia yang mengawal acara, memberikan instruksi pada Juan dan Amasya untuk melakukan prosesi sungkeman pada kedua orangtua masing-masing terlebih dahulu. Setelah itu, baru sungkeman pada mertua mereka masing masing-masing.


Pun demikian dengan Juan yang tak bisa menahan air matanya untuk terjatuh. Juan banyak mengucapkan terima kasih pada kedua orangtuanya yang telah membesarkan Juan, hingga di titik ini. Juan begitu bersyukur akan perjuangan yang telah dilakukan oleh kedua orangtuanya.


Semua tamu undangan dibuat menangis juga. Mereka tak bisa menahan air mata mereka juga. Begitu tulusnya Juan dan Amasya kala melakukan prosesi sungkeman pada orangtua mereka berdua. Hingga dapat menyentuh hati para tamu undangan yang hadir.

__ADS_1


Usai berderai air mata dengan prosesi sungkeman. Kini acara resepsi pernikahan dilanjutkan dengan dansa romantis yang bakal dilakukan oleh Amasya dan Juan. Diiringi lagu romantis dari salah satu band Indonesia. Keduanya telah berada di panggung yang dipersiapkan untuk melakukan dansa tersebut.


Tangan Juan telah berada di pinggang ramping Amasya. Begitu pun dengan tangan Amasya yang telah melingkar mesra dileher Juan. Keduanya bersiap untuk melakukan dansa dengan iringan musik dari band yang ada.


Begitu musik dinyalakan, langkah kaki Juan dan Amasya mulai mengikuti setiap alunan musik yang ada. Kedua mata keduanya saling menatap. Juan menatap tajam mata Amasya yang bulat indah. Sementara Amasya sesekali malu kala Juan menatapnya dengan begitu mesra.


Serasinya pasangan Amasya dan Juan kala melakukan dansa. Turut mendapat tepukan tangan dari para tamu undangan. Mereka dibuat baper dengan dansa yang dilakukan oleh Juan dan Amasya. Terlebih dengan ciuman mesra yang dilakukan oleh Juan dan Amasya, diakhir dansa. Semakin membuat suasana romantis itu tercipta dengan begitu indahnya.


Dansa pun berakhir, kini giliran para tamu undangan yang hadir memberikan selamat pada Juan dan Amasya. Satu persatu para tamu undangan yang hadir menyalami Juan dan Amasya diatas panggung. Mereka memberikan selamat atas pernikahan keduanya.


Tidak dengan Devi yang belum bisa menerima pernikahan Amasya dan Juan. Dirinya menolak memberikan selamat pada Amasya dan Juan. Devi lebih memilih pulang lebih awal, dari tamu yang lainnya.

__ADS_1


Tidak dengan Rehan yang tetap menunjukkan sikap dewasanya. Rehan yang datang telat, tetap memberikan selamat pada Amasya dan Juan. Walaupun dalam hatinya, masih terasa sakit. Tetapi Rehan tetap berusaha tegar untuk menerima kenyataan yang ada. Sebab ini adalah jalan yang telah diberikan oleh Tuhan untuk hidupnya.


__ADS_2