Di Paksa Childfree

Di Paksa Childfree
Darmi Melaporkan Aksi Dari Parni


__ADS_3

Amasya mencatat daftar barang yang akan di beli olehnya di bulan ini. Beberapa bahan pokok yang harus Amasya penuhi, tentu tidak boleh terlewat. Bahan-bahan pokok seperti beras, gula serta cemilan. Tak luput dari daftar belanja bulanan seorang Amasya.


Pertama Amasya mendatangi dapur untuk melihat sisa stok beras yang ada di dapurnya. Masih ada setengah karung besar. Hingga untuk bulan ini mungkin Amasya tidak akan terlalu banyak membeli beras. Mengingat masih ada stok beras yang ada di dapurnya.


Perjalanan selanjutnya tentu adalah freezer miliknya. Di dalam freezer itu tersimpan banyak bahan makanan yang tentu sudah di simpan Amasya untuk sebulan. Ada buah-buahan, telur serta bahan makanan lainnya. Saat Amasya pikir bahan makanan yang ada di freezer miliknya masih cukup. Mungkin Amasya akan belanja bahan makanan lain yang bisa menjadi opsi makan di keluarganya.


Perjalanan Amasya berlanjut ke lemari pendingin di dekat dapurnya. Biasanya Amasya menyimpan beberapa snack yang sengaja dia beli untuk di makan setiap waktu senggang tiba.


Namun Amasya langsung terkejut, begitu melihat isi lemari pendingin miliknya. Beberapa snack yang menjadi favorit Amasya telah hilang. Amasya mencoba mengingat apakah dia telah memakan snack tersebut. Tapi Amasya tak menemukan ingatan dari dirinya yang memakan snack tersebut. Hingga Amasya mulai berpikiran negatif pada orang-orang yang ada di rumahnya.


Tapi siapa yang memakan snack sebanyak itu? Padahal di beberapa hari sebelumnya snack itu masih tersusun rapi di dalam lemari pendingin. Mana mungkin snack itu di makan oleh satu orang sekaligus.


Amasya sempat memanggil Rini. Mungkin Rini memakan beberapa snack yang sengaja Amasya simpan untuk dirinya. Rini yang sempat sibuk mengerjakan tugas, langsung mendatangi Amasya.

__ADS_1


"Ada apa mbak?" Tanya Rini.


"Ini Rin, jadi beberapa hari yang lalu mbak lihat snack di lemari pendingin ini masih banyak. Tapi sekarang, kok jadi gak ada. Apa kamu memakannya Rin?" Tanya balik Amasya.


"Perasaan Rini belum pernah mbak makan Snack di sana. Ini aja Rini baru tahu, kalau lemari pendingin itu ada snacknya." Jawab Rini.


"Siapa yah yang makan snack-snack tersebut. Padahal snack itu sengaja mbak simpan di sini. Jadi kalau mbak lagi santai, bisa nikmati snack yang ada." Lanjut Amasya.


"Sepertinya Juan tidak. Soalnya dia semalaman sama aku. Dia tidak makan apa-apa." jawab Amasya.


"Terus siapa yang makan semua snack-snack itu?" Tanya Rini bingung.


Darmi yang kebetulan akan masuk ke dalam dapur. Langsung di mintai keterangan oleh Amasya. Mungkin Darmi tahu orang yang telah mengambil beberapa snack milik Amasya.

__ADS_1


"Bi Darmi sini dulu." Pinta Amasya.


"Ada apa mbak Amasya?" Tanya Darmi menghampiri Amasya.


"Bibi tahu siapa orang yang telah mengambil snack saya?" Tanya Amasya.


Darmi langsung bingung untuk menjawab pertanyaan dari Amasya. Darmi tahu orang yang telah mengambil snack dari Amasya itu. Tapi mana mungkin Darmi berani untuk mengatakan jika Parni adalah pelaku utama dari snack tersebut.


"Bi Darmi kenapa diam, mbak Amasya nanya sama bibi." Hentak seorang Rini.


"Apa yang harus aku bilang. Mana mungkin aku bilang pelakunya adalah Parni. Mungkin dia akan marah besar padaku." Ucap Darmi di dalam hatinya.


"Bi...." Kejut Amasya.

__ADS_1


__ADS_2