
Datang dengan pakaian yang super seksi ke rumah Amasya. Kedatangan Ratna sempat menghebohkan seisi rumah Amasya. Penampilan seksinya terlihat tidak pantas dengan usia dari Ratna yang hampir menginjak 50 tahun.
Tak hanya pakaian minim yang Ratna kenakan. Seperti biasa, penampilan menor dengan alat make yang tebal. Juga tak luput menghiasi wajah seorang Ratna. Bukannya terlihat cantik, Ratna justru malah terlihat aneh dengan penampilan darinya tersebut. Hingga orang-orang yang melihat Ratna nampak begitu aneh.
Darmi yang pertama kali menjumpai Ratna tepat di depan pintu rumah Amasya. Terlihat heran dengan penampilan Ratna yang mirip remaja puber. Dia seolah remaja yang sedang pubertas dengan rasa ingin tahu yang tinggi. Tak heran penampilan super minim serta menor di perlihatkan oleh Ratna.
"Kenapa kamu lihat saya seperti itu?" tanya Ratna dengan tatapan sinisnya.
"Tidak ada Bu." jawab Darmi sedikit menunduk.
"Mana Amasya dan Juan?" tanya Ratna kembali.
"Mbak Amasya masih terbaring di atas ranjangnya. Sementara mas Juan sedang mengerjakan tugas kantornya di ruang miliknya." jawab Darmi semakin ketakutan.
Tanpa di permisi terlebih dahulu pada Darmi. Ratna melenggang masuk ke dalam rumah Amasya. Dia lalu duduk di sofa, di ruang tamu. Dengan menyilangkan kaki kanannya ke atas kaki kirinya. Pose yang di anggap Ratna sebagai pose cantik itu, ingin di tunjukkan oleh Ratna sebagai pose yang menggoda bagi Alvin. Hingga mungkin saja Alvin akan tergoda dengan pose yang Ratna tunjukkan tersebut.
Darmi yang hendak kembali ke dapur, di minta Ratna untuk membuatkan Ratna minuman. Mungkin jus jeruk sepertinya segar untuk di minum di siang ini. Ratna pun meminta Darmi membuatkan dirinya jus jeruk dengan es yang banyak.
__ADS_1
Tak harus memanggil Juan dan Amasya. Ratna akhirnya bertemu dengan Juan dengan sendirinya. Juan yang hendak membelikan Amasya buah-buahan segar di mini market. Tanpa sengaja melihat Ratna yang sedang duduk di sofa miliknya. Juan dengan segera menghampiri ibu mertuanya tersebut.
"Mama. Ada apa mama datang kesini?" tanya Juan dengan begitu bingungnya.
Ratna yang awalnya duduk dengan pose cantiknya. Perlahan mengubah posisinya menjadi berdiri. Sama seperti Juan yang juga berada pada posisi berdiri.
"Eh Juan, tujuan mama datang kesini ini melihat kembali kondisi Amasya. Selain itu Mama ingin menyambung silaturahmi saja dengan Juan dan Amasya." ucap Ratna dengan begitu manisnya.
Juan yang mencium gelagat aneh pada Ratna. Tidak langsung percaya begitu saja pada Ratna. Ada sesuatu hal yang Ratna sembunyikan. Sehingga dia terlihat begitu aneh di siang ini. Tidak mungkin tujuan Ratna datang ke rumah Juan hanya untuk menjenguk kembali Amasya. Pasti ada maksud lain yang hendak di tuju oleh Ratna. Juan pun terpikir akan hal tersebut.
Meskipun Juan menyimpan rasa curiga pada seorang Ratna. Juan sebagai tuan rumah yang baik. Tetap menawarkan Ratna untuk minum. Mungkin segelas air bisa membuat tenggorokan Ratna sedikit basah. Tak hanya itu, Juan juga meminta Ratna untuk kembali duduk di sofa. Sementara dirinya izin untuk pergi menuju mini market, untuk membeli buah-buahan untuk Amasya.
Baru akan memanggil Darmi. Juan langsung di kejutkan dengan kedatangan Darmi yang membawa nampan berisi segelas jus jeruk segar. Melihat Darmi sudah membawakan Ratna minum. Juan pun tidak harus meminta Darmi membuatkan minuman lagi untuk Ratna. Semuanya sudah di buat oleh Darmi dengan begitu baiknya. Hingga Juan bisa segera untuk pergi menuju mini market.
Sikap manis Ratna, seketika berubah saat Juan pergi meninggalkan rumah. Darmi yang membuat jus jeruk tanpa es. Langsung di maki Ratna dengan begitu kasarnya. Beberapa kalimat kotor diucapkan oleh Ratna pada Darmi. Hingga Darmi begitu ketakutan dengan makian yang dilontarkan oleh Ratna kepada dirinya.
Darmi pun dengan segera meminta maaf pada Ratna. Dia juga segera mengambil batu es yang di minta oleh Ratna. Beberapa bongkah batu es langsung Darmi ambil untuk membuat jus jeruk dari Ratna semakin segar.
__ADS_1
Namun Ratna yang kadung marah pada Darmi. Menolak akan usaha dari Darmi untuk membawakan Ratna batu es. Ratna merasa apa yang Darmi lakukan sudah terlambat. Sebab Ratna akan segera meminum jus jeruk tersebut.
Ratna hanya meminta Darmi untuk mengantarkan dirinya menuju ke kamar Alvin. Ratna yang mengaku rindu pada Alvin. Ingin melihat kondisi suaminya tersebut.
Darmi pun mengantar Ratna menuju kamar Alvin. Dia langsung memimpin perjalanan seorang Ratna menuju kamar Alvin yang berada tak jauh dari ruang tamu di rumah Amasya. Darmi begitu percaya diri untuk mengantar Ratna menuju kamar seorang Alvin.
Tiba di kamar Alvin, Ratna dengan sikap berlebihan darinya. Langsung memeluk Alvin dengan begitu eratnya. Dia menyampaikan kerinduan dari dalam hatinya pada Alvin. Lewat pelukan hangat tersebut, Ratna ingin melepaskan semua kerinduan dari dalam hatinya pada Alvin. Hingga rindu seorang Ratna akan terbalaskan dengan pelukan hangat yang di berikan pada Alvin itu sendiri.
Darmi yang hanya melihat bagaimana Ratna memeluk Alvin, melihat bagaimana Ratna melakukan hal tersebut tidak di dasari oleh cinta. Itu hanya sebuah rasa rindu yang dibuat-buat. Tidak ada ketulusan yang Darmi lihat daripada seorang Ratna. Darmi pun melihat senyum palsu yang Ratna perlihatkan saat memeluk Alvin. Semuanya penuh dengan kebohongan. Ratna banyak membual seperti dirinya yang dahulu.
Ratna yang ingin semakin terlihat menunjukkan rasa cintanya pada seorang Alvin. Mengajak Alvin untuk berjalan menuju ke halaman rumah Amasya. Dia mendorong kursi roda dari Alvin keluar dari dalam kamarnya.
Sama seperti Darmi, Alvin juga merasa apa yang di lakukan oleh Ratna penuh kepalsuan. Dia melakukan semuanya hanya dengan maksud tertentu. Tidak ada cinta yang seperti Ratna ucapkan. Selain sebuah keinginan terselubung yang ada di hati seorang Ratna pada Alvin.
Alvin sebenarnya enggan untuk berdekatan dengan Ratna. Melihat Ratna dengan penampilan seksinya saja, sudah membuat Alvin merasa gagal menjadi seorang suami. Di usia Ratna yang sebenarnya sudah tua, tidak pantas lagi untuk Ratna mengenakan pakaian yang minim seperti itu. Seharusnya Ratna sudah mulai pandai menutupi tubuhnya sendiri. Bukan mempertontonkan bagian tubuhnya secara gratis pada setiap orang. Sebuah tindakan yang menurut Alvin sangat salah dari seorang Ratna. Ini adalah tindakan yang tidak benar, tapi Ratna coba pertahankan.
Ratna terus menunjukkan sikap romantisnya pada Alvin. Tak lupa Ratna juga ingin menyuapkan makan siang pada Alvin. Mengingat ini sudah jam makan siang. Tentu ini waktu yang baik untuk Alvin makan siang.
__ADS_1