Di Paksa Childfree

Di Paksa Childfree
Kejutan Special Untuk Amasya


__ADS_3

Kabar kehamilan dari Amasya langsung menghebohkan seluruh rekan kerjanya di sekolah. Bu Imas yang membawa kabar bahagia itu mengajak rekan guru lainnya untuk memberikan sebuah kejutan kecil untuk Amasya.


Ide dari Bu Imas langsung disetujui oleh Rehan selaku kepala sekolah. Rehan turut bahagia akan kehamilan dari Amasya. Mengingat Rehan yang sudah dua tahun menikah, tetapi masih belum diberikan amanah seorang bayi didalam perut istrinya.


Bu Imas beserta guru lain berdiskusi untuk memberikan kejutan apa pada Amasya. Mengingat ini adalah kehamilan pertama bagi Amasya, sehingga ini akan begitu berkesan untuknya.


Salah seorang guru menyarankan hanya sebuah kado hasil patungan para guru saja. Itu sudah menjadi sebuah kejutan yang cukup untuk Amasya. Mengingat tidak mungkin memberikan kejutan aneh-aneh dengan kondisi Amasya yang sedang hamil muda.


Seorang guru lain tidak setuju dengan sebuah kado yang diberikan pada Amasya. Ia ingin membuat sebuah acara kecil-kecil semacam gender reveal untuk Amasya. Mengingat ini kehamilan pertama untuk Amasya yang tentu akan berkesan.


Ide kedua dari banyak mendapatkan suara. Amasya yang dikenal ramah dan senang membantu rekan-rekan kerjanya. Menjadi seorang contoh yang baik. Sehingga sebuah acara semacam gender reveal tentu tidak berlebihan untuk Amasya.


Ide cemerlang itu akhirnya disetujui oleh Rehan. Menurutnya kejutan semacam gender reveal untuk Amasya memang layak. Mengingat kinerja Amasya yang baik, layak untuk mendapatkan sebuah kejutan di kehamilan pertamanya ini.


Semuanya sudah setuju untuk membuat kejutan semacam gender reveal. Bu Imas langsung mengajukan diri untuk menjadi koordinator dalam acara tersebut. Dimana bu Imas siap membuat acara itu semenarik mungkin. Sehingga akan berkesan untuk Amasya.

__ADS_1


Hari ini kelas matematika yang diajarkan oleh Amasya baru mulai jam 10 pagi. Sehingga ada waktu sekitar 3 jam untuk bu Imas membuat dekorasi sederhana di ruang serbaguna di sekolah.


Dengan bantuan pak Cepmi yang dikenal sebagai guru yang humoris. Bu Imas siap menyulap ruangan serbaguna itu menjadi cantik. Sehingga Amasya bisa merasakan sensasi yang berbeda.


Beberapa pita serta karton disiapkan oleh bu Imas dan pak Cepmi. Pak Cepmi dengan keterampilan tangannya, membuat selendang yang akan dipasangkan melingkar di tubuh Amasya. Selendang itu bertuliskan 'happy pregnant' untuk menyambut kehamilan pertama Amasya.


Sementara pak Cepmi sibuk membuat selendang untuk Amasya. Bu Imas yang bertugas menghias tembok, menggunakan pita yang dimiliki untuk menghias tembok secantik mungkin. Terlebih pita itu sudah memiliki desain yang cukup menarik. Sehingga Bu Imas tidak perlu membuat dekorasi yang aneh-aneh.


Selendang dengan tulisan 'happy pregnant'akhirnya telah jadi. Berbarengan dengan hiasan pita di dinding yang selesai dikerjakan oleh bu Imas. Penyambutan kehamilan dari Amasya pun akan semakin meriah.


Kembali dengan tangannya yang super luwes dan otaknya yang super kreatif. Bu Imas membuat balon berwarna-warni itu menempel di dinding sebagai hiasan dengan pita-pita yang menghias dinding. Dekorasi sederhana yang ia buat semakin cantik dengan keberadaan balon pemberian dari Rehan. Beberapa kali bu Imas meminta pak Cepmi memotret dirinya didepan dekorasi tersebut.


Akhirnya Amasya yang sudah ditunggu sedari tadi oleh rekan-rekannya menampakkan dirinya. Para guru lainnya pun diminta berkumpul di ruang serbaguna. Dimana mereka akan secara ramai-ramai mengucapkan selamat atas kehamilan dari seorang Amasya. Begitu juga dengan Rehan yang tentu akan memimpin ucapan tersebut.


Amasya terkejut saat melihat ruang guru yang tak berpenghuni. Beberapa kelas juga tidak diisi oleh guru. Dimana keberadaan guru-guru yang biasanya di jam segini sudah berada di kelas untuk mengajar.

__ADS_1


Terdengar suara dari handphone Amasya. Sebuah pesan masuk dari bu Imas. Isi pesan yang meminta Amasya untuk datang ke ruangan serbaguna. Dimana bu Imas berbohong pada Amasya akan sebuah insiden yang menimpa seorang guru beberapa saat yang lalu.


Amasya seketika panik. Ia langsung bergegas ke gedung serbaguna. Mencari tahu insiden apa yang telah terjadi di tempat itu.


Setiba di gedung serbaguna, Amasya kembali dibuat terkejut. Tak ada kepanikan disana. Pintu ruangan itu tertutup rapat, seperti tidak ada insiden apapun yang terjadi. Apa mungkin bu Imas hanya bercanda padanya. Tapi mana mungkin bu Imas bercanda dengan candaan yang seperti itu.


Amasya memberanikan diri untuk membuka pintu dari gedung serbaguna tersebut. 3,, 2,, dan 1. Tara..... Ucapan selamat atas kehamilan Amasya diucapkan secara bersamaan oleh seluruh rekan guru.


Sebuah pelukan hangat diberikan oleh bu Imas pada Amasya. Dia begitu senang atas kehamilan pertama dari Amasya. Sebuah doa juga diberikan bu Imas pada Amasya.


Sebuah topi yang terbuat dari kartun diletakkan di kepala Amasya oleh pak Cepmi. Tak lupa sebuah ucapan selamat diberikan oleh pak Cepmi atas kehamilan dari Amasya.


Rehan yang diberikan tugas untuk menyelendangkan sebuah selendang berbahan kertas dengan tulisan 'happy preagnant' terlihat canggung. Langkahnya tidak terlihat seperti biasanya. Ia nampak gugup, menatap wajah Amasya yang berseri.


Meskipun gugup, akhirnya Rehan berhasil memasang selendang berbahan karton tersebut di tubuh Amasya. Tak lupa ucapan selamat ia berikan atas kehamilan pertama dari Amasya. Sebuah doa kecil juga Rehan panjatkan untuk Amasya dan calon bayinya. Semua guru yang hadir langsung mengaminkan doa dari Rehan tersebut.

__ADS_1


__ADS_2