Di Paksa Childfree

Di Paksa Childfree
Bulan Madu lll


__ADS_3

Dengan selimut yang membungkus tubuh Amasya dan Juan. Keduanya nampak menikmati hubungan intim pertama mereka. Baik Amasya, maupun Juan begitu menikmati setiap sentuhan yang diberikan keduanya. Hingga keduanya tertidur dengan lelapnya.


Waktu makan malam telah tiba. Pun dengan waktu makan malam yang telah menyapa. Bunyi keroncongan dari perut Juan terdengar oleh Amasya. Amasya pun terbangun dari tidur lelapnya. Dengan rambut yang masih acak-acakan, Amasya merapikan terlebih dahulu penampilan. Menatap wajah Juan yang tetap gagah kala tidur.


Sebuah ciuman mesra dihadiahkan Amasya di pipi kiri Juan. Seketika Juan langsung terbangun dari tidurnya. Dengan mata yang perlahan terbuka, Juan mulai terbangun dari tidur lelapnya.


Amasya begitu malu-malu ketika Juan mengetahui dia mencium pipinya. Terlebih kala Juan tersenyum lembut pada Amasya. Kemudian mencium balik istrinya tersebut.


"Selamat malam sayang." Sapa Juan.


"Malam." Jawab Amasya.


"Kamu sudah bangun?" Tanya Juan.

__ADS_1


"Iya, tadi aku dengar suara keroncongan dari perut kamu." Jawab Amasya.


"Serius! Iya sih aku lapar banget. Makanya perut aku keroncongan seperti itu." Ucap Juan


"Kamu mau makan apa? Biar aku pesan." Tawar Amasya.


"Apa saja, yang penting kita bisa makan berdua." Jawab Juan manis.


Dengan segera Amasya mengambil handphonenya yang tergeletak disamping lampu berdiri. Namun saat Amasya akan mengambil handphonenya tersebut, dia terlepas dari balutan selimut yang membungkus tubuhnya. Seketika tubuh bugil Amasya terlihat sepenuhnya oleh Juan.


Tak seperti Amasya yang masih canggung. Juan nampak biasa saja dengan tubuh bugilnya yang terekspos oleh Amasya. Malah dengan posisi menggoda, Juan berusaha membuat Amasya terangsang. Tentu untuk ronde kedua yang menggairahkan.


Amasya yang malu-malu kucing pun akhirnya tergoda akan pesona tubuh Juan. Amasya yang sudah menekan tombol panggilan, tak mengetahui jika panggilan telepon darinya telah tersambung. Sontak suara rintihan yang keluar dari Amasya dan Juan kala berhubungan badan. Terdengar oleh pelayanan service yang menerima panggilan telepon dari Amasya.

__ADS_1


Beberapa detik pelayanan service tersebut mendengar apa yang keluar dari mulut Juan dan Amasya. Sampai akhirnya dia pelayanan service itu mematikan panggilan telepon masuk dari Amasya. Sementara Amasya dan Juan yang tak menyadari perihal panggilan telepon yang masih masuk. Terus melanjutkan hubungan intim yang dilakukan antara keduanya.


Di ronde kedua ini, Juan dan Amasya bermain lebih cepat. Faktor lapar yang melanda keduanya. Akhirnya membuat keduanya tak sanggup bermain cukup lama diatas ranjang. Keduanya hanya sanggup bermain sebentar saja dengan tempo yang begitu cepat.


Puas dengan apa yang terjadi. Perut keroncongan kembali terdengar dari perut Juan. Hingga Amasya yang tak tega, langsung bergegas dari atas kasurnya untuk mengambil handphonenya.


Amasya langsung terkejut, ketika mengetahui ia lupa mematikan panggilan telepon yang dilakukan pada bagian pelayanan makanan. Amasya langsung memberitahu Juan akan panggilan telepon yang berlangsung beberapa detik dengan bagian pelayanan. Sehingga besar kemungkinan suara yang keluar hasil dari olahraga ranjang yang dibuat oleh Amasya dan Juan terdengar juga oleh bagian pelayanan makanan.


Malu, semalunya. Mungkin perasaan itu yang dirasakan oleh Amasya. Bagaimana tidak, suaranya saat melakukan hubungan badan terdengar oleh orang lain. Tentu hal yang membuat Amasya tak bisa tenang.


Berbanding terbalik dengan Juan. Ia tetap santai dengan kejadian tersebut. Pasalnya hal itu wajar saja. Mengingat Juan dan Amasya melakukan hubungan badan pun sudah dalam keadaan sah. Jika itu terdengar ke pihak luar, mungkin itu hal yang biasa saja.


Juan meminta Amasya untuk kembali menelpon bagian pelayanan untuk mengantar makanan untuk mereka. Tetapi Amasya yang kadung malu. Memilih untuk membeli makanan secara take away dari restoran terdekat. Sehingga dia tak harus malu.

__ADS_1


Juan pun menyerahkan semuanya pada Amasya. Jika memang Amasya tak ingin menelponnya, silakan saja. Tetapi perut Juan yang semakin keroncongan. Tentu mengganggu Amasya. Mengingat ada jarak yang harus ditempuh.


Akhirnya Amasya mengalah. Dia tak memperdulikan rasa malunya. Dia tetap melakukan panggilan telepon pada bagian pelayanan makanan untuk mengantar makanan mereka. Sebuah ciuman langsung dihadiahkan oleh Juan pada Amasya. Juan juga memeluk erat Amasya diatas ranjangnya. Sehingga membuat Amasya begitu nyaman ada di pelukan suaminya tersebut.


__ADS_2