
Seminggu menuju acara akad dan resepsi pernikahan. Juan dan Amasya baru menyempatkan untuk bertemu dengan Weeding Organizer yang akan menangani pernikahan mereka.
Juan membuka pintu yang menjadi ruang kerja Isma, yang merupakan pemilik WO tersebut. Isma WO merupakan sebuah weeding organizer yang cukup terkenal. WO tersebut acap digunakan oleh para selebritis kala menggelar acara pernikahan mereka. Selain memiliki kualitas yang terbaik, pelayan optimal yang diberikan oleh Isma WO. Juga menjadi alasan Weeding Organizer tersebut dapat dipilih banyak orang dalam menggelar pesta pernikahan.
Isma menyambut kedatangan Juan dan Amasya dengan suka cita. Dia langsung meminta Juan dan Amasya untuk duduk di bangku di depan meja kerjanya.
"Kalian mau minum apa?" Tanya Isma.
Juan dan Amasya saling bertatapan saat Isma menawarkan mereka berdua minuman. Pasalnya Isma seolah paham dengan kondisi keduanya yang memang sedang haus. Juan dan Amasya kompak menjawab jus jeruk yang ingin diminum oleh keduanya.
Isma mengangkat telepon kantornya. Menghubungi bagian pantry untuk membuat dua gelas jus jeruk permintaan dari Amasya dan Juan. Kembali menutup telepon kantornya, Isma mulai melakukan pembicaraan dengan Juan dan Amasya.
"Pasti kalian Juan dan Amasya?" Perkenalkan, nama saya Isma. Pemilik Isma WO." Ucap Isma dengan penuh senyuman.
"Perkenalkan nama saya Juan, dan perempuan cantik disamping saya ini adalah Amasya. Dia adalah calon istri saya." Jawab Juan meyakinkan.
"Kalian terlihat begitu serasi. Cantik dan tampan." Puji Isma.
__ADS_1
Juan dan Amasya hanya bisa melemparkan senyum kala mendapat pujian dari Isma.
"Sudah berapa lama kalian berpacaran?" Tanya Isma.
"Kita berpacaran tidak begitu lama. Kurang dari sebulan. Tapi kita yakin satu sama lain untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius. Terlebih saya cukup mengangumi sosok calon istri saya yang low profile serta sederhana." Terang Juan.
Amasya seketika dibuat malu-malu kucing dengan pujian yang dilemparkan oleh Juan. Dia ingin tersenyum, tetapi wajah Isma yang stand by menatapnya. Terasa begitu malu untuk tersenyum lebar dengan pujian yang diberikan oleh Juan kepadanya.
"Konsep seperti apa yang diimpikan oleh kalian berdua?" Tanya Isma kembali.
"Benar banget. Konsep romantis full bunga itu yang kita inginkan." Tambah Amasya.
Obrolan seru antara Juan, Amasya serta Isma terhenti sejenak. Seseorang dari luar mengetuk pintu ruangan kerja Isma. Mungkin itu adalah OB yang diminta Isma membuatkan minuman untuk Juan dan Amasya. Isma pun memintanya untuk masuk, mengingat Isma tidak mengunci ruangan kerjanya.
Pintu pun terbuka, ternyata bukan seorang OB yang mengantarkan minuman tersebut. Itu adalah Rehan, kepala sekolah sekaligus teman SMP dari Amasya. Baik Amasya dan Rehan sama-sama terkejut ketika bertemu tanpa sengaja tersebut. Kedua mata Amasya tak henti menatap wajah Rehan. Dirinya tak menyangka akan bertemu dengan Rehan disini.
Amasya dengan senyum tipis menyapa Rehan yang merupakan kepala sekolah di tempatnya bekerja.
__ADS_1
"Pak Rehan!" Sapa Amasya dengan sedikit terkejut.
"Amasya. Buat apa kamu disini?" Tanya Rehan juga terkejut.
"Perkenalkan. Ini calon suami saya pak. Juan." Ucap Amasya memperkenalkan Juan.
Tak kuat mendengar Amasya telah memiliki calon suami dan berdiri dihadapannya. Rehan yang membawa dua gelas jus jeruk milik Juan dan Amasya. Seketika menjatuhkan nampan berisi dua gelas jus jeruk tersebut.
Prek... Pecahan beling langsung berserakan ke segala penjuru ruangan Isma. Tak terkecuali dekatnya duduk, pecahan beling itu hampir melukai kakinya.
Semua terkejut! Begitu juga dengan Rehan yang langsung meminta maaf, sembari memungut sisa beling yang berserakan ke segala penjuru ruangan kerja Isma.
Tanpa memperdulikan keberadaan dari Juan dan Amasya. Isma seketika memarahi Rehan dengan kata-kata super kasar. Tak terima, Rehan balik memaki Isma. Sehingga cekcok diantara Isma dan Rehan tak terelakkan. Keduanya seketika ribut dihadapan Juan dan Amasya.
Baik Juan dan Amasya dengan segera mencoba menghentikan pertengkaran yang terjadi antara Isma dan Rehan. Keduanya berusaha menenangkan Isma dan Rehan yang benar-benar terbakar api emosi. Kata-kata makian tak terelakkan dari mulut keduanya.
Ternyata Isma dan Rehan adalah pasangan suami istri. Keduanya memang acap kali cekcok seperti itu setiap hari. Perjodohan diantara keduanya yang tak cocok, membuat keduanya sering terlibat pertengkaran hebat. Hingga hubungan keduanya sebagai suami istri semakin terancam.
__ADS_1