Di Paksa Childfree

Di Paksa Childfree
Bulan Madu lV


__ADS_3

Tak mengunjungi tempat wisata, rasanya kurang lengkap ketika bulan madu. Juan berniat mengajak Amasya untuk mengunjungi keindahan dari pantai yang ada di Labuan Bajo. Pun dengan resort yang ada. Juan berniat mengajak Amasya untuk bersantai sambil menikmati keindahan pantai.


Dengan pakaian pantai yang super keren, Amasya siap menikmati keindahan Labuan Bajo. Tak ketinggalan sebuah topi pantai besar siap melindungi wajah Amasya dari paparan sinar matahari.


Tak kalah keren dari Amasya, Juan juga berpenampilan dengan begitu menawannya. Sebuah kaos pantai dengan motif warna-warni menghangatkan tubuhnya. Celana pendek berwarna coklat semakin menambah ketampanan penampilan Juan. Dia pun tak sabar untuk menggandeng istrinya berjalan-jalan di pinggir pantai.


Sebelum menghabiskan energi bermain di pantai. Sarapan dengan menu favorit menjadi rutinitas yang harus dilakukan oleh Amasya dan Juan. Keduanya begitu romantis kala menghabiskan waktu untuk sarapan bersama di ruang makan hotel.


Mulai dari saling menyuapi satu sama lain. Hingga mengelap sisa makanan yang masih menempel di samping bibir masing-masing pasangan, dilakukan keduanya. Semuanya begitu berkesan untuk keduanya.


Perut telah terisi, kini tinggal berangkat menuju pantai yang sudah menanti. Jarak hotel yang tak terlalu jauh dari hotel tempat Juan dan Amasya menginap, membuat keduanya cukup berjalan kaki menuju pantai. Dengan tangan yang saling bergandengan, Juan dan Amasya penuh suka cita menuju pantai.


Suasana pantai langsung terasa, kala ombak menyambut kedatangan Juan dan Amasya di bibir pantai. Dengan usil Juan memangku tubuh mungil Amasya menjauh dari bibir pantai. Sehingga Ombak langsung menghempas Amasya dengan begitu kencangnya.


Basah seluruh pakaian Amasya tersapu hempasan ombak besar. Amasya coba membalas Juan, tetapi Juan yang berlari cukup kencang. Tak mampu Amasya kejar. Sedikit kekecewaan yang dirasakan oleh Amasya tak dapat membalas perbuatan Juan tersebut.


Keusilan Juan tak sampai di situ. Kala membuat istana pasir di bibir pantai, Juan kembali berbuat usil pada Amasya. Dengan sengaja Juan merobohkan rumah pasir yang telah di bangun oleh Amasya. Istana pasir yang begitu indah dibuat oleh Amasya, seketika roboh begitu saja.

__ADS_1


Amasya ingin membalas perbuatan Juan. Tapi Juan lebih dulu menghancurkan istana pasir miliknya. Sehingga Amasya tak bisa membalas perbuatan dari Juan tersebut. Kembali kesal, tapi dengan sikap manis yang di tunjukkan oleh Juan. Amasya kembali melunak, sehingga dengan begitu saja memaafkan kesalahan dari Juan.


Dua kursi pantai dengan payung besar di pesan Juan. Dengan pemandangan ombak yang bergelombang menghempas bibir pantai. Amasya dan Juan begitu menikmati suasana pantai bersama wisatawan lainnya.


Air kelapa muda rasanya bisa menambah suasana hari ini. Juan pun meminta Amasya untuk memesan dua buah kelapa untuk menemaninya menatap indahnya pantai. Tanpa keraguan sedikitpun, Amasya menerima permintaan dari Juan tersebut. Dengan segera Amasya berjalan menuju tempat penjualan kelapa yang berada tak jauh dari tempatnya bersantai.


Menunggu gilirannya, Amasya harus mengantri dengan beberapa wisatawan lain yang juga ingin mendapatkan kesegaran dari kelapa. Satu persatu antrian berkurang. Hingga akhirnya giliran untuk Amasya pun tiba.


"Boleh saya dapatkan dua buah kelapa mudanya." Pinta Amasya.


"Tidak usah. Tapi kalau saya tanya, apa bapak punya sedikit garam." Pinta Amasya.


"Garam......? Untuk apa?" Tanya si penjual hampir menyelesaikan pesanan Amasya.


"Ada saja. Apakah bapak punya?" Rahasia Amasya.


"Bentar saya lihat di tas besar itu dulu." Jawab si penjual.

__ADS_1


Amasya beruntung. Masih ada sedikit sisa garam yang tersimpan di tas penjual kelapa muda itu. Amasya pun membayar 3 kali lipat dari dua harga kelapa yang dia beli. Itu untuk imbalan dari garam yang diberikan oleh penjual kelapa tersebut.


Tak mau kalah usil dari Juan. Amasya memasukkan sedikit garam kedalam kelapa yang akan diberikan pada Juan. Tak usah banyak, sedikit saja cukup untuk membuat rasa air kelapa itu menjadi aneh. Sehingga pembalasan dari Amasya akan berhasil.


Tanpa sedikit pun menunjukkan wajah usilnya. Amasya berusaha membuat suasana senormal mungkin. Dia kembali berbaring di kursi panjangnya. Meletakkan kelapa di samping Juan. Sebelum langsung diambil oleh Juan.


Juan yang tak mengira Amasya akan berbuat usil padanya. Tanpa kecurigaan sedikit pun, langsung mengambil kelapa yang dibeli oleh Amasya tersebut. Tanpa ragu, Juan langsung menyedot air kelapa yang ada didalamnya.


Seketika Juan langsung merasakan rasa yang aneh dari air kelapa yang dia sedot. Sedikit rasa manis yang berada di air kelapa itu bercampur dengan rasa asin dari garam yang ditaburkan oleh Amasya.


Melihat Juan memuntahkan air kelapa yang diminum. Seketika Amasya tertawa. Dia tak henti tertawa kala melihat Juan begitu keasinan dengan air kelapa yang di minumnya.


Mengetahui itu ulah Amasya, Juan mencoba merebut kelapa milik Amasya. Setelah berada dalam genggamannya. Juan pun langsung menyeruput air kelapa tersebut.


Amasya sedikit kesal dengan serobotan yang dilakukan oleh Juan. Sehingga muka manyunnya tak dapat di sembunyikan lagi. Sementara Juan seolah tak memperdulikan dengan kekesalan yang melanda Amasya. Dia dengan sengaja menggoda Amasya dengan memperagakan betapa enaknya kelapa yang di makannya.


Amasya yang semakin kesal dengan Juan. Akhirnya membuat Juan luluh. Dia pun mau membagi kelapa yang masih enak itu dengan Amasya. Satu kelapa dua sedotan. Seperti sepasang kekasih didalam film. Begitu juga yang dipraktekkan oleh Juan dan Amasya. Keduanya begitu romantis menyeruput air kelapa yang ada didalam kelapa itu secara bersamaan.

__ADS_1


__ADS_2