
Hikmah dari kebakaran yang terjadi di hari kemarin, tentu penggantian klinik yang diberikan oleh kedua orangtua Willy. Klinik yang jauh lebih besar, tentunya berada di lokasi yang cukup strategis. Sehingga klinik ini menjadi klinik yang Devi sukai.
Devi dan Ratna seketika dibuat terkagum-kagum akan kemegahan dari klinik tersebut. Klinik itu terdiri dari beberapa ruang yang setiap ruangannya memiliki tempat yang luas. Ini jauh lebih besar dari apa yang Devi pikirkan. Mungkin Devi harus berterima kasih pada Willy yang telah membakar klinik miliknya. Berkat aksi Willy yang konyol, Devi akhirnya memiliki sebuah klinik yang benar-benar diimpikan olehnya.
Tak sekedar melihat saja, Ratna dan Devi juga banyak mengabadikan momen di klinik itu. Ratna dengan narsisme, mengambil momen di klinik itu dalam unggahan photo. Dia begitu terlihat cantik dengan filter yang ada. Begitu juga dengan Devi yang ingin memamerkan klinik itu pada keluarga besar dan teman-temannya. Begitu arogan membuat kata-kata dalam pembuatan video dirinya. Seolah klinik besar itu hasil kerja keras yang dilakukan olehnya.
Tak hanya Ratna dan Devi yang berada di klinik itu. Alvin yang sebenarnya sudah malas berurusan dengan Ratna dan Devi. Juga datang untuk sekedar melihat kondisi klinik tersebut. Mungkin Alvin bisa memiliki gambaran akan klinik itu di masa mendatang.
__ADS_1
"Aku pikir klinik bakal menjadi klinik yang besar di kemudian hari. Bagaimana menurut kalian?" Alvin memulai pembicaraan.
Mendengar Alvin berucap, seketika mulut Ratna langsung membalas ucapan dari Alvin dengan nada ketus.
"Iyalah, ini klinik yang besar. Tentu akan lebih besar lagi, dengan pengelolaan yang dilakukan oleh Devi." Balas Ratna.
"Klinik ayah sudah tidak ada. Ini klinik aku, jadi ayah tidak memiliki hak untuk melakukan pengelolaan di klinik ini. Balas Devi dengan tegas juga.
__ADS_1
"Bagaimana bisa, uang ayah ada di pembangunan klinik yang terbakar itu. Sebagai gantinya, klinik ini diberikan oleh keluarga Willy. Seharusnya ayah memiliki hak juga atas klinik ini. Terlebih klinik ini merupakan kompensasi yang diberikan oleh Willy. Jadi ayah berkah atas klinik ini juga." Tegas Alvin dengan nada tinggi.
"Tidak! Kamu seharusnya sadar diri. Uang kamu ada di klinik yang sudah terbakar. Itu artinya uang kamu sudah hangus terbakar juga. Sementara untuk kompensasi dari Willy. Menjadi hak milik Devi sepenuhnya." Terang Ratna tak kalah ngeyel.
"Kalian berdua sudah gila yah. Saya pikir kalian ada dua manusia yang tak menggunakan otak dan hatinya. Sebagaimana juga, Willy mengganti rugi atas kebakaran itu. Dengan begitu, apa yang di bakar oleh Willy itu menjadi kompensasi dari itu semua." Balas Alvin.
"Sekali tidak tetap tidak! Aku tidak akan memasukkan nama ayah atas kepemilikan klinik ini. Klinik ini seratus persen milik aku. Ayah tidak ada hak disini." Tegas Devi.
__ADS_1
Alvin yang sudah lelah dengan semua argumentasi yang dilontarkan oleh Devi. Memilih untuk tidak melanjutkan perdebatan itu. Mungkin menepi lebih baik, daripada harus terus beradu argumen yang tidak ada akhirnya. Terlebih Devi dan Ratna yang tetap pada pemikiran salahnya. Mungkin beradu argumentasi, hanya akan membuat energi Alvin terbuang sia-sia. Sehingga menghindar adalah jalan terakhir yang harus di pilih oleh Alvin.