Di Paksa Childfree

Di Paksa Childfree
Darmi Yang Di Usir Oleh Ratna


__ADS_3

Darmi akhirnya di nyatakan sembuh oleh pihak rumah sakit. Dia di izinkan pulang oleh pihak rumah sakit. Seluruh biaya pengobatan dari Darmi yang di tanggung oleh Amasya. Membuat Darmi bisa pulang ke rumah Ratna dengan begitu bebasnya.


Sekali pun Darmi adalah pembantu dari Ratna. Tapi Ratna yang tak begitu peduli pada Darmi, seolah membiarkan Darmi di rumah sakit sendiri. Dia tak peduli pada pembantunya itu.


Darmi juga pulang ke rumah Ratna menggunakan uangnya sendiri. Sehingga Darmi harus menggunakan beberapa kendaraan umum untuk sampai di rumah Ratna.


Uang Darmi yang habis, tak mampu untuk membayar ongkos tukang ojek yang membawanya dari pangkalan menuju rumah Ratna. Dengan wajah mengiba, Darmi memohon maaf pada tukang ojek itu. Jika ongkos ojeknya kurang. Untung tukang ojek itu berbaik hati pada Darmi, sehingga Darmi tidak di marahi oleh tukang ojek yang membawanya ke rumah Ratna.

__ADS_1


Darmi mengucapkan banyak terima kasih kepada tukang ojek yang telah memberikan dirinya diskon. Mungkin hanya Tuhan yang akan membalas kebaikan dari tukang ojek itu. Tukang ojek itu hanya mengucapkan amin dari doa yang di ucapkan oleh Darmi.


Dengan badan yang masih cukup lemas. Darmi membuka gerbang rumah Ratna. Dia di sambut oleh Pian yang merupakan satpam di rumah Ratna. Pian menyambut hangat Darmi. Dengan segera Pian membawa Darmi ke dalam rumah Ratna.


Begitu juga dengan Ryan, dia pun menyambut kedatangan dari Darmi dengan begitu suka cita. Ryan memeluk tubuh Darmi yang telah lama berpisah darinya. Ryan begitu senang, Darmi telah kembali ke rumah Ratna.


Beda dari Pian dan Ryan, Ratna sendiri justru menyambut kedatangan dari Darmi dengan sinis. Dia tak mengizinkan Darmi untuk masuk ke dalam rumahnya. Terlebih dengan tubuh rintih dari dari Darmi yang menurut Ratna sudah tidak cocok untuk kembali bekerja di rumah Ratna.

__ADS_1


"Saya mau bekerja di sini lagi bu Ratna." Jawab Darmi dengan penuh harap.


"Dengar yah Darmi. Saya sudah memiliki pembantu lebih segar dari kamu. Jadi saya harap kamu tidak usah datang lagi ke rumah saya. Kamu sudah saya pecat!" Tegas Ratna dengan mata melotot darinya.


Darmi terkejut, begitu juga dengan Pian dan Ryan. Keduanya terkejut dengan keputusan dari Ratna yang sepihak itu. Darmi telah cukup lama mengabdi kepada Ratna. Tapi dengan mudahnya Ratna memecat Darmi begitu saja.


Darmi langsung berlutut di hadapan Ratna. Dia meminta Ratna untuk mempertimbangkan kembali keputusan yang di buat olehnya. Mungkin Ratna harus berpikir ulang akan keputusan itu. Mengingat Darmi adalah orang yang telah lama bekerja kepada Ratna. Sehingga Darmi meminta kebijakan yang lebih kepada Ratna.

__ADS_1


Tapi Ratna tetaplah Ratna. Sekali pun Darmi menangis dengan berlutut di hadapannya. Ratna tetap tidak mengubah keputusannya. Dia tetap memecat Darmi sebagai pembantunya. Terlebih sudah ada shopi yang kini bekerja dengan dirinya. Hingga posisi dari Darmi sudah tidak di butuhkan lagi di rumah Ratna.


Darmi yang tak mau pergi dari hadapan Ratna. Langsung Ratna usir, hingga keluar gerbang. Begitu di depan gerbang rumahnya. Ratna mendorong kuat tubuh Darmi. Seketika Darmi tersungkur jatuh, tangannya berdarah. Tapi Ratna tidak memperdulikan kondisi dari Darmi itu. Ratna meminta Pian untuk tidak membukakan pintu gerbang. Jika Pian melakukan itu, bukan tidak mungkin Pian akan di pecat seperti Darmi. Pian pun akhirnya menuruti perintah dari Ratna.


__ADS_2