Di Paksa Childfree

Di Paksa Childfree
Keributan Yang Ditimbulkan Oleh Devi


__ADS_3

Kebahagiaan yang dirasakan oleh Amasya. Nyatanya menjadi sebuah duka untuk Devi. Ia merasa apa yang Amasya dapat hari ini, seolah kebahagiaan yang Devi seharusnya miliki.


Juan, pernikahan dan sebuah kehamilan. Seharusnya itu milik Devi, bukan berada dalam genggaman Amasya. Tapi semua itu justru menjadi milik Amasya. Dimana semua keinginan besar Devi, direbut oleh Amasya.


Kedatangan Amasya yang penuh suka cita ke rumah, disambut ketus oleh Devi. Tak ada sedikit pun keramahan yang ditunjukkan oleh Devi pada Amasya. Setiap kali Amasya menyapanya, Devi membalas dengan sewot. Sehingga Amasya heran dengan sikap yang ditunjukkan oleh Devi.


Amasya mengetuk pintu kamar Devi, ia mengajak makan siang Devi. Tapi Devi justru malah memarahi Amasya dengan kata-kata yang tidak pantas. Ia berkata kasar pada Amasya. Hingga Amasya hanya bisa menunduk membalas semua makian yang Devi lontarkan kepadanya.


Amasya kembali ke meja makan dengan raut wajah bersedih. Ia duduk disamping ayah, lalu menceritakan perihal Devi yang menolak ajakan makan yang dilakukan oleh Amasya. Tetapi Amasya tidak mengatakan bahwasanya Devi membentak dirinya. Amasya hanya mengatakan Devi menolak ajakan tersebut.


Tapi Alvin ayah dari Amasya, melihat sesuatu yang mencurigakan. Raut wajah kecewa terlihat jelas di wajah Amasya. Tidak mungkin hanya penolakan biasa yang dilakukan oleh Devi. Mungkin suatu hal telah terjadi pada Amasya. Hingga raut wajah kecewa langsung terlihat dari wajahnya.

__ADS_1


"Kenapa Devi tidak mau makan siang bareng kita?" Tanya Alvin menatap wajah Amasya.


"Entah ayah. Mungkin Devi masih kenyang." Jawab Amasya singkat.


"Perasaan Devi belum makan. Bagaimana dia bisa kenyang." Sanggah Alvin.


"Emang kamu tahu, kalau Devi belum makan. Siapa tahu dia pesan makanan secara daring. Kita tidak tahu." Sanggah Ratna.


"Kenapa kamu memojokkan Devi? Kamu pikir Devi cemburu dengan pernikahan dari Amasya dengan Juan. Ingat mas, Devi sama sekali tidak cemburu pada pernikahan Amasya dan Juan. Pacar Devi jauh diatas Juan." Tegas Ratna mulai emosi.


"Saya tidak pernah memojokkan Devi. Tapi saya lihat, Devi selalu cemburu pada setiap kebahagiaan dari Amasya." Terang Alvin yang juga mulai emosi.

__ADS_1


Melihat kedua orangtuanya mulai panas. Amasya langsung mengambil inisiatif. Ia langsung menengahi Alvin dan Ratna yang sama-sama emosi.


"Tidak ada yang cemburu atau apa. Devi memang tidak ingin makan siang saja. Dia menolak karena masih kenyang. Bukan karena kehadiran aku siang ini." Jelas Amasya pada keduanya.


"Dengarin tuh apa yang dibilang sama anak kamu. Bukan seperti yang kamu maksud. Jadi jangan pernah fitnah Devi cemburu lagi. Sebab Devi tidak pernah cemburu pada siapa pun. Terlebih pada Amasya. Ingat itu." Tutup Ratna sambil memukul meja.


Ratna yang kadung emosi pada Alvin, langsung memilih pergi dari meja makan. Amarahnya telah membuat Ratna tidak bisa lagi memaafkan Alvin.


Melihat Alvin dan Ratna bertengkar olehnya. Amasya pun langsung merasa bersalah. Dia meminta maaf pada Alvin, karena dirinya. Alvin dan Ratna bertengkar.


Alvin tidak menyalahkan Amasya sama sekali. Ratna memang terlalu egois, sehingga dia memang pantas mendapatkan teguran dari Alvin. Mengingat Ratna selalu membela Devi yang tak pernah bisa merubah sifat iri dengki yang dimilikinya. Padahal Devi telah beranjak dewasa.

__ADS_1


__ADS_2