Di Paksa Childfree

Di Paksa Childfree
Kepindahan Rini Ke Rumah Baru Juan


__ADS_3

Rini yang tak memiliki ongkos untuk pergi ke rumah Juan. Meminta tolong pada Yoga untuk mengantarnya. Yoga sempat menolaknya, tapi desakan dari Nita. Akhirnya membuat Yoga menerima permintaan tolong dari Rini padanya.


Meminjam salah satu koleksi mobil milik Robi. Yoga dengan wajah penuh keterpaksaan mengantar Rini menuju rumah Juan yang tak jauh dari rumah Robi. Setelah berpamitan pada Nita, Yoga langsung tancap gas pergi menuju rumah Juan.


Rini coba mengakrabkan diri dengan Yoga. Beberapa pertanyaan dilontarkan olehnya pada Yoga. Tapi Yoga yang dingin layaknya sebongkah es. Menjawab pertanyaan dari Rini dengan dua jawaban saja. Iya atau tidak. Tak ada jawaban panjang yang bisa membuat pembicaraan menjadi melebar kesana-kemari. Jawaban dari Yoga, membuat Rini mati kutu.


Tiba di rumah tepat di depan gerbang rumah Juan. Yoga langsung meminta Rini untuk turun. Yoga ada urusan, sehingga tak bisa mengantar Rini masuk kedalam rumah Juan.


"Kita sudah sampai mas di rumahnya mas Juan?" Tanya Rini dengan wajah polosnya.


"Kalau belum sampai, ngapain saya berhenti disini." Jawab Ketus Yoga.


Bukannya turun, Rini justru malah bengong menatap wajah wajah kecut Yoga.

__ADS_1


"Kenapa masih disini? ayo cepat turun." Titah Yoga.


Dengan segera Rini berusaha keluar dari mobil. Tapi dia lupa, masih ada sabuk pengaman yang mengikat tubuhnya. Sehingga dia kesulitan untuk keluar dari kursi mobil tersebut.


Bukannya berempati pada Rini. Yoga dengan ucapan asalnya, memarahi Rini. Dia mengatakan Rini seperti orang zaman purba yang tak pernah sekalipun naik mobil. Sehingga tidak tahu cara melepaskan sabuk pengaman.


Demi mempercepat waktu. Yoga mengambil inisiatif untuk melepaskan sabuk pengaman yang mengikat tubuh Rini.


Begitu Rini sudah keluar dari dalam mobil, Yoga seketika pergi begitu saja. Tanpa memberitahu Rini. Yoga pergi begitu saja. Sedikit mendumel didalam hatinya. Rini merasa Yoga seperti orang yang tidak pernah sekolah. Sopan santunnya tidak ada sama sekali. Padahal dari penampilannya sangat meyakinkan. Tapi dari sifat dan sikapnya, jauh berbanding terbalik.


Rini yang masih menjinjing tas besar berisi pakaiannya. Berjalan menuju depan gerbang rumah Juan. Tak seperti di rumah Robi yang tak memiliki bel. Gerbang rumah Juan dilengkapi dengan bel yang super canggih. Sehingga sekali di pencet oleh Rini. Seluruh penghuni rumah akan tahu.


Seorang satpam yang baru 2 hari berjaga di rumah baru Juan, membuka pintu gerbang. Rini begitu bahagia, saat satpam tersebut membuka pintu gerbang untuknya.

__ADS_1


"Selamat siang mbak. Mau mencari siapa?" Tanya satpam yang menjaga rumah Juan.


"Saya ingin mencari rumah bapak Juan. Apakah ini betul rumahnya?" Tanya balik Rini.


"Betul sekali. Ini rumah pak Juan. Kalau boleh tahu, ada kepentingan apa?" Tanya satpam kembali.


"Saya hanya ingin bersilaturahmi saja dengan pak Juan. Saya dari kampung pak." Jelas Rini.


"Kamu cucunya bi Eem itu yah." Tebak si satpam.


"Nah bapak tahu. Bapak kenal nenek saya?" Tanya Rini antusias.


"Tidak! Cuman saya disuruh pak Juan untuk menyambut kedatangan dari cucunya bi Eem. Saya kerja sama pak Juan saja baru 2 hari. Jadi belum apal seluk beluk keluarga pak Juan."

__ADS_1


__ADS_2