
Kesedihan langsung dirasakan oleh kedua orangtua Willy, begitu mengetahui anaknya di tangkap polisi. Terlebih ibu Willy yang semalaman menangis anak keduanya itu. Dia tidak bisa membayangkan betapa terpukulnya Willy akan penangkapan dirinya oleh pihak berwajib.
Seorang pengacara hebat sudah disiapkan untuk bisa membantu Willy lepas dari jeratan hukum yang menimpanya. Mungkin itu bisa dibuat oleh ibunya. Mengingat dia merasa Willy tidak akan kuat berada dalam waktu yang lama di penjara. Dia bukan seorang yang memiliki badan yang kuat. Hingga Willy rentan terhadap berbagai penyakit yang bisa disebabkan, jika dia berada di penjara.
Ayah Willy juga ingin segera membebaskan anaknya dari jerat hukum yang tengah dialaminya. Mungkin ayahnya akan menemui Devi untuk membahas laporan dari dirinya pada Willy. Laporan akan kebakaran yang disebabkan oleh Willy, menjadi alasan penangkapan seorang Willy.
Langkah cepat langsung dilakukan oleh ayah dari Willy itu. Dia tidak bisa menunggu lama lagi untuk segera membantu Willy dari jerat hukum. Sehingga dia rela meluangkan waktunya untuk menemui Devi.
Devi awalnya menolak untuk bermediasi dengan pihak keluarga Willy. Namun hati Devi luluh, begitu ayah Willy mengajak dirinya untuk bertemu. Ayah Willy yang seorang konglomerat, mungkin bisa menjadi opsi lain dari Devi. Mengingat Devi bisa meminta apapun dari ayah Willy.
Tepat pukul 10 pagi, ayah Willy dengan pakaian rapi. Tiba di rumah Devi, dengan seorang pengawal serta sopir yang mengantarnya. Ayah Willy, segera memasuki rumah Devi. Ratna yang saat itu sedang berada di halaman rumahnya, begitu terkesima dengan penampilan dari ayah Willy yang terlihat awet muda. Dia meninggalkan aktivitas pagi yang biasa dia kerjakan. Kemudian dia menghampiri ayah Willy tersebut.
__ADS_1
"Selamat pagi pak Ibrahim." Sapa Ratna menyodorkan tangan kanannya yang basah.
Melihat tangan kanan Ratna yang basah. Ayah Willy itu, enggan menyalami tangan Ratna. Baginya tangan Ratna terlalu kotor. Hingga ayah Willy menolak untuk menyalami tangan Ratna yang basah tersebut.
"Selamat pagi. Apakah Devi ada didalam, bu Ratna?" Tanya ayah Willy.
"Ada pak. Devi ada didalam. Mari saya antar kedalam." Ajak Ratna dengan penuh antusias.
Ratna semakin terlihat seperti orang gila yang berbicara sendiri, ketika Devi mendatangi ruang tamu. Devi yang baru selesai mandi, terlihat begitu segar dan wangi. Terlebih dengan pakaiannya yang seksi. Semakin membuat Devi terlihat begitu segar.
"Om Raga, ada apa yah om?" Tanya Devi duduk di sofa.
__ADS_1
"Devi.... Akhirnya kamu datang juga. Saya ingin minta tolong sama kamu." Ucap ayah Willy dengan penuh harap.
"Minta tolong untuk apa om?" Tanya balik Devi.
"Saya ingin kamu cabut semua laporan kamu atas Willy." Pinta ayah Willy dengan penuh harap.
"Tapi om, saya tidak akan mencabut laporan itu. Sebab Willy telah melakukan tindakan yang tentu merugikan saya sebagai korban om." Terang Devi.
"Om akan memberikan apapun yang kamu mau. Semua yang kamu minta akan om berikan pada kamu. Dengan satu syarat, kamu mau untuk mencabut semua laporan kamu atas Willy." Pinta ayah Willy.
Devi bingung dengan permintaan dari ayah Willy tersebut.
__ADS_1