Di Paksa Childfree

Di Paksa Childfree
MAKAN MALAM


__ADS_3

Alvin, ayah Amasya mengingat kembali momen ketika dia berjanji pada Robi sahabatnya untuk saling menjodohkan anak mereka disuatu saat nanti dalam sebuah photo lawas. Photo lawas kala Alvin dan Robbi sedang makan bersama di sebuah restoran. Janji puluhan tahun lalu itu hampir terjadi. Mengingat keduanya memiliki anak yang seumuran dan lawan jenis. Sehingga syarat perjodohan itu hampir mungkin terjadi.


Malam ini akan jadi malam special bagi keluarga Alvin dan keluarga Robi. Terlebih anak Robbi, yang bernama Juan akan kembali ke Indonesia. Juan akan diajak Robbi untuk berkenalan dengan keluarga Alvin.


Alvin menyampaikan kabar gembira ajakan makan malam keluarga Robbi kepada kedua putrinya. Alvin menceritakan bahwa dia berniat akan menjodohkan salah satu putrinya pada anak Robbi yang terkenal tampan tersebut.


Untuk Amasya tawaran dari ayahnya tersebut adalah sebuah doa. Sehingga dia menyambut gembira dengan rencana ayahnya tersebut. Perihal siapa yang akan di pilih oleh Juan. Amasya tidak begitu memperdulikannya.


Devi yang masih menjalani hubungan jarak jauh dengan Rangga tak tertarik sama sekali dengan tawaran dari ayah tirinya tersebut. Perjodohan adalah satu hal yang menurut Devi sudah usang. Dimana dia tak mau menjadi objek bagi orangtuanya dalam menentukan masa depan Devi.


Pernyataan Devi didukung oleh Ratna. Dia menolak rencana suaminya tersebut. Baginya perjodohan bukan hal yang baik di era sekarang. Mengingat perjodohan sendiri terkadang tidak sesuai dengan ekspektasi. Sehingga Ratna menolak rencana perjodohan dengan keluarga Robbi.


Alpin hanya bisa berangkat bersama dengan Amasya. Mengingat Ratna dan Devi memilih untuk tidak hadir dalam undangan makan malam bersama keluarga Robbi.


Tak ada persiapan apapun untuk acara makan malam nanti. Amasya tetap mengajar seperti biasanya. Dia berangkat usai sarapan pagi. Amasya tak terlalu memikirkan penampilan seperti apa yang akan dia tampilkan di depan keluarga Robbi. Terpenting rapi, itu cukup untuk Amasya.


Sementara Alvin sendiri tak juga pusing dengan apa yang harus dia kenakan. Tidak seperti perayaan ulang tahun dia kemarin. Malam ini Alvin cukup mengenakan baju batik berwarna coklat, dengan celana panjang hitam.


Sementara keluarga Robbi nampak mempersiapkan makanan yang cukup lezat untuk menyambut Alvin. Beberapa menu dibuat untuk membuat makan malam itu semakin berkesan.


Makan malam ini memang akan berkesan. Juan menempati janjinya untuk segera kembali ke Indonesia. Dia akan makan malam bersama keluarganya. Kedatangan Juan disambut gembira oleh ayahnya, walaupun Juan tidak mengetahui bahwa malam ini akan datang juga seorang perempuan yang akan dijodohkan dengannya.


Malam yang ditunggu akhirnya tiba. Didalam kamarnya Amasya memilih gaun yang akan dia gunakan. Untuk make up Amasya mendapat bantuan dari Tiwi yang merupakan teman kerja Amasya di sekolah. Walaupun Tiwi seorang pengajar juga. Tetapi Tiwi handal dalam merias wajah seseorang. Tak ayal Amasya meminta Tiwi untuk mendandaninya.


setengah babak waktu sepakbola berakhir, tepat berbarengan dengan tugas Tiwi mendadani Amasya juga selesai. Dengan gaun biru tua yang indah. Make up flawles yang di pilih Amasya begitu terlihat cocok. Amasya terlihat begitu cantik.


Penampilan Amasya yang cantik mendapat pujian dari ayahnya juga. Kecantikan Amasya diyakini bisa membuat Juan luluh untuk mau dijodohkan dengan Amasya.


Secantik apapun Amasya malam ini. Tetap tak ada penilaian objektif yang diberikan oleh Devi. Dia tetap meledek Amasya sebagai perempuan yang tak laku. Sebab dia mau dijodohkan dengan pria lain dalam urusan pasangan.


Begitu juga dengan Ratna yang merupakan ibu tiri Amasya. Dia mencemooh Amasya yang tak mampu mencari pacar. Sehingga harus dijodohkan dengan teman ayahnya sendiri.


Alvin marah, tetapi Ratna dan Devi seolah tak peduli. Keduanya tetap mengejek Amasya. Hingga Amasya meminta Alvin untuk tidak merespon perlakuan ibu tiri dan adik tirinya tersebut. Amasya memilih untuk mengajak ayahnya untuk segera berangkat menuju rumah Robbi.


Berusaha tegar dengan ejekan dari Devi. Tetapi hati Amasya yang sedikit melow. Tak mampu menahan tangis ketika mengingat kembali ucapan dari adiknya tersebut. Perempuan tak laku, hingga kata umpatan lainnya. Devi lontarkan pada Amasya yang membuat Amasya begitu sakit hati.

__ADS_1


Alvin mencoba menegarkan hati Amasya yang terasa teriris dengan ucapan Devi. Dia berusaha meyakinkan apa yang diucapkan oleh Devi tidaklah benar. Sehingga Amasya tidak perlu bersedih. Alvin meminta Amasya untuk kembali bahagia, sebab sebentar lagi dia akan bertemu dengan Juan yang merupakan orang yang akan dijodohkan dengannya.


Sedikit bisa tersenyum dengan ucapan yang dilontarkan oleh ayahnya. Amasya mencoba menegarkan dirinya sendiri dari hinaan Devi dan ibu tirinya. Dia bersemangat bertemu dengan Juan yang akan dijodohkan dengannya.


Robbi tak sabar bertemu dengan Alvin. Dia menelpon Alvin untuk mengetahui keberadaannya saat ini. Robbi tak ingin terjadi sesuatu pada calon besannya tersebut. Sehingga dia harus memastikan calon besannya selamat sampai tujuan.


Kegundahan Robbi akhirnya sirna. Saat dia melihat mobil Alvin memasuki pelataran parkir di rumahnya. Dia dengan istri dan Juan anaknya menyambut kedatangan Alvin dengan penuh suka cita.


"Selamat datang sahabatku." Ucapnya begitu Alvin memasuki area rumahnya.


Alvin langsung memeluk erat tubuh Robbi yang membentangkan kedua tangannya. Setelah itu Amasya langsung menyalami Robbi, lalu istrinya. Dia nampak gugup ketika berhadapan dengan Juan. Entah apa yang harus dia katakan, sebab tatapan tajam wajah Juan membuatnya salah tingkah.


"Assalamualaikum..." Salam Juan pada Amasya.


"Wa..Wa.. Walaikumsallam." Jawab Amasya dengan gugup.


"Juan Herlambang." Ucap Juan mengulurkan tangannya.


Nania dengan sedikit ragu-ragu mengangkat tangannya untuk menjabat tangan Juan. Sebelum akhirnya dia benar-benar berani menjabat tangan Juan yang nampak dipenuhi oleh otot.


"Amasya Putri Nugroho."


Pujian Juan benar-benar membuat Amasya salah tingkah. Dia dengan malu-malu mengucapkan terima kasih atas pujian Juan padanya.


Tak ingin Juan semakin membuat Amasya gugup. Robbi lantas mengajak Amasya dan ayahnya untuk masuk kedalam rumahnya. Dimana disana berbagai hidangan sudah disajikan oleh keluarga Robbi.


Melihat Alvin yang hanya datang dengan membawa satu anaknya, serta tanpa istrinya. Robbi menanyakan kemana anak tirinya, serta istrinya. Dimana di hari kemarin mereka dalam keadaan komplit.


Alvin bingung untuk menjawab keberadaan mereka. Sebab sebenarnya mereka ada di rumah. Tetapi mereka enggan untuk ikut dalam undangan keluarga Robbi tersebut.


Akhirnya Alvin mengatakan bahwa Devi saat ini sedang mulai mengikuti pelatihan. Sementara istrinya sedang tak enak badan. Sehingga keduanya tak bisa menghadiri undangan makan malam dari keluarga Robbi.


Kebohongan dari Alvin tak membuat Robbi curiga. Dia mempercayai Alvin, walaupun Alvin berbicara dengan sedikit gelagapan. Mengingat dia harus berbohong pada sahabatnya sendiri.


Hidangan yang telah tercium aroma lezatnya. Tak mampu lagi menahan rasa lapar keluarga Robbi, maupun Alvin dan Amasya. Robbi lantas mempersilakan Alvin untuk menyendok makanan ke piringnya. Alvin tanpa ragu menyendok berbagai macam makanan keatas piringnya. Diikuti oleh Amasya. Berlanjut ke keluarga Robbi.

__ADS_1


Amasya memimpin doa sebelum makan. Dengan suara merdunya, doa makan yang singkat. Terdengar begitu indah saat terdengar ditelinga semuanya. Sebuah pujian langsung Juan berikan pada Amasya akan suara indahnya ketika melantunkan doa makan.


Makan malam pun dimulai. Alvin pertama melayangkan pertanyaan pada Juan.


"Juan apa perbedaan Singapura dengan Indonesia?" Tanya Alvin.


"Dari iklim tentu sama. Tapi ada beberapa hal yang cukup membedakan Singapura dengan Indonesia. Salah satunya makanan halal. Sulit untuk menemukan makanan halal di beberapa tempat disana." Terang Robbi.


"Om pikir mudah saja menemukan makanan halal disana. Ternyata sulit juga yah." Tutup Alvin.


Giliran Robbi yang melontarkan pertanyaan pada Amasya. Dia menanyakan perihal pekerjaan guru SD yang digeluti oleh Amasya hari ini.


"Om dengar-dengar kamu seorang guru yah Amasya?" Tanya Robbi.


"Iya om, Amasya seorang guru." Jawab Amasya lugas.


"Guru SD atau apa?" Tanya mama Juan.


"Alhamdulillah guru sekolah menengah pertama atau SMP tante." Ujar Amasya.


"Tapi kamu bisa masak Amasya?" Tanya mama Juan kembali.


Amasya menganggukkan kepalanya.


"Amasya jago masak seperti ibunya dulu. Dan masakan Amasya sangat lezat." Terang Alvin.


"Jadi gak sabar ingin mencicipi masakan Amasya." Lanjut Robbi.


"Masakan favorit kamu apa Amasya?" Tanya Juan penasaran.


"Aku suka makanan Jepang, seperti sushi, ramen maupun udon." Jawab Amasya.


"Berarti kamu suka makanan mentah seperti itu?" Tanya Juan.


"Lumayan."

__ADS_1


"Berarti kita salah menghidangkan makanan malam ini dong. Amasya suka makanan Jepang." Ucap Robbi.


"Enggak kok om, Amasya juga suka masakan Indonesia. Jadi semua ini Amasya suka." Ujar Amasya.


__ADS_2