Di Paksa Childfree

Di Paksa Childfree
Kabar Kehamilan Amasya


__ADS_3

Kabar kehamilan Amasya langsung tersebar ke seluruh anggota keluarga Juan dan Amasya sendiri. Kabar bahagia itu langsung Juan sampaikan pada ibunya. Dia memberitahu ibunya jika Amasya tengah hamil.


Kebahagiaan langsung dirasakan oleh ibunda Juan. Dia merasa begitu bahagia akan kehamilan dari Amasya tersebut. Dia tak menyangka Amasya akan hamil secepat itu.


Tak hanya ibu mertua dari Amasya saja yang bahagia akan kehamilan dari Amasya tersebut. Robi yang juga merupakan ayah mertua dari Amasya, turut menyambut gembira kehamilan pertama dari Amasya. Dia begitu bahagia akan kehamilan dari Amasya tersebut. Hingga rasa syukur langsung terucap dari mulut Robi.


Tak hanya keluarga besar Juan saja yang bahagia akan kehamilan dari Amasya. Alvin, ayah Amasya juga menyambut gembira kabar kehamilan dari Amasya. Alvin langsung sujud syukur mendengar kehamilan dari seorang Amasya. Kehamilan yang tentunya begitu dinantikan oleh Alvin.

__ADS_1


Ditengah gegap gempita akan kehamilan dari Amasya yang begitu disyukuri oleh banyak orang. Tetapi masih ada orang yang tak menyukai akan kehamilan dari Amasya tersebut. Mereka adalah Ratna dan Devi.


Ratna menyambut kehamilan dari Amasya itu biasa saja. Tak ada sujud syukur seperti yang dilakukan oleh Alvin. Sebab seseorang yang telah menikah pasti akan memiliki anak. Jadi itu adalah hal yang wajar. Bukan sebuah kabar yang menggembirakan yang harus digambarkan dengan berlebihan.


Ucapan Ratna yang sedikit melenceng itu, langsung disambut Alvin dengan pernyataan tegas. Dia mengatakan tidak semua pasangan bisa diberikan keturunan secara cepat, sehingga patut disyukuri jika Amasya sudah hamil.


Pernyataan tegas dari Alvin sedikit membuat Ratna tersinggung. Dia menjawab ucapan Alvin itu sebagai sebuah kesalahan. Sebab tidak ada yang sulit untuk pasangan muda dalam mendapatkan keturunan. Berbeda dengan pasangan yang berumur, yang tentu memiliki kesulitan dalam mendapatkan keturunan.

__ADS_1


Devi memukul keras meja makan. Meminta Alvin dan Ratna untuk berhenti bertengkar akan kehamilan yang sedang dialami oleh Amasya. Sebab keributan yang terjadi membuat Devi semakin tertekan. Terutama dengan penyakit yang dialaminya.


Seraya menangis, Devi beranjak dari meja makan menuju kamarnya. Sementara Alvin dan Ratna hanya bisa terdiam dengan amarah yang Devi luapkan. Keduanya nampak menyesali pertengkaran yang membuat batin Devi tercabik-cabik.


Devi menangis sekencang-kencangnya. Dia merasa iri pada Amasya yang bisa hamil. Sementara dirinya tetap tak akan bisa hamil, sekalipun sudah terikat sebuah pernikahan. Sedikit amarah juga tak bisa Devi sembunyikan pada Amasya. Amarah yang tidak seharusnya ada, tapi karena keegoisan darinya. Sehingga timbul amarah pada Amasya.


Devi pun berniat untuk melakukan tindakan kejahatan yang bisa membuat Amasya keguguran. Sehingga dia tak mengandung bayi lagi. Seperti yang Devi rasakan, tidak akan memiliki anak sama sekali.

__ADS_1


Antara bahagia dan sedikit sedih dirasakan oleh Rehan. Dia yang dulu sudah bercita-cita untuk menikah dengan Amasya dan memiliki anak dari Amasya. Justru tak berjodoh. Orang lain yang sekarang memiliki Amasya, serta punya anak dari Amasya.


Tapi Rehan tetap menyambut dengan kebahagiaan kabar kehamilan dari Amasya. Mengingat Amasya adalah bagian dari keluarganya di sekolah. Sehingga tetap harus disambut penuh rasa bahagia.


__ADS_2