Di Paksa Childfree

Di Paksa Childfree
Devi Bertemu Dengan Rehan


__ADS_3

Tak hanya membuka klinik bersalin saja. Devi juga membuka konsultasi bagi setiap pasangan yang ingin melakukan konsultasi kehamilan. Dengan fasilitas canggih yang berada di klinik miliknya itu. Devi bisa melakukan program bayi tabung bagi siapa saja yang menginginkan memiliki anak.


Baru mengumumkan dirinya yang membuka layanan program bayi tabung. Diskon menggiurkan yang di tawarkan oleh Devi. Langsung menarik perhatian beberapa pasangan untuk melakukan program bayi tabung di klinik miliknya itu.


Isma memiliki seorang teman yang juga merupakan teman dekat dari Devi. Dari teman Marrie itu, Isma mengetahui program bayi tabung yang di gagas oleh Devi. Hingga Isma tertarik untuk melakukan program bayi tabung di klinik milik Marrie. Tentu Isma tertarik dengan diskon yang di tawarkan oleh klinik Devi. Dengan diskon yang cukup besar itu, Isma merasa itu adalah peluang besar bagi Isma dalam memiliki anak bersama Rehan, suaminya.


Sebenarnya Rehan sudah malas untuk melakukan program bayi tabung tersebut. Pasalnya ini bukan kali pertama dirinya dengan Isma melakukan program bayi tabung tersebut. Namun konsistensi dari seorang Isma yang kurang. Terkadang membuat program bayi tabung yang telah di jalani oleh keduanya berjalan gagal.


Namun demi menjaga perasaan dari istrinya tersebut. Mau tak mau, Rehan akhirnya menyetujui ajakan dari istrinya tersebut. Mengingat Isma mengancam akan marah pada Rehan. Jika suaminya tersebut menolak ajakan dari Isma untuk melakukan program bayi tabung yang di ingin di lakukan kembali oleh Isma.


Rehan terpaksa datang telat ke sekolah. Demi mengantar istrinya yang terkenal tempramental itu ke klinik Devi. Dengan pakaian sama, Isma dan Rehan terlihat begitu serasi mendatangi klinik dari Devi tersebut.


Setibanya di klinik Devi. Isma langsung menggandeng tangan dari Rehan masuk ke dalam klinik milik Devi tersebut. Beberapa staf di klinik dari Devi menatap sinis sifat overprotektif dari seorang Isma. Walaupun apa yang di lakukan oleh Isma adalah hal yang wajar. Tapi sebagian dari mereka melihat berbeda dengan apa yang di lakukan oleh Isma tersebut.


Seorang resepsionis klinik menyambut Isma dan Rehan dengan penuh kehangatan. Mereka menanyakan maksud kedatangan dari keduanya. Lebih di dominasi oleh Isma. Semua pertanyaan yang di lontarkan oleh resepsionis itu di jawab Isma secepat mungkin.

__ADS_1


"Selamat pagi ibu bapak. Ada yang bisa saya bantu?" Sapa ramah pegawai resepsionis tersebut.


"Selamat pagi mbak. Saya ingin melakukan program bayi tabung di klinik ini. Katanya lagi ada diskon besar di klinik ini." Jawab dari Isma.


"Benar sekali ibu. Kami sedang membuka program bayi tabung. Tentu dengan diskon besar yang kami akan berikan pada semua pasangan yang ingin melakukan program bayi tabung tersebut." Terang resepsionis tersebut kembali.


"Iya mbak, kami ingin mengikuti program bayi tabung itu. Kami harap bisa melakukan program bayi tabung itu sebaik mungkin." Jawab Isma kembali.


Setelah itu Isma dan Juan melakukan registrasi. Beberapa dokumen di serahkan oleh Isma pada resepsionis itu. Juga dengan dokumen lainnya yang harus ditandatangani oleh Isma dan Rehan sebagai pasangan yang akan menjalani program bayi tabung. Begitu semuanya telah di selesaikan oleh Isma dan Rehan. Keduanya langsung di bawa menuju ke ruangan Devi yang ternyata sudah banyak di datangi oleh beberapa pasangan lain yang akan melakukan program bayi tabung itu.


Waktu terasa cepat berlalu. Satu persatu pasangan itu masuk ke dalam ruangan Devi. Sampai akhirnya Rehan dan Isma menjadi antrian terakhir yang masuk ke dalam ruangan Devi. Isma begitu bahagia saat akan masuk ke dalam ruangan dari Devi tersebut. Sehingga dia tak sabar untuk bertemu dengan Devi sebagai dokter yang akan membimbing dirinya dan Rehan melakukan program bayi tabung.


Rehan begitu kaget saat dia melihat Devi berada di hadapannya. Perempuan yang dulu menyukai dirinya itu sekarang tumbuh menjadi seorang dokter yang cantik. Rehan terus memuji Devi yang akhirnya bisa mencapai cita-citanya menjadi seorang dokter kandungan.


"Apa aku tidak salah, ini adalah Devi yang dulu sering ribut dengan kakaknya ketika SMP waktu itu?" Tanya Rehan duduk di hadapan Devi.

__ADS_1


Devi yang mencoba melihat wajah Rehan lebih detail. Akhirnya dia sadar, orang yang ada di hadapannya adalah Rehan. Laki-laki yang dulu di sukai oleh Devi ketika SMP dulu.


"Kamu Rehan?" Tanya balik Devi sambil menunjuk ke wajah Rehan.


"Iya, Rehan. Teman SMP kamu dulu." Jawab Rehan dengan penuh keyakinan.


"Ini istri kamu?" Tanya Devi menunjuk ke arah Isma.


"Iya, ini adalah istri aku." Jawab Rehan merangkul Isma.


"Perkenalkan. Nama aku Devi, aku dulu adalah teman SMP suami kamu." Ucap Devi menyodorkan tangan kanannya pada Isma.


Isma yang di kenal tempramental serta overprotektif. Terlihat tidak suka dengan kedekatan dari Rehan dan Devi. Hingga ajakan dari Devi untuk berkenalan dengan dirinya, langsung di tolak oleh Isma dengan kasarnya.


Isma langsung membatalkan program bayi tabung yang hendak di lakukan olehnya. Isma kurang menyukai Devi yang terlihat begitu dekat dengan Rehan. Isma cemburu pada Devi. Mungkin Isma takut Devi akan mengulang kisah ketika SMP dulu dengan Rehan. Sehingga Isma ketakutan akan kehilangan Rehan dengan keberadaan Devi di tengah-tengah kehidupan rumah tangga mereka.

__ADS_1


Isma menarik tangan Rehan. Dia membawa suaminya pergi dari ruangan Devi. Tentu itu adalah opsi yang paling tepat yang di ambil oleh Isma. Mengingat Devi yang cantik


__ADS_2