Di Paksa Childfree

Di Paksa Childfree
Aris Yang Mambuat Devi Bahagia


__ADS_3

Tak butuh waktu lama bagi Devi. Dia langsung meminta Aris untuk bekerja di klinik miliknya. Sebuah pesan singkat di kirim oleh Devi ke nomor Aris, akan panggilan kerja yang Aris dapatkan di klinik Devi. Aris begitu bahagia dengan panggilan kerja yang dia dapat, Aris bersyukur bisa menjadi salah satu kandidat yang lolos di klinik Devi.


"Akhirnya penantianku berakhir juga, hari ini aku akan bekerja Bu." Ucap Aris pada ibunya.


"Alhamdulillah nak, akhirnya kamu bisa bekerja juga. Ibu senang banget Aris dengar kabar ini." Balas Ibunya dengan penuh suka cita.


"Iya Bu, Aris begitu bersyukur dapat panggilan kerja. Rasanya sudah lelah Aris menganggur. Akhirnya bisa bekerja juga." Timpal Aris dengan penuh rasa syukur.


Hari ini Aris mendapatkan jadwal sore hari. Mungkin Aris akan berganti shift bersama Devi. Mengingat Aris juga merupakan dokter spesialis kandungan. Posisi yang sama, dengan Devi di klinik.

__ADS_1


Selain Aris, keempat kandidat lainnya juga di panggil oleh Devi. Mereka di bagi ke dalam 2 shift juga. Sehingga 2 orang masuk pagi, 2 orang lainnya masuk malam bersama Aris. Devi tak sabar menyambut kedatangan mereka ke klinik miliknya. Dengan begitu Devi akan memiliki keluarga baru di lingkup klinik miliknya.


Kedatangan Aris begitu di nanti oleh Devi. Dia tak sabar melihat wajah tampan seorang Aris yang tentunya mempesona baginya. Sepanjang perjalanan menuju klinik miliknya. Devi terus membayangkan wajah Aris yang tampan, akan bisa setiap hari dia lihat di kliniknya. Wajah berondong 22 tahun yang masih segar.


"Kenapa aku memikirkan terus wajahnya, aku pikir dia bukan tipeku. Tapi kenapa aku tak bisa melupakan dia. Aku tidak mengerti perasaanku sekarang." Ucap Devi sambil terus membayangkan wajah tampan seorang Aris.


Tak hanya senyum yang semakin lama di wajahnya. Devi juga terlihat mulai ramah pada setiap staf di kliniknya. Rosan yang setiap hari harus makan hati di maki oleh Devi, dengan pekerjaan dia sebagai seorang OB. Kini akhirnya ada sedikit pujian yang Devi berikan pada Rosan. Devi memuji Rosan yang terlihat rajin dan penuh semangat dalam bekerja. Padahal setiap hari Rosan bekerja dengan rajin, begitu juga dengan semangat darinya yang memang selalu membara bak api.


Rosan menghampiri Amir yang merupakan sekuriti di klinik Devi tersebut.

__ADS_1


"Kayaknya dia abis minum obat deh." Bisik Rosan pada Amir.


"Sepertinya demikian, biasanya kalau pagi dia marah-marah terus. Tapi pagi ini dia terlihat baik sekali. Jiwa iblisnya seketika hilang." Balas Amir sedikit tersenyum.


"Benar Banget. Biasanya dia marah-marah terus. Mungkin benar, dia habis minum obat. Makanya dia terlihat begitu bahagia." Lanjut Rosan.


Tak hanya pada Rosan saja, Devi juga memberikan senyuman terbaiknya pada setiap staf yang dia temui. Sama seperti Rosan yang heran dengan sikap manis dari Devi. Mereka juga terlihat begitu heran dengan sikap Devi yang aneh di pagi ini. Sebagian mengira, Devi sudah minum obat yang benar. Tapi sebagian lagi mengira Devi sedang di dekati jin baik. Hingga sikapnya berubah 360 drajat, menjadi ramah dan baik.


Padahal perubahan sikap dari Devi tak lepas dari kedatangan Aris yang akan menjadi salah satu dokter di kliniknya. Devi bahagia, Aris bisa bergabung dengan dirinya di klinik. Sebab Aris yang mempesona seorang Devi, berhasil menciptakan hormon endorphin dalam otak Devi. Seketika kebahagiaan tercipta di hati Devi begitu saja.

__ADS_1


__ADS_2