
Juan memang sudah berencana merekrut dua orang pembantu yang akan membantu pekerjaan rumah. Mengingat Rini sekarang sudah menjadi mahasiswa. Tentu dia tidak akan selamanya mengurus rumah, mengingat akan banyak tugas kuliah yang harus dia kerjakan.
Begitu juga Amasya yang harus menyelesaikan tugasnya sebagai seorang guru. Tentu tidak akan mampu mengurus rumahnya cukup besar. Hingga Juan harus berpikir ulang jika Amasya yang harus mengurus rumah. Terlebih Amasya sedang dalam kondisi hamil. Jadi dia harus banyak istirahat.
Beberapa agensi sudah dihubungi oleh Juan. Mungkin dengan agensi yang baik, Juan bisa mendapatkan pembantu yang berkualitas. Sebab ibunya dulu mendapatkan bi Imah dari agensi pembantu. Sehingga dengan jalur agensi, sudah bisa di pastikan calon pembantu itu berkualitas secara performa.
Keinginan dari seorang Juan juga di dukung penuh oleh seorang Amasya. Ide itu cukup cemerlang, betul dengan semua yang Juan utarakan. Jika Rini sekarang mungkin sudah tidak bisa lagi mengurus rumah. Juga dengan dirinya sendiri yang belum tentu bisa membagi waktunya untuk membersihkan rumah. Hingga bantuan seorang pembantu tentu di butuhkan oleh Amasya dalam mengurus rumahnya.
__ADS_1
Juan meminta Amasya untuk mendatangi agensi yang sempat Juan hubungi. Mereka meminta Juan sendiri untuk memilih calon pembantu yang diinginkan. Tapi hari ini Juan memiliki banyak pekerjaan di kantor yang harus di selesaikan. Hingga sebagai gantinya, Juan meminta Amasya yang mendatangi agensi tersebut.
Tentu bukan hal yang sulit untuk Amasya dalam mendatangi agensi tersebut. Mungkin pulang dari mengajar, Amasya akan langsung datang ke tempat agensi itu. Sehingga Amasya bisa memilih pembantu yang sesuai harapan dari seorang Juan.
Juan sendiri menginginkan tipikal pembantu yang memiliki karakteristik seperti bi Imah dulu. Tak hanya cekatan dalam menyelesaikan tugas rumah, tapi juga bisa cekatan dalam memberikan pembelajaran hidup. Ini penting, mengingat Juan akan segera di karuniai seorang anak. Tentu Juan butuh banyak orang yang bisa membantu dirinya dalam mendidik anaknya kelak. Hingga dia bisa mendidik anaknya sesuai arah yang benar.
Semua kriteria yang Juan inginkan sudah Amasya tangkap. Amasya siap menjalankan tugas dari Juan dalam memilih pembantu yang sesuai harapan darinya.
__ADS_1
Selain merekrut seorang pembantu, Juan juga ingin memiliki seorang sopir pribadi. Sehingga Juan tidak harus menyetir lagi untuk berangkat dan pulang ke kantor. Ada seorang sopir yang bisa mengantar Juan.
Rini memiliki seorang teman yang masih jago menyetir. Dia mengatakan pada Rini, bahwasanya dia membutuhkan pekerjaan. Mungkin ini adalah rejeki dari teman Rini. Dia bisa di pertimbangkan oleh Juan untuk menjadi sopir pribadinya.
Namun permasalahannya tentu teman Rini dari kampung itu tidak begitu paham dengan jalanan Jakarta yang super rumit. Hingga Juan harus melakukan training terlebih dahulu pada teman Rini tersebut. Mengingat Juan menginginkan sopir pribadinya itu benar-benar tahu seluk beluk Jakarta. Hingga ketika kemacetan tiba, dia bisa mencari jalan tikus yang bisa di gunakan untuk segera tiba di tempat yang di tuju.
Mungkin teman dari Rini itu tidak memenuhi syarat dari Juan. Tapi demi membuat Rini sedikit bergembira lagi. Akhirnya Juan menerima teman Rini itu untuk menjadi sopir pribadi Juan. Tapi dengan catatan, dia harus memutari terlebih dahulu seluruh jalanan di Jakarta. Supaya dia bisa paham lebih betul akan jalanan Jakarta yang komplek serta padat.
__ADS_1