Di Paksa Childfree

Di Paksa Childfree
Persiapan Lamaran Amasya Dengan Juan


__ADS_3

Menggandeng wedding organizer yang cukup mentereng. Dekorasi lamaran Juan dan Amasya terlihat begitu mempesona serta memanjakan mata. Bunga-bunga disusun dengan begitu cantiknya disetiap sudut ruangan hotel yang menjadi tempat acara lamaran tersebut.


Alvin yang tak ingin acara lamaran tersebut berjalan biasa saja. Terlebih ini adalah lamaran dari Amasya yang merupakan anak kandungnya. Sehingga acara lamaran tersebut harus istimewa serta mewah. Alvin pun tak sungkan untuk menggelontorkan dana super besar untuk membuat acara yang super mewah dalam acara lamaran tersebut.


Selain dekorasi yang super mewah. Sebuah gaun lamaran yang Amasya kenakan juga tak kalah mahal. Dia mengenakan sebuah gaun rancangan desainer terkenal yang menjadi langganan para selebritis.


Ditemani oleh Mia sahabatnya, Amasya melakukan fitting gaun lamaran di butik langsung. Senyuman tak pernah pergi dari wajah cantik Amasya kala menjajal gaun lamaran tersebut. Setiap kesempatan juga dijadikan momen untuk Amasya melakukannya selfi. Dia begitu bahagia dengan lamaran yang akan dilakukan besok malam.


Kebahagiaan dari Amasya benar-benar menjadi kesedihan untuk Devi. Kala Amasya sukses dengan Juan yang akan segera melangsungkan lamaran. Devi justru harus berpisah dengan Willy yang cukup membuatnya trauma dalam hubungan mereka.


Devi mengurung diri didalam kamarnya. Dia tak henti menangis dengan semua kenyataan yang harus dihadapinya. Batinnya terluka parah oleh kenyataan yang harus diterima. Sementara mentalnya hancur oleh perlakuan toxic dari Willy.


Devi semakin hancur kala photo-photo Amasya sedang fitting gaun lamaran terpampang di media sosial Amasya. Bukannya bahagia dengan rencana lamaran tersebut. Devi justru begitu bersedih dengan kebahagiaan yang Amasya dapatkan. Tangisannya semakin keras terdengar. Bahkan Ratna yang sedang melintas di depan kamar dari Devi, mendengar tangisan Devi tersebut. Ratna dengan segera mendengarkan lebih seksama tangisan tersebut.

__ADS_1


Ratna yang panik langsung mengetuk pintu kamar Devi. Dia ingin memastikan Devi dalam keadaan baik-baik saja. Sehingga tidak ada hal yang harus membuat Ratna khawatir. Tapi Devi tidak memberikan respon apapun. Devi hanya terus menangis ketika Ratna berulang kali memanggil namanya.


Ratna semakin panik. Hingga dia memanggil Agus yang merupakan sopir pribadi dari Alvin. Dengan tenaga yang dimilikinya, Agus langsung mendobrak pintu kamar Devi.


Ratna langsung memeluk Devi yang tak henti menangis diatas kasurnya. Dia mencoba menguatkan Devi yang terlihat begitu rapuh dengan kenyataan hidup yang dijalani. Ratna memeluk erat Devi sambil terus menenangkannya.


Perlahan namun pasti, Devi mulai sedikit tenang. Devi pun mulai bisa bercerita akan permasalahan yang dialaminya. Dimana Devi begitu ketakutan dengan ancaman yang diberikan oleh Willy yang terus mencoba kembali mendekatinya. Begitu juga dengan lamaran Amasya dengan Juan yang semakin membuat Devi terpuruk. Devi merasa dirinya kalah oleh Amasya. Suatu hal yang Devi benci. Sebab Devi ingin selalu unggul dalam banyak hal dari Amasya. Termasuk dalam hal pernikahan, Devi ingin lebih dulu menikah dibanding dengan Amasya. Sehingga sakit untuknya kala Amasya melangkahi Devi untuk menikah lebih dulu.


Berbagai penjelasan diberikan oleh Ratna pada Devi. Tetapi tak satu pun yang masuk padanya. Dia tetap bersikeras tak menerima pernikahan yang Amasya lakukan. Devi tak terima dengan semua itu. Devi ingin membuat acara lamaran tersebut gagal, sehingga Amasya batal menikah dengan calon tunangannya.


Tak hanya Amasya yang sibuk dengan gaun lamaran yang akan dikenakan. Juan juga melakukan fitting jas untuk dirinya ketika melamar Amasya esok hari. Seperti Amasya yang mendatangi seorang desainer kondang. Juan juga membeli jas mewah di seorang desainer kondang.


Selesai fitting jas, Juan melanjutkan perjalanan ke sebuah toko perhiasan. Juan ingin membeli sebuah cincin mahal yang akan digunakan untuk acara lamaran nanti. Juan dan Amasya janjian untuk bertemu di toko perhiasan tersebut.

__ADS_1


Baik mobil Amasya dan Juan tiba secara bersamaan. Juan tiba 30 detik lebih awal dibanding mobil Amasya. Hingga mobil keduanya parkir secara berdampingan.


Dari parkiran mobil menuju toko perhiasan. Tangan Juan tak lepas merangkul pundak Amasya. Sesekali Juan menyandarkan kepalanya dibahu Amasya yang membuat keduanya terlihat begitu romantis.


Keromantisan dari Juan dan Amasya semakin terlihat begitu tiba di depan toko perhiasan. Dengan tangan yang tetap merangkul pundak Amasya. Juan terus memberikan perhatian yang super romantis pada Amasya.


"Selamat sore dan selamat datang bapak ibu. Bisa saya bantu untuk memilih perhiasan yang ingin di pilih." Ucap salah seorang penjaga perhiasan tersebut.


"Sore mbak. Saya ingin membeli cincin untuk lamaran saya dengan calon istri saya. Bisa mbak rekomendasikan cincin yang paling bagus untuk kita berdua?" Pinta Juan melepaskan rangkulan tangannya dari pundak Amasya.


"Baik saya akan carikan cincin yang sesuai dengan permintaan mas." Balas si pegawai membuka steling berisi ratusan cincin mahal.


Tak perlu lama untuk mencari cincin permintaan Juan. Si pegawai toko emas itu dengan mudah menemukan cincin yang sesuai dengan permintaan Juan.

__ADS_1


Dua buah cincin dengan sebuah berlian yang nampak berkilau dirasa cocok dikenakan oleh Juan dan Amasya kala proses lamaran nanti. Cincin itu nampak begitu memikat dengan kilauan yang terpancar oleh berlian yang ada dibagian atas cincin. Baik Juan, maupun Amasya. Keduanya begitu menyukai cincin yang ditawarkan oleh pegawai toko tersebut. Sehingga Juan langsung membeli dua buah cincin tersebut.


__ADS_2