
Untuk membuat Boim semakin semangat melakukan aksinya. Willy mengirimkan satu juta uang pada rekening Boim lewat transfer. Uang itu akan berlipat menjadi puluhan atau mungkin ratusan, jika Boim berhasil membakar klinik Devi tanpa jejak.
Boim semakin semangat dengan transfer yang dilakukan oleh Willy kepadanya. Dengan uang sebesar ini, Boim bisa belanja apapun keinginan. Boim berjanji akan melakukan tugasnya sebaik mungkin. Membakar klinik itu tanpa meninggalkan jejak sedikitpun.
Malam dengan hembusan angin yang cukup kencang, membuat lalu lalang orang tidak begitu banyak. Terlebih dengan banyaknya tindak kejahatan malam yang sering terjadi didekat kawasan itu. Semakin membuat orang tidak betah untuk berada disana dikala larut malam tiba.
Ini kesempatan emas untuk Boim dapat melancarkan aksinya. Dengan sebuah kompan berisi bensin, Boim bersiap untuk membakar klinik baru dari Devi itu.
__ADS_1
Boim memantu area sekitar klinik. Dia ingin memastikan area itu bebas dari orang-orang yang melintas. Pasalnya jika ada orang yang melintas, sudah pasti aksi Boim akan diketahui. Mengingat ciri-ciri Boim yang mudah dikenali, semakin membuat Boim harus berhati-hati.
Sekumpulan anak muda dengan motor mereka yang dipajang disamping klinik. Memaksa Boim harus bersabar sedikit lagi. Pasalnya anak-anak muda itu terlihat sedang mabuk hebat. Hingga mungkin mereka akan segera pergi dari depan klinik Devi.
Memantau sambil terus menghisap rokok sintetis yang baru saja dia beli. Boim sudah tidak sabar untuk melakukan aksinya yang tentu begitu kejam. Terlebih dengan melakukan aksi pembakaran. Sebuah aksi yang tidak manusiawi dilakukan oleh Boim.
Akhirnya satu persatu motor dari anak muda itu mulai meninggalkan area sekitar klinik dari Devi. Boim tersenyum, dia mulai mengangkat kembali kompan berisi bensin tersebut. Begitu juga dengan sebuah korek yang akan dia gunakan untuk menyulut api. Boim sudah persiapkan.
__ADS_1
Boim yang tak sabar untuk segera melakukan aksinya, akhirnya terpaksa memukul punggung dari si pekerja bangunan itu. Akhirnya si pekerja bangunan itu pun tumbang, usai dua pukulan keras menghantam tubuhnya.
Demi menghindari tubuh si pekerja bangunan itu gosong terbakar api. Boim membawa tubuh si pekerja bangunan itu terlebih dahulu menjauh dari depan klinik Devi. Hingga si pekerja bangunan itu terhindar dari panasnya api.
Semua sudah siap, pekerja bangunan sudah tidak ada ditempatnya. Boim mulai menyiram area sekitar klinik Devi dengan bensin tersebut. Begitu juga dengan klinik dari Devi yang langsung disiram dengan begitu banyaknya oleh Boim.
Semua sudah tersiram oleh bensin, saatnya Boim menyulut korek gas yang ada di tangannya. Begitu api telah muncul dari korek gas tersebut. Dengan segera Boim melemparkan korek gas itu ke area klinik Devi.
__ADS_1
Api membara dengan begitu besarnya. Mulai membakar area sekitar klinik. Begitu pula dengan bagian klinik yang juga langsung terbakar hebat oleh api itu. Si jago merah yang semakin liar itu, langsung menghancurkan bangunan klinik Devi yang baru di renovasi itu. Beberapa bagian bangunan yang terbuat dari kayu. Semakin mudah bagi si jago merah untuk melahapnya. Hingga hanya dalam hitungan jam, api langsung melahap seluruh bangunan.
Boim yang sudah menyelesaikan tugasnya. Langsung berlari, tanpa meninggalkan jejak apapun. Dia yang sudah berpengalaman, tak merasa ketakutan atau apapun. Setelah melakukan aksi kejinya tersebut. Baginya itu hal yang wajar. Sebagai seorang penjahat.