
Hari ini sebenarnya Aris mendapatkan jatah libur dari klinik tempatnya bekerja. Di waktu sore hingga malam hari, Aris Ingin menggunakan waktu tersebut untuk jalan bersama dengan pacarnya. Apalagi Aris sudah berjanji untuk mentraktir pacarnya makan. Buah dari kebahagiaan Aris mendapatkan pekerjaan.
Devi adalah bos dari Aris. Menolak perintah dari Devi dan Ratna, artinya Aris menolak perintah kerja juga. Mau tidak mau, Aris pun akhirnya membatalkan rencana dirinya untuk jalan bersama pacarnya. Mendampingi Devi untuk menjenguk Amasya di rumah sakit.
Aris sebenarnya tidak enak hati untuk membatalkan rencana jalan dirinya dengan pacarnya tersebut. Namun harus bagaimana lagi, tentu karier Aris akan terancam, seandainya dia menolak perintah dari Devi dan Ratna.
Aris mengubungi pacarnya melalui sambungan telepon. Tapi nomor pacar Aris tidak aktif. Mungkin dia sedang bekerja, sehingga nomor tersebut tidak aktif. Aris akhirnya mengirimkan pesan singkat pada pacarnya tersebut. Mungkin dengan pesan itu, pacar Aris tidak akan menunggu Aris untuk menjemput dirinya.
Baru saja di kirim, Aris langsung di telepon balik oleh pacarnya tersebut. Pacarnya yang telah membatalkan rencana bersama keluarganya. Memarahi Aris dengan begitu kerasnya. Dia marah akan Aris yang tidak bisa menempati janjinya. Padahal pacarnya tersebut sudah rela membatalkan makan bersama keluarga besarnya demi Aris. Tapi Aris sendiri justru malah memilih untuk membatalkan rencana jalan tersebut.
__ADS_1
Aris menjelaskan jika dirinya yang di minta Devi untuk mengantar Devi Menjenguk saudara. Sehingga Aris tidak enak hati untuk menolak tawaran dari Devi tersebut. Akhirnya Aris menerima tawaran dari Devi itu. Kemudian membatalkan rencana dirinya yang akan pergi bersama dengan pacarnya itu. Aris meminta maaf pada pacarnya tersebut. Namun pacarnya yang terlanjur kecewa pada Aris. Memilih untuk diam, dia memilih cara tersebut sebagai bagian dari upaya dari untuk membuat Aris sadar. Apa yang telah Aris lakukan tidaklah baik. Mengingat pacarnya juga prioritas bagi Aris. Bukan hanya pekerjaan Aris saja. Apalagi itu tidak ada hubungan dengan pekerjaan. Seharusnya Aris bisa profesional, bisa menolak ajakan dari Devi. Bukan malah menerima tawaran dari Devi tersebut.
Aris mengirim banyak pesan pada pacarnya. Namun semua pesan yang Aris kirim tidak mendapatkan satu pun balasan dari pacarnya tersebut. Begitu juga puluhan panggilan telepon yang Aris lakukan. Tidak ada satu pun yang di angkat oleh pacarnya tersebut. Dia menolak semua panggilan telepon dari Aris. Hingga membuat Aris bingung untuk menghadapi sikap dari pacarnya yang benar-benar dingin seperti es batu dalam freezer.
Aris melempar handphone miliknya ke atas kasur. Dia bingung untuk berbicara lagi dengan pacarnya. Aris sadar, apa yang telah dia lakukan salah. Sebab Aris membatalkan sepihak saja rencana jalan bersama dengan pacarnya tersebut. Tapi kembali lagi, Aris tidak enak hati untuk menolak ajakan dari Devi. Apalagi Aris yang meminta Devi untuk menjenguk Amasya.
Aris duduk di atas kasurnya. Dia menundukkan kepalanya. kemudian mengacak-acak rambut gondrong hingga semakin mengembang. Aris pun berteriak sekencang mungkin untuk meluapkan kekesalan yang ada pada dirinya sendiri. Mungkin itu cara terbaik yang Aris harus lakukan.
Tidak ada luka di fisik Aris. Tapi dari wajahnya, Aris terlihat begitu sedang galau. Ada sesuatu yang mengganjal di hati Aris. Hingga Aris terlihat begitu murung. Ibunya langsung duduk di samping Aris, bertanya apa yang sebenarnya terjadi pada Aris.
__ADS_1
"Ada apa dengan jagoan ibu ini?" tanya Ibunya merangkul pundak Aris.
"Ibu pernah di hadapkan pada dua pilihan sulit?" tanya balik Aris dengan begitu sedihnya.
"Tentu pernah, sebab ibunya juga manusia. Jadi tentu ada beberapa hal yang buat Ibu sulit untuk memilih pilihan yang bagus dalam hidup ibu." jawab Ibu Aris.
"Hari ini bos Aris ngajak untuk menjenguk salah seorang saudaranya. Tapi hari ini juga, Aris udah janji sama pacar Aris untuk jalan bareng. Aris bingung harus pilih yang mana?" Terang Aris.
"Ibu yakin Aris tahu pilihan yang tepat yang harus Aris pilih. Jadi Ibu tidak harus kasih saran lagi untuk Aris." jawab Ibunya kembali.
__ADS_1
Mendapatkan jawaban dari ibunya. Aris akhirnya tak harus meminta saran kembali pada ibunya. Sebab Aris sudah tahu pilihan yang harus dia pilih. Pilihan yang mungkin akan beresiko dalam hidup Aris ke depannya.