
Willy layaknya seorang raja, dengan puluhan asisten rumah tangga yang dimilikinya. Willy tidak harus menggerakkan tubuhnya untuk melakukan tindakan apapun. Termasuk ketika ingin makan dan minum. Ada seseorang yang menunggu Willy 24 jam penuh, ketika ingin makan dan minum di rumah.
Willy yang seorang tempramental serta keras kepala. Terkadang membuat beberapa asisten rumah tangganya tidak kuat dengan sikap Willy. Banyak asisten rumah tangga dari Willy yang memilih mengundurkan diri. Datang dan pergi, menjadi sebuah keniscayaan bagi asisten rumah tangga Willy.
Reni seorang janda tua yang tak memiliki anak. Dua bulan yang lalu ia baru bekerja di rumah Willy. Tetapi keinginan Reni sudah bulat untuk keluar dari rumah Willy.
Reni tidak tahan dengan ocehan kurang ajar Willy padanya. Kulit gelap serta tubuh bongsor Reni, menjadi bahan celaan bagi Willy. Reni dipanggil Willy dengan sebutan Gorbon, kependekan dari Gorila. Seekor hewan berkulit gelap dengan tubuh besar. Willy pikir itu cocok untuk menggambarkan Reni.
Willy memanggil Reni, dimana Reni langsung deg-degan dengan panggilan yang dilakukan oleh Willy. Reni berjalan menunduk dengan tangan gemetar menuju kamar Willy. Dia tak bisa menatap wajah Willy saat melakukan penghinaan terhadap fisiknya.
Baru di depan pintu kamar, Willy langsung melemparkan ledekan pada Reni. Willy meminta Reni untuk tidak masuk kedalam kamar Willy. Tubuh besar Reni, dikhawatirkan akan membuat isi kamar Willy menjadi sempit. Sehingga Willy tidak akan memiliki udara yang cukup untuk bernapas didalam kamar.
Dalam hati Reni begitu kesal dengan ledekan yang diberikan oleh Willy. Ia ingin sekali membalas ledekan jahat Willy tersebut. Tapi apalah daya, Reni hanya seorang budak Willy. Willy memiliki hak atas tubuh Imas, ia bebas melakukan apapun pada Reni. Sementara Reni tidak dapat melakukan apapun, selain ikhlas menerima ledekan yang diberikan oleh Willy.
__ADS_1
Wajah sedikit kesal yang ditunjukkan oleh Reni, langsung membuat Willy marah. Dia membentak Imas dengan begitu kasarnya. Mengatakan jika apa yang Reni lakukan tidak pantas. Ia tidak berhak marah pada Willy. Sebab Willy mengatakan apa adanya, sesuai dengan kondisi yang ada pada Reni.
Reni hanya mengangguk saja dengan ucapan yang diberikan oleh Willy. Dia meminta maaf pada Willy atas sikap kurang sopan yang ditunjukkan olehnya. Meskipun Reni tidak salah sama sekali, tapi Imas tetap meminta maaf pada Willy.
Sedikit kesal pada Reni, Willy tidak langsung menerima maaf dari Reni. Willy meminta Reni mengambil minuman untuk Willy. Tetapi Reni diminta berjalan hanya dengan satu kaki saja. Permintaan dari Willy itu merupakan hasil dari sikap kurang pantas yang ditunjukkan Reni.
Reni sempat memohon pada Willy untuk tidak melakukan itu. Tapi keputusan Willy telah bulat, dimana ia tidak ingin permintaan darinya dibantah oleh Reni.
Dengan sangat terpaksa, akhirnya Reni menerima permintaan dari Willy. Reni berjalan menggunakan kaki kiri menuju dapur. Jarak dari dapur menuju kamar Willy cukup jauh. Sehingga Imas sudah pasti kelelahan untuk mengambil minum di dapur.
Sementara menunggu Reni kembali dengan minuman yang diminta olehnya. Willy kembali menghubungi Devi. Ia ingin tahu, sudah sejauh mana Devi sekarang. Kerinduan dari Willy pada Devi, telah membuat Willy tak sabar untuk berjumpa dengan Devi.
Willy melakukan panggilan telepon pada Devi. Sudah sejauh mana Devi melangkahkan kakinya menuju rumah Willy. Sebab Willy ingin segera melepas kangennya pada Devi.
__ADS_1
Devi yang risih dengan telepon dari Willy. Langsung menolak panggilan telepon tersebut. Devi lalu mengirim pesan singkat untuk Willy. Dimana Devi sudah berada di setengah perjalanan menuju rumah Willy.
Willy tak memperdulikan pesan singkat dari Devi. Ia tetap ingin mendengar suara lembut dari Devi. Hingga Willy tetap melakukan panggilan telepon pada Devi.
Menyerah, Devi akhirnya mengangkat panggilan telepon dari Willy. Dengan suara yang lesuh, Devi mencoba meladeni ucapan lebay dari seorang Willy. Kata-kata sayang yang diucapkan oleh Willy pada Devi, terasa menjijikkan terdengar ditelinganya. Terlebih kata-kata tersebut sangat tidak sesuai dengan perasaan Devi pada Willy sekarang. Devi sudah tidak menaruh cinta lagi pada Willy. Jadi kata sayang itu seakan jadi kiasan semata.
Sebanyak apapun kalimat yang keluar dari mulut Willy. Devi hanya membalas dengan dua jawaban saja. Iya dan tidak, tidak ada kalimat panjang yang keluar dari mulutnya.
Dua kalimat pendek itu langsung memancing amarah dari Willy. Willy langsung memarahi Devi dengan kata-kata kotor. Semua jenis binatang yang berada di alam liar, disebut satu persatu oleh Willy pada Devi.
Devi yang sudah kebal dengan ucapan kotor yang keluar dari mulut Willy. Hanya tersenyum kecil dengan apa yang disampaikan oleh Willy padanya. Ia tak memperdulikan ucapan dari Willy tersebut. Terlebih Devi sudah paham tabiat buruk dari pacarnya tersebut.
Devi yang sudah malas mengobrol dengan Willy lewat panggilan telepon. Langsung mematikan panggilan telepon dari Willy tersebut. Kemudian ia menonaktifkan handphonenya, agar Willy tidak lagi menelponnya. Devi ingin perjalanannya terasa tenang, tanpa harus mendengarkan ocehan tidak berbobot dari seorang Willy.
__ADS_1
Willy tak terima dengan sikap dari Devi. Ia semakin marah saat Devi mematikan kembali panggilan telepon darinya. Apalagi ketika Willy mengetahui Devi menonaktifkan handphonenya. Willy kian