
Tidak pemasukan dari Alvin maupun Devi, membuat ekonomi dari Ratna benar-benar hancur. Sumber uang dari Ratna sudah tidak ada, sehingga Ratna bingung untuk memenuhi kebutuhan harian yang harus dia penuhi.
Beberapa perlengkapan rumah sudah mulai habis. Biasanya di tanggal tua seperti ini, Ratna sudah mulai pergi ke supermarket untuk membeli bahan kebutuhan pokok yang hendak di beli oleh dirinya. Tentu bahan pokok seperti beras, gula dan bahan pokok lainnya harus segera Ratna beli. Sebab bahan-bahan itu sudah hampir kosong di dapurnya. Ratna harus segera memenuhi segala kebutuhan dari dirinya.
Salah satu yang harus Ratna pikirkan tentu dalam hal pengeluaran. Ratna harus pandai dalam mengatur pengeluaran dari dirinya. Selama ini Ratna begitu boros dalam hal pengeluaran, sehingga dia tidak sadar akan pemasukan dari dirinya yang mulai berkurang.
Ratna mulai mempetakan pengeluaran dari dirinya. Mulai dari belanja bulanan, tagihan kartu kredit. Hingga gaji yang harus di keluarkan oleh Ratna. Dia harus pandai dalam mengeluarkan gajinya. Sebab jika tidak, bukan tidak mungkin pengeluaran bulanan dari Ratna akan semakin membengkak.
Dengan pertimbangan yang cukup matang, akhirnya Ratna memilih untuk mengeluarkan dua karyawan yang bekerja dengan dirinya. Ratna pikir, sekarang dirinya sudah tidak membutuhkan lagi sopir pribadi. Dirinya bisa pergi berkendara kemana pun dia suka. Jadi dia tidak harus meminta bantuan sopir kembali.
Selain sopir, satpam rumah juga sepertinya sudah tidak di butuhkan lagi oleh Ratna. Ada satpam kompleks yang setiap hari berkeliling di sekitar rumah Ratna. Sehingga Ratna tidak harus khawatir akan keselamatan dari rumahnya.
Dua keputusan itu memang berat untuk Ratna ambil, tapi ini demi efisiensi dari apa yang ada. Mungkin dengan mengeluarkan dua karyawan yang bekerja pada dirinya. Mungkin Ratna akan lebih bisa menghemat lagi dengan mengeluarkan sopir pribadinya. Sebab sopir pribadi saat ini sudah tidak butuhkan lagi oleh Ratna. Dia bisa menyetir sendiri, jadi tidak perlu bantuan sopir lagi untuk pergi kemana pun dia mau.
__ADS_1
Ratna mencari keberadaan dari Ryan, hampir ke seluruh tempat sudah Ratna sambangi. Tapi Ratna tidak menemukan keberadaan dari seorang Ryan. Sampai akhirnya Ryan yang di cari oleh Ratna, datang dari arah gerbang. Dengan segelas plastik kopi serta satu kantong kresek gorengan. Ryan langsung menghampiri Ratna yang memanggil nama dirinya.
"Ada apa Bu Ratna mencari saya?" Tanya Ryan nampak ngos-ngosan.
Tanpa banyak bicara, Ratna meminta Ryan untuk ikut dengannya masuk kedalam rumah. Ryan pun di minta oleh Ratna untuk duduk di sofa miliknya. Dimana Ratna siap melakukan pembicaraan yang cukup serius dengan seorang Ryan.
Ryan yang masih penasaran dengan apa yang ingin Ratna bicarakan pada dirinya. Terlihat begitu antusias mendengarkan setiap ucapan dari Ratna. Dia yang belum mengetahui rencana dari Ratna yang hendak merumahkan dirinya, tentu tidak akan menyangka jika Ryan akan mendapatkan kabar buruk tersebut.
Ryan pun akhirnya terkejut bukan main, saat Ratna mengatakan jika dirinya di rumahkan. Rasanya hati Ryan begitu hancur mendengar ucapan dari Ratna tersebut. Ryan yang telah bekerja dengan Ratna cukup lama, harus menerima kenyataan akan dirinya yang sudah tidak bisa bergabung kembali dengan Ratna sebagai seorang sopir pribadi Ratna. Ryan benar-benar kecewa.
Ratna sebenarnya tidak ingin memecat seorang Ryan. Tapi keuangan Ratna yang sedang goyang, memaksa Ratna melakukan hal tersebut. Ratna melakukan hal itu, semata-mata untuk menyelamatkan dirinya dari krisis finansial. Apalagi sudah tidak ada pemasukan Ratna dari Alvin dan Devi. Itu yang membuat Ratna mengambil keputusan berat tersebut.
Ryan akhirnya menerima semua keputusan dari Ratna. Keputusan yang sebenarnya berat untuk dirinya, tetap harus di terima oleh Ryan dengan lapang dada.
__ADS_1
Ryan yang awalnya sudah begitu senang dengan pagi ini. Tiba-tiba berubah situasi menjadi sedih, usai mendapatkan kabar yang buruk dalam kariernya. Kabar yang membuat hidup Ryan tidak baik-baik saja.
Selesai dengan Ryan, kini Ratna tinggal memberitahu Pian akan kabar pemecatan dirinya juga. Mungkin akan sangat berat bagi Ratna untuk mengatakan hal yang sama pada Pian. Tapi tentu ini adalah hal yang lumrah bagi Ratna. Jadi Ratna harus bisa mengatakan hal tersebut pada Pian, sama seperti apa yang Ratna katakan pada Ryan.
Pian yang sudah berada di pos jaga, langsung di hampiri oleh Ratna. Pian yang awalnya sedang asyik menonton video di sebuah aplikasi. Tiba-tiba langsung mematikan ponselnya. Dia langsung berfokus pada Ratna yang menatap wajahnya dengan begitu tajam dengan pandangan yang cukup lirih. Mungkin Ratna akan semakin berat untuk mengatakan hal tersebut. Sebab Pian sudah memiliki seorang anak dan istri. Namun Ratna harus melakukan itu untuk kebaikan dari dirinya juga.
"Ada apa yah Bu Ratna datang ke pos satpam?" Tanya Pian dengan begitu polosnya.
"Iya Pian, ada sesuatu yang ingin saya sampaikan pada kamu." Jawab Ratna dengan begitu sedihnya.
"Apa Bu?" Pian penasaran.
"Hari ini adalah hari terakhir kamu bekerja di sini. Besok kamu boleh mencari pekerjaan lain, tentunya di tempat lain juga." Jawab Ratna tetap terlihat berat.
__ADS_1
Pian yang tidak percaya akan hal tersebut. Hanya bisa menatap Ratna dengan tatapan kosong. Dia terlihat tidak percaya dengan