Di Paksa Childfree

Di Paksa Childfree
Ajakan Makan Siang Dari Willy


__ADS_3

Tak ada penyesalan dari dalam diri Devi yang telah membuat Alvin terluka. Alvin menjadi sosok ayah yang sempurna untuk Devi selama ini. Dia memberikan cinta, kasih dan perhatian untuk Devi. Tapi Devi justru memperlakukan Alvin tidak seperti apa yang Alvin berikan padanya.


Didalam rumah, Devi tetap meluapkan kekesalannya pada Alvin. Mulutnya tak henti memaki Alvin. Pun dengan sumpah serapah yang terus keluar dari dalam mulut seorang Devi. Semakin membuat kekesalan darinya tak pernah usai.


Ratna sebagai seorang ibu, juga terus mengompori Devi. Dirinya seakan mendukung tindakan Devi yang tentunya tidak baik. Tapi Ratna terus mendukung perbuatan Devi akan makian yang dilontarkan pada Alvin.


Kekesalan dari Devi, juga harus dirasakan oleh asisten rumah tangganya. Dimana Devi memaki ART di rumahnya yang telat menghidangkan makan siang untuk dirinya dan Ratna. Dia yang sudah begitu kelaparan, meminta asisten rumah tangganya untuk segera menghidangkan makanan untuk Devi. Namun dirinya yang terjebak macet di jalan. Sedikit telat membuatkan makan siang untuk Devi dan Ratna. Dirinya pun mendapatkan amukan dari seorang Devi.


Tak ingin lama lagi menunggu masakan yang dihidangkan oleh pembantunya tersebut. Devi akhirnya memutuskan untuk membeli makan melalui jejaring online. Terlebih perutnya yang terus berbunyi keroncong, semakin membulatkan tekad dari seorang Devi untuk membeli makan secara daring. Sementara permohonan maaf dari pembantunya, tak mendapat respon sedikit pun dari Devi. Dia mengacuhkan permohonan maaf dari pembantunya tersebut.


Melihat berbagai menu yang muncul, Devi seolah gelap mata untuk membeli semua menu yang ada. Dirinya tertarik pada setiap menu yang terpampang. Semuanya terlihat lezat dengan gambar yang bagus juga. Semua makanan itu nyaris terlihat tanpa celah.

__ADS_1


Akhirnya Devi membeli menu makanan India yang menurutnya tentu bisa membuat rasa laparnya hilang seketika. Menu berat yang Devi pesan, diharapkan akan segera mengusir rasa lapar yang terus membuatnya terganggu.


Tak hanya memesan untuk dirinya saja. Devi juga menanyakan menu makanan yang ingin Ratna pesan. Devi ingin memesan untuk Ratna juga. Tapi tidak dengan Alvin yang berjalan pulang kearah rumah. Devi melupakan Alvin begitu saja. Devi berpikir Alvin bisa menunggu masakan dari pembantunya selesai. Sehingga tak harus ia pesankan makanan.


Selesai memesan makanan untuk makan siang. Nomor tak dikenal menelepon Devi. Awalnya dia menolak untuk mengangkat panggilan telepon itu. Dia mengira nomor itu adalah orang iseng yang mencoba menjahilinya.


Namun panggilan telepon kedua dari orang itu, akhirnya membuat Devi mengangkat panggilan telepon dari nomor yang tak dikenal tersebut. Devi begitu terkejut dengan nomor telepon tersebut yang ternyata berasal dari Willy. Devi sebenarnya ingin menutup panggilan telepon itu, tapi begitu Willy mengatakan jika tahu pelaku pembakaran dari klinik miliknya. Devi akhirnya meladeni panggilan telepon dari Willy tersebut.


Willy mengajak Devi untuk bertemu di sebuah rumah makan. Mungkin membicarakan sebuah informasi akan semakin membara lagi, ketika sambil makan. Terlebih ini waktu jam makan siang. Sehingga kesempatan yang bagus untuk Devi mendapatkan makan siang gratis dari Willy. Tapi muaknya Devi melihat wajah Willy. Seakan membuat Devi enggan menerima tawaran makan siang itu. Devi sudah berkomitmen untuk tidak melihat wajah mantannya tersebut.


Ah dilema besar untuk Devi. Dirinya seolah berada dalam sebuah perahu yang berlayar diantara dua lautan lepas. Apakah dia akan terus berlayar menerjang ombak dan badai. Atau menepi saja, demi menghindari ombak dan badai yang berpotensi menenggelamkan kapal dan dirinya.

__ADS_1


Devi tidak mengiyakan secara langsung. Dirinya ingin bertanya terlebih dahulu pada Ratna. Mungkin Ratna bisa memberikan sedikit saran untuk Devi. Terlebih Ratna dikenal sebagai seorang dengan jutaan ide licik yang dimilikinya.


"Apakah aku harus menemui Willy hari ini, dia memiliki informasi akan dalang pembakaran klinik itu?" Tanya Devi pada Ratna.


"Kenapa tidak. Mungkin dia memiliki informasi penting itu. Jadi kamu harus segera menghampirinya untuk mendapatkan jawaban dari semuanya." Saran dari Ratna.


"Tapi aku sudah muak untuk melihat wajahnya. Aku tidak ingin lagi berurusan dengan laki-laki itu." Terang Devi dengan sedikit rasa kesalnya.


"Tapi informasi dari dia penting buat kamu. Jadi kamu bisa tahu dalangnya siapa." Ucap Ratna kembali.


Devi terdiam sambil memikirkan saran dari Ratna. Devi yang tak sabar untuk menunggu hasil penyelidikan dari pihak kepolisian. Akhirnya tergiur untuk bertemu dengan Willy dalam mengetahui informasi pembakar klinik miliknya. Mengingat informasi itu cukup penting untuk Devi ketahui.

__ADS_1


Devi mengirimkan pesan pada Willy. Dia menerima tawaran makan dari Willy tersebut. Devi akan segera tiba dalam 30 menit kedepan di restoran.


__ADS_2