Di Paksa Childfree

Di Paksa Childfree
Pertemuan Parni Dengan Devi


__ADS_3

Sebelum Devi pulang ke rumah, Parni lebih dulu tiba di rumah Devi. Mengenakan sebuah kaos bermotif garis horizontal berwarna merah. Parni sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Devi. Pertemuan yang akan membuat dirinya bebas dari hutang dan kejaran debt kolektor.


Menunggu Devi datang, Sopia mengajak Parni untuk sedikit berbincang. Mungkin dengan begitu, Parni tidak akan merasa bosan selama menunggu Devi. Sopia juga membuatkan Parni segelas es teh. Beberapa cemilan juga telah di siapkan oleh Sopia untuk menyambut kedatangan dari Parni ke rumah Devi. Hingga Parni begitu bahagia dengan sambutan ramah dari seorang Sopia pada dirinya.


"Jadi ngerepotin gini Sop, santai aja kali." ucap Parni.


"Enggak kok Par, kamu juga tamu Bu Devi. Jadi sudah sepatutnya aku sambut dengan sambutan yang seperti ini." Terang Sopia.


Devi yang di tunggu oleh Parni, akhirnya datang juga. Parni semakin sumringah saja dengan kedatangan seorang Devi. Parni menyambut baik kedatangan dari Devi tersebut.


Sebelum mengobrolkan rencana jahat bersama dengan Parni. Devi terlebih dahulu mengganti pakaiannya. Setelah itu baru dia menghampiri Parni yang sedari tadi menunggu kedatangan seorang Devi. Devi pun langsung bergabung bersama Parni dan Sopia di ruang tamu.


"Ada apa kamu mengajak saya bertemu?" tanya Devi penasaran.

__ADS_1


"Saya menerima tawaran dari Bu Devi tempo hari itu. Saya siap menjalankan tugas dari Bu Devi." jawab Parni dengan begitu meyakinkan.


"Kamu yakin akan menjalankan semua tugas yang saya berikan. Tugas ini cukup berat, jika kamu tidak bisa. Kamu akan menerima akibatnya." Ancam Devi.


"Saya yakin Bu, saya siap menerima segala konsekwensinya. Jika gagal menjalankan tugasnya." Parni meyakinkan Devi.


"Baik jika kamu mau menerimanya. Tapi saya tidak akan melunasi semua hutang kamu. Sampai kamu berhasil membuat Amasya celaka. Saya ingin Amasya benar-benar keguguran."


"Bagus kalau kamu punya dendam yang sama. Saya harap kita bisa bekerja sama untuk membuat Amasya keguguran. Saya tidak ingin dia punya anak." Tegas Devi.


"Lantas, apa yang harus saya lakukan Bu?" tanya Parni.


"Pekerjaan kamu gampang, kamu tinggal masukkan cairan penggugur kandungan di makanan atau minuman Amasya. Tapi usahakan kamu melakukan itu dengan hati-hati. Jangan gegabah. Jika kamu teledor, bukan tidak mungkin kamu akan kena batunya sendiri. Paham!" Jelas Devi.

__ADS_1


"Iya mbak saya paham. Saya akan melakukan itu dengan baik dan betul." jawab Parni menyakinkan.


Devi pergi ke kamarnya untuk mengambil handphone miliknya. Tentu Devi ingin melakukan transfer uang pada Parni. Namun Devi tidak akan melakukan transfer uang semuanya. Devi menunggu aksi dari Parni terlebih dahulu. Jika berjalan bagus, mungkin uang itu akan di transfer sepenuhnya.


"Berapa nomor rekening kamu?" tanya Devi pada Parni.


Parni dengan segera mengirimkan nomor rekening miliknya pada Devi. Devi pun langsung mengirimkan sejumlah uang pada Parni sebagai upah dari kerjasama yang di lakukan. Devi berharap Parni bisa melakukan tugasnya sebaik mungkin, sesuai dengan arahan dari seorang Devi.


Mendapat uang yang cukup banyak dari seorang Devi. Parni begitu bahagia. Dia terlihat sumringah dengan uang pemberian dari Devi. Hingga Parni berulang kali mengucapkan terima kasih pada seorang Devi.


"Kapan saya akan melakukan tugas itu Bu?" tanya Parni penuh antusias.


"Secepatnya. Mungkin besok, tapi juga bisa saja lusa. Nanti saya koordinasi lagi dengan kamu." balas Devi.

__ADS_1


__ADS_2