Di Paksa Childfree

Di Paksa Childfree
Amasya dan Juan Pulang Bulan Madu


__ADS_3

Hampir 5 hari menghabiskan waktu bulan madu di Labuan Bajo. Cukup rasanya untuk Amasya dan Juan memadu kasih bersama. 5 hari yang special yang dipenuhi cinta dan kasih sebagai sebuah pasangan baru.


Kembali mengemasi barang-barang bawaan mereka. Dengan telaten Amasya merapikan baju-baju yang dikenakan selama liburan di Labuan Bajo. Begitu juga dengan Juan yang memasukan kembali barang-barang penting yang digunakan selama liburan. Peralatan seperti kamera, tripod hingga kacamata. Tak ketinggalan untuk kembali dirapikan oleh Juan kedalam kopernya.


Menunggu 3 jam keberangkatan menuju bandara. Juan mengajak Amasya terlebih dahulu untuk mencari sarapan. Walau dari pihak hotel telah mengirimkan sarapan untuk Juan dan Amasya, tetapi 5 hari makan masakan hotel. Rasanya telah membuat lidah Juan bosan. Sehingga dia ingin sesuatu yang berbeda, tentunya rasa yang lebih dari masakan hotel.


Tetap dengan menggandeng tangan lembut Amasya. Juan dan Amasya berjalan meninggalkan kamar hotel dengan menggunakan lift.


Di pemberhentian lift di setiap lantai. Juan dan Amasya bertemu dengan beberapa orang. Mulai dari seorang dengan dandanan kantor. Hingga seorang warga negara asing dengan pakaian bikini dijumpai Juan dan Amasya di dalam lift.


Tak ingin mata suaminya itu jelalatan. Amasya langsung mengalihkan pandangan Juan untuk fokus ke wajahnya. Mengingat bikini super mini yang dikenakan oleh perempuan bule tersebut, benar-benar menggoda iman.


Untung si perempuan itu tidak sampai lantai bawah. Sehingga Amasya tak harus menjaga penuh mata suaminya itu dari pemandangan gurih yang ada.

__ADS_1


Tetapi seorang ibu yang menggendong bayi lucu diatas perutnya, cukup membuat Juan dan Amasya iri. Si bayi yang begitu imut, langsung menarik perhatian Juan dan Amasya untuk menggodanya. Juan nampak antusias untuk bermain dengan bayi mungil itu. Beberapa kali dia menepuk kedua tangannya untuk mengajak main di bayi.


Si bayi tersenyum pada Juan dan Amasya. Keduanya langsung kegirangan dengan senyuman manis si bayi. Sayangnya Juan dan Amasya hanya bisa bermain sebentar saja. Pasalnya, keduanya telah tiba di lantai bawah. Sehingga tujuan Juan dan Amasya yang berbeda dengan ibu si bayi. Terpaksa memisahkan mereka.


Sebuah kecupan manis diberikan oleh pada si bayi. Kemudian langsung disambut senyuman manis lagi oleh bayi tersebut. Juan sudah tak sabar ingin memiliki anak. Nampak dari wajah Juan yang begitu terpesona dengan kelucuan yang ada pada bayi yang dia temui tersebut.


Belum move on dari si bayi imut tersebut. Sepanjang perjalanan menuju restoran. Juan terus membicarakan akan keinginan dia untuk segera memiliki buah hati. Juan tak sabar untuk menggendong anaknya kelak. Sehingga dia berharap bisa segera memiliki momongan.


Sedikit melupakan keinginan untuk segera memiliki momongan. Kini Juan dan Amasya telah tiba di sebuah restoran yang memiliki pemandangan yang menghadap langsung kearah pantai yang elok. Kebetulan pagi ini, belum banyak pengunjung yang datang. Sehingga Juan dan Amasya bebas memilih tempat duduk yang mereka sukai.


Berada di meja paling samping. Juan dan Amasya yang duduk secara berdampingan, bisa dengan mudah melihat pemandangan pantai yang elok. Hantaman ombak yang begitu menawan, juga begitu membuat suasana pagi itu terasa begitu special.


Memesan dua potong sandwich serta dua gelas kopi. Cukup untuk mengganjal perut Juan dan Amasya untuk menunggu waktu take off bandara tiba. Keduanya kembali bercerita akan perihal bayi.

__ADS_1


"Kamu lebih suka bayi perempuan atau laki-laki?" Tanya Juan memulai pembicaraan.


"Aku lebih suka perempuan. Aku ingin mendandaninya biar secantik aku." Jawab Amasya penuh keyakinan.


"Tapi menurut aku, anak laki-laki itu lebih di inginkan untuk kelahiran pertama mereka. Sebab si sulung ini yang akan melindungi adik-adiknya dari gangguan orang lain." Terang Juan.


"Benar juga sih. Tapi seorang perempuan juga bukan tidak mungkin bisa melindungi adik-adiknya dari gangguan dari luar. Mereka bisa jadi seorang super hero, sekaligus seorang bidadari yang lembut." Bantah Amasya.


"Well, perempuan atau laki-laki. Kita harus syukuri. Terpenting istri aku tercinta ini cepat hamil. Aamiin." Tutup Juan.


"Aamiin." Balas Amasya.


Kenyang dengan makanan serta pemandangan yang mereka saksikan. Juan dan Amasya kembali kedalam hotel. Mereka kembali mempersiapkan koper yang membawa semua perlengkapan mereka untuk kembali pulang ke rumah.

__ADS_1


__ADS_2