Di Paksa Childfree

Di Paksa Childfree
Parni Bertemu Dengan Sopia


__ADS_3

Tak mendapat pinjaman dari Amasya, Parni berusaha mencari pinjaman lainnya. Mungkin sesama asisten rumah tangga seperti dirinya juga bisa. Salah satu yang menjadi tujuan pertama dari Parni adalah Sopia.


Parni mengirimkan pesan pada Sopia untuk bertemu dengan dirinya. Pesan itu langsung di balas oleh Sopia untuk bertemu kembali. Tapi Sopia tidak bisa bertemu di jam sekarang. Mungkin beberapa jam ke depan akan menjadi pertemuan dirinya dengan Parni. Mengingat Sopia sudah tidak memiliki kegiatan lainnya. Pekerjaan rumahnya hampir selesai, sehingga ada waktu senggang untuk dirinya bertemu dengan Parni.


Parni mengajak Sopia untuk bertemu di jam 3 sore. Dimana Sopia telah menyelesaikan semua pekerjaan rumahnya di rumah Ratna. Tapi untuk tempat, Sopia tidak memiliki tempat yang sesuai untuk bertemu. Sopia menginginkan pertemuan itu berlangsung di rumah Ratna. Sebenarnya Parni enggan untuk datang ke rumah Ratna. Tapi kebutuhan yang cukup mendesak bagi seorang Parni. Suka tidak suka, Parni menyingkirkan rasa malasnya untuk bertemu dengan Sopia di rumah Ratna.


Parni meminta alamat dari rumah Ratna sendiri, kemudian langsung di balas oleh Sopia dengan segera. Sopia yang tak tahu Parni akan meminjam uang pada dirinya. Menyambut kedatangan Parni dengan begitu bahagia. Mengingat Parni sendiri adalah kawan seperjuangan dari seorang Sopia. Sehingga mungkin akan menjadi pertemuan yang seru jika keduanya bertemu kembali.

__ADS_1


Pertemuan yang akan cukup lama itu, tentu membutuhkan banyak makanan untuk bisa berbincang dengan cukup lamanya. Parni mengambil beberapa snack yang ada di mesin pendingin di rumah Amasya. Mungkin makanan itu bisa menjadi penyemangat untuk keduanya bisa berghibah juga. Mengingat ada banyak cerita dari keduanya yang masih menjadi misteri bagi masing-masing.


"Mungkin dengan snack-snack ini, obrolanku dengan Sopia bisa berjalan lebih baik lagi. Obrolan yang akan semakin seru dengan gosip terbaru." Ungkap seorang Parni sambil memasukkan snack-snack itu ke dalam kantong plastik.


Parni yang mengira seluruh penghuni rumah sedang pergi. Tanpa rasa takut, mengambil semua snack yang ada di lemari pendingin tersebut. Namun dia tidak mengetahui jika masih ada Darmi di dalam rumah tersebut. Darmi yang mengetahui ulah dari Parni, langsung menghentikan aksi tak terpuji dari Parni tersebut.


Parni mambanting keras pintu lemari pendingin tersebut. Dia tidak terima dengan ucapan yang di lontarkan oleh Darmi kepada dirinya. Siapa Darmi yang bisa bicara seperti itu kepada Parni.

__ADS_1


"Kamu siapa, kamu bukan pemilik rumah ini. Jadi jangan pernah melarang aku buat ambil sesuatu di rumah ini. Itu bukan hak kamu, perempuan tua." Bentak Parni pada seorang Darmi.


"Tapi kamu tetap tidak boleh mengambil Snack yang ada di dalamnya. Sekalipun tidak ada mbak Amasya dan mas Juan. Itu sama saja kamu mencuri barang mereka. Itu tidak baik Parni." Terang Darmi mengingatkan Parni.


"Saya tidak peduli, terpenting saya bisa bawa makanan ini untuk saya makan bersama teman saya." Balas Parni dengan begitu ketus.


Tanpa peduli dengan Darmi, Parni terus mengambil Snack yang ada di dalam lemari pendingin tersebut. Parni mengambil hampir setengah dari Snack yang ada di dalamnya. Tanpa peduli dengan apa yang terjadi pada dirinya. Parni melakukan itu dengan begitu sadarnya. Hingga Parni benar-benar bernafsu untuk membawa seluruh snack itu ke dalam kantong plastik miliknya.

__ADS_1


__ADS_2