Di Paksa Childfree

Di Paksa Childfree
Ismi Pergi Ke Psikiater


__ADS_3

Sebenarnya hari ini adalah hari libur bagi Rehan. Kebiasaan Rehan ketika libur adalah lari pagi di sekitaran kompleks bersama dengan Isma. Namun pagi ini tidak ada tanda-tanda bagi Rehan untuk pergi lari pagi. Padahal Isma sudah menyiapkan sepatu untuk lari di pagi ini.


Isma berjalan ke arah kamar, Rehan nampak terlihat masih menyelimuti tubuhnya dengan sebuah bed cover besar di atas kasur. Isma ingin menghampiri Rehan, tapi apa Rehan akan menyambut kedatangan Isma dengan hangat. Mengingat Rehan begitu kecewa pada Isma di hari kemarin. Bukan hal yang mudah bagi Isma untuk membuat Rehan kembali. Mengingat Rehan cukup kecewa dengan sikap Isma yang berubah-ubah.


Mungkin ini adalah saat yang tepat bagi Isma untuk datang ke psikiater. Mengobati kondisi mental Isma yang begitu mudah berubah. Jika Isma tidak segera merubah tabiat buruknya, bukan tidak mungkin Rehan akan meninggalkan Isma begitu saja. Di luaran sana banyak perempuan yang akan dengan mudah di dapat oleh Rehan. Apalagi Rehan adalah seorang kepala sekolah muda yang tampan. Mendapatkan perempuan, tentu bukan hal yang sulit bagi seorang Rehan.


Isma mulai mencari tempat psikiater yang tak jauh dari rumahnya. Beberapa nama psikiater muncul dari mesin pencarian seorang Isma. Dari banyaknya nama yang muncul, Isma tertarik pada nama seorang psikiater muda yang cukup terkenal. Banyak orang merekomendasikan nama psikiater muda tersebut. Hingga Isma pun tertarik untuk mengetahui lebih jauh psikiater tersebut.

__ADS_1


Banyaknya komentar positif terhadap psikiater yang dia temukan di internet. Hingga akhirnya pilihan Isma benar-benar jatuh pada psikiater muda tersebut. Namanya mungkin tidak asing di kalangan orang-orang yang pernah mengalami depresi seperti Isma. Nama psikiater tersebut adalah Delfira Anissa. Psikiater yang berhasil kembali menguatkan seorang Juan. Tidak salah banyak orang yang datang kepada seorang Delfira. Mengingat cara pengobatan yang di lakukan oleh Delfira cukup sederhana. Hingga banyak orang memilih Delfira untuk mengobati masalah mental yang sedang mereka hadapi.


Isma pun sudah yakin akan mendatangi tempat praktek Delfira. Mungkin saja dengan bantuan dari Delfira. Isma bisa sembuh dari penyakit perubahan suasana hati yang di rasakan olehnya selama ini. Sehingga Rehan tidak akan pergi dari hidupnya. Mengingat Rehan akan mengancam pergi, jika Isma tidak segera mengubah perilakunya yang terkadang membuat Isma marah secara tidak beralasan pada Rehan.


Sebelum pergi ke tempat Delfira. Isma mandi terlebih dahulu. Lalu mengganti pakaiannya dengan sebaik mungkin. Dengan begitu, Isma akan terlihat lebih baik lagi.


"Kamu mau kemana?" tanya Rehan dengan begitu bingungnya.

__ADS_1


"Aku mau pergi ke psikiater. Aku ingin sembuh, aku tidak ingin kehilangan kamu Rehan." jawab Isma dengan begitu sendunya.


Rehan tersenyum mendengar jawaban dari Isma. Akhirnya Isma mau mendengarkan saran dari Rehan. Sudah dari dulu, Rehan meminta Isma untuk pergi ke tempat psikiater. Namun baru kali ini Isma menerima saran dari Rehan. Padahal Rehan sudah sedari dulu meminta Isma mendatangi seorang psikiater untuk memeriksa kondisi kejiwaannya. Namun Isma selalu menolak saran dari Rehan. Dengan alasan dia baik-baik saja, Isma menolak saran dari Rehan tersebut.


Rehan memegang kedua pundak Isma dengan tangannya. Senyumnya semakin lebar.


"Aku senang banget Isma. Akhirnya kamu mau untuk pergi psikiater. Tunggu sebentar, aku akan mengantar kamu ke psikiater itu." Tawaran dari Rehan.

__ADS_1


Isma sempat menolak, tapi Rehan tetap memaksa untuk mengantar Isma ke tempat psikiater tersebut. Isma tak mampu membendung keinginan dari Rehan tersebut. Akhirnya Isma pun menerima tawaran dari Rehan untuk menemaninya pergi ke psikiater.


__ADS_2