
"Bu Alya di rumah."
Alya sudah membaca pesan itu tapi belum membalasnya.
"Kenapa Pak Angga kirim pesan begitu."
Dalam hati Alya.
"Ada apa Pak."
Sengaja Alya membalasnya dengan pertanyaan kembali supaya tidak terkesan dia terlalu berharap.
Tak lama ada balasan masuk.
"Siapa tau Bu Alya lagi di kampus bimbingan lagi."
Alya hanya tersenyum kecut aja membaca balasan Angga.
"Untung nggak ke GR an dulu, aku."
Batin Alya.
"Belum Pak masih mengerjakan Bab 3 dan lanjut Bab 4."
Balas Alya.
"Rencana kapan bimbingan lagi."
Balasan masuk lagi.
"Insya Allah target minggu depan."
Balasan Alya kirimkan lagi.
Namun setelah itu adzan maghrib berkumandang, Alya meletakkan ponselnya segera menunaikan kewajibannya kepada sang Kholiq.
Malam hari Alya masih mengecek ponselnya dan tak ada balasan apapun.
Dia membuka lagi laptopnya dan mulai serius mengerjakan skripsinya.
🌹🌹🌹🌹🌹
Berbeda dengan Angga setelah sholat maghrib di masjid bersama Joko, Dia akhirnya pamit untuk pulang setelah makan malam di rumah Joko.
Ya...
__ADS_1
Angga sebenarnya tadi sedang main ke rumah Joko, tapi tidak bilang kepada Alya jika dia sedang di sana padahal rumah Alya dan rumah Joko sangat dekat hanya berjarak beberapa ratus meter aja.
~Flashback on~
Angga siang tadi pas di sekolahan dan bertemu dengan Joko sebenarnya dia meminta arahan jika mau main ke rumahnya.
"Dari SMA Negeri belok aja Pak, lurus terus kalau ketemu pertigaan belok kanan, terus lurus aja sampai ketemu masjid."
terang Joko dan di anggukkan kepala oleh Angga.
"Insha Allah Pak, kalau tidak ada acara nanti sore mau main ke sana sekalian mampir ini mau kondangan."
"Oke, saya tunggu Pak."
Dan saat itu Angga langsung menyudahi obrolannya ketika Alya datang.
Sore hari Angga berangkat ke kondangan temannya yang menikah, dan benar saja dia mencari rumah Joko hingga bertanya kepada orang karena belum pernah masuk daerah itu tapi dan akhirnya ketemu juga rumah Joko .
Joko senang didatangi Angga, dia menyambutnya dengan ramah.
Mereka ngobrol santai, di sore hari itu.
"Gimana Pak, bisa sampai di sini bingung nggak."
"Ya tadi sempat tanya orang di jalan Pak, masalahnya belum pernah masuk ke sini sama sekali."
Joko langsung to the point tanpa basa-basi karena dia sudah bisa menangkap dari raut muka Angga.
"Rumah Bu Alya dekat dari sini Pak."
"Ya sekitar 200 meter itu ke arah barat."
Joko sambil menunjuk arah.
Angga terlihat mengangguk-anggukan kepalanya dan juga tersenyum.
"Coba kirim pesan Pak, Siapa tahu dia tidak di rumah kalau Pak Angga mau ke sana. Dia kan masih bimbingan skripsi."
"Iya Pak, nanti coba kirim pesan ke Bu Alya. Tapi saya takut kalau dia kaget Pak tahu-tahu saya main ke rumahnya."
"Ya makanya coba Pak Angga kirim pesan dulu deh, di rumah apa nggak nanti saya temenin kalau mau ke situ."
"Boleh Pak."
Angga akhirnya mengirimkan pesan menanyakan apakah Alya di rumah atau tidak.
__ADS_1
"Gimana di rumah Pak."
Joko penasaran, sebenarnya Joko itu ingin menguji mental Angga beranikah dia ke rumahnya Alya dan bertemu dengan kedua orangtuanya Alya.
"Di rumah Pak."
"Kalau Pak Angga mau main ke sana, ayo saya temenin. Bapaknya Alya itu Om Saya."
Angga terlihat mengangguk-anggukan kepalanya saja.
"Lain kali saja Pak, ini juga sudah sore nanti lain kali saya bisa main ke sana sendiri Pak."
"Oke, kalau Pak Angga maunya begitu. Enggak enak ya kalau saya anterin he he he..."
Angga tersenyum saja.
"Gimana tanggapan orang tuanya nanti kalau aku ke sana aja dianterin sama Pak Joko, nggak gentleman."
Dalam hati Angga.
"Berani juga mau ke sana sendiri. Apa Pak Angga ini beneran serius nih sama Alya."
Dalam hati Joko.
Akhirnya adzan maghrib berkumandang Joko mengajak Angga untuk berjamaah di masjid yang ada di depan rumahnya dan kemudian makan malam setelah itu Angga pun pamit pulang.
~Flashback off~
Sesampainya di rumah Angga pun membalas pesan dari Alya dan menemaninya mengerjakan skripsi tapi hanya lewat chatting saja.
Angga juga tidak mengatakan sedikitpun jika tadi dia mampir ke rumah Joko, dan Joko pun sama dia tidak memberitahu Alya jika Angga baru saja main ke tempatnya.
Joko sebenarnya tahu jika Angga itu menaruh hati kepada Alya, tetapi Joko pun juga tidak mau ikut campur urusan mereka berdua biarlah berjalan dengan sendirinya kalau jodoh pasti akan bersatu.
Saat Angga dan Alya sedang berbalas pesan di malam hari itu kemudian masuk di pemberitahuan di group pesan dari sekolahan jika besok pagi akan diadakan rapat dewan guru.
"Dimohon kehadirannya bapak ibu guru besok pagi untuk mengikuti rapat setelah pulang kegiatan belajar mengajar selesai."
Tulis Pak Ahmad selaku wakil kepala sekolah bidang kurikulum.
Alya nampak kaget dia berencana besok mau bimbingan skripsi sore, tapi malah ada rapat entah bisa berangkat atau tidak padahal sudah janjian juga dengan Vera.
"Besok calling lagi Ver."
Pesan Alya.
__ADS_1
☺☺☺☺☺