
"Aku mau mengenal kamu Al... lebih."
Alya diam memandang Tri yang bicara sambil menatapnya dalam.
"Aku suka sama kamu, mau nggak jadi pacar Ku."
Alya berdegup kencang jantungnya, seperti mimpi mendengar Tri menyatakan cintanya.
"Al..."
Tri menyadarkan Alya dari lamunannya.
"Eh.. Iya Mas...."
Alya masih deg - degan saja, menggigit bibir bawahnya.
"Kamu nerima aku."
Tri tersenyum gembira mendengar Alya bilang iya.
"He... Ng...nggak, Eh.. bukan gitu maksudnya Mas."
Alya gugup bukan maksudnya iya itu menerima cintanya Tri tetapi iya bangun dari lamunannya.
"Kamu nolak."
Tri memandang Alya dalam, membuat jantung Alya semakin tak terkontrol lagi.
"Huh...."
Alya mengambil nafas dan menghembuskannya.
"Bukan begitu Mas, Mas Tri serius sama Alya."
Tri tersenyum saja dan kemudian beranjak berdiri meraih tangan Alya, di bawanya keluar dari kedai tanpa menjawab.
"Mas, kita kemana."
"Kamu harus masuk Alya, udah jam berapa itu."
Tri masih menggandeng tangan Alya dan berjalan menuju ke kampus.
"Oh.. Iya Mas."
Alya tersenyum saja berjalan bergandengan dengan Tri.
"Ehemmm... kita dilupakan."
Susan berjalan bersama Vera di belakang Alya yang di gandeng Tri. Sontak Alya melepaskan genggaman tangan Tri dan menoleh ke belakang.
"Kalian kemana sih."
Tri ikut berhenti dan menunggu Alya.
__ADS_1
"Udah kasihan Mas nya nungguin itu, kita tunggu di kelas ya."
Susan dan Vera meninggalkannya.
"Susan, Vera, jahat banget mereka."
Alya sebal dengan kedua temannya itu yang meninggalkannya.
"Al, ayo telat kamu nanti."
Tri mengulurkan tangannya, namun Alya diam saja.
"Ayo.."
Tri meraih tangan Alya dan mengantarnya menuju ke kelasnya.
"Mas..."
"Hmmmm... "
Tri berhenti di depan kelas Alya
"Aku..."
"Udah masuk dulu, aku tungguin sampai pulang. Semangat.."
Tri mengusap kepala Alya yang tertutup hijab sambil tersenyum.
"Oke, aku masuk Mas."
Alya masuk ke dalam kelas untuk mengikuti jam perkuliahan berikutnya sudah pasti dia di dalam mendapat banyak pertanyaan dari Susan dan juga Vera.
Selesai kuliah Alya keluar dari dalam kelasnya dan terlihat Tri sudah duduk di bangku depan kelasnya.
"Cie.. di tungguin.."
ledek Vera.
"So Sweet, jadi iri."
Susan dan Vera suka sekali meledek Alya hingga mukanya menjadi merah.
"Kalian apaan sih."
"Duluan ya Al."
Susan dan Vera segera berlalu dari Alya dan juga Tri yang masih duduk di bangku.
"Pulang sekarang."
Tri berdiri dan menghampiri Alya.
"Iya Mas, udah malam."
__ADS_1
Alya dan Tri berjalan bersama ke arah parkiran dan ternyata Tri sudah memarkirkan sepeda motornya di dekat motor Alya.
"Mas..."
Alya berhenti dan ingin bicara dengan Tri.
"Iya Al, kenapa."
Tri bersandar di sepeda motornya.
"Mas Tri kenapa nungguin Aku."
"Aku sudah bilang tadi Alya, mau diulang lagi."
Kata Tri sambil menatap Alya dalam.
"Mas Tri serius."
Alya menampakan wajah bingung.
"Alya.. Aku suka sama kamu, kamu mau jadi pacar Ku."
Tri menatapnya dalam membuat jantung Alya semakin deg - degan.
"Kenapa Mas Tri suka sama Aku."
Tri terkekeh melihat reaksi Alya, wajar saja ini pertama kali ada orang yang mengatakan langsung kalau dia suka sama dirinya.
"Ya suka Al, kamu lucu, cantik dan punya semangat yang luar biasa dan yang pasti kamu itu baik banget jadi orang."
"Kamu mungkin mengabaikan perhatian kecil yang ku berikan sama kamu Al selama ini, Karena itulah aku memutuskan untuk langsung mengatakannya sama kamu." lanjut Tri.
"Aku kira perhatian Mas Tri selama ini hanya sebatas teman, yang selalu membantu aku. Ternyata perasaan Mas Tri lebih, Alya harus jawab apa Mas."
Tri masih tersenyum menatap Alya. " Jawab sesuai dengan kata hati kamu Alya."
"Alya takut, kalau kita pacaran dan nanti berantem terus putus kita jadi musuhan Mas."
Alya mengatakannya sambil menunduk tak berani menatap Tri yang ada di depannya.
"Aku tau Al, kita terlibat kerja dan kuliah di tempat yang sama, tapi perasaan aku tulus sama kamu Al. Mungkin kalau kita pacaran dan saat berantem akan sangat ke bawa ke pekerjaan dan kuliah kita, tapi sekali lagi aku katakan sama kamu kalau perasaanku tulus, Aku sayang sama kamu Al."
Alya semakin bingung, dia senang mendapat perhatian dari Tri tetapi yang dia takutkan jika nanti mereka tidak berjodoh akan saling membenci.
"Nggak perlu di jawab sekarang Al, udah malam kamu pasti di tunggu keluarga kamu."
"Iya Mas, maaf ya Mas beri waktu Alya.
" Iya tenang aja Al, aku masih menunggu Mu."
katanya sambil tersenyum.
"Makasih Mas."
__ADS_1
Kemudian Alya mulai mengendarai sepeda motornya dan diikuti oleh Tri dari belakang karena rumah mereka searah.
😁😁😁😁😁