DIARY ALYA

DIARY ALYA
139


__ADS_3

Hari yang di tunggu tiba juga, penentuan nasib Alya selama kuliah kurang lebih 3.5 tahun ini akan di tentukan dengan sidang skripsi hari ini.


Alya masih di rumah sedang bersiap bersama Vera. Sidang dijadwalkan pukul 2 siang, hari ini dia ijin tidak mengajar sedangkan Angga nanti akan langsung ke kampus menemaninya.


"Gimana Al sudah siap."


"Ayo Ver, kita sholat dhuhur di kampus aja ya."


"Oke."


Alya sudah mengenakan kemeja putih dengan rok hitam panjang dan berjilbab putih kemudian ia mengenakan jas almamaternya.


Alya berpamitan dengan ibunya dengan mencium punggung tangannya dan meminta doa restu supaya dilancarkan.


Alya dibonceng Vera menuju ke kampus dengan kecepatan sedang sesampainya di sana pas adzan berkumandang Mereka melaksanakan kewajiban dulu sebelum mempersiapkan semuanya.


Selesai sholat Alya segera mempersiapkan ruangan dengan menata laptop dan juga LCD yang ia butuhkan untuk presentasi.


Jam sudah menunjukan pukul 1 siang artinya tinggal 1 jam lagi Alya harus masuk ke dalam ruangan tetapi Angga juga belum datang.


"Sudah siap semua kan Al."


Vera membantunya mempersiapkan semua keperluan Alya.


"Iya Ver."


"Kamu kenapa."


Vera terlihat gelisah menunggu seseorang.


"Mas Angga mana ya, katanya mau ke sini."


"Bentar lagi kali Al, mungkin masih perjalanan di tunggu aja."


Alya membaca kembali berkas yang akan ia presentasikan didepan dosen penguji supaya dia mantap dan tidak ada yang terlewatkan.


"Siapa itu Al."


Vera menyenggol badan Alya yang fokus melihat kertas di pangkuannya.


"Mas Angga."


Alya tersenyum melihat Angga datang dan menghampirinya.


"Assalamualaikum."


Ucap Angga.


" Waalaikumsalam."


Jawab Alya dan Vera.


"Maaf ya telat, udah mau mulai ya." Angga mengusap kepala Alya yang nampak agak cemberut.


"Bentar lagi Mas, Alya takut Mas nggak datang."


"Jangan cemberut gitu, semangat dong, Mas kan udah datang."


"Doain Alya ya Mas."


"Pasti Sayang."


Sidang S1 di kampus Alya boleh disaksikan dan diikuti oleh mahasiswa lain.


Sebentar lagi Alya harus masuk ke dalam ruangan dan beberapa temannya yang akan ikut menyaksikan sudah berdatangan.

__ADS_1


"Sayang jangan lupa berdoa dulu sebelum masuk."


"Iya Mas."


Dua dosen penguji telah tiba dan masuk ke dalam ruangan, Alya bersiap dan masuk ke dalam ruangan juga.


Alya mengatur nafasnya supaya tidak gugup karena menghadapi dua dosen penguji di depannya belum lagi ada teman - temannya yang ikut menyaksikan.


Angga berada di barisan belakang dia selalu tersenyum untuk memberi semangat kepada Alya.


Salah satu dosen pengujinya membuka dan kemudian meminta Alya untuk memperkenalkan diri dilanjutkan dengan presentasi.


Alya memulai presentasinya dengan semangat.


"Maaf Saudari Alya, untuk intonasinya di pelankan." Salah satu dosen pengujinya mengingatkan karena Alya terlalu cepat penyampaiannya.


"Baik Pak."


Alya menatap ke arah Angga yang memberi kode, "Pelan - pelan aja."


Alya tersenyum dan melanjutkan presentasinya kembali dan setelah selesai dilanjutkan tanya jawab dengan dosen penguji.


Hampir satu jam lebih sidang itu berlangsung dan akhirnya ditutup oleh Alya dengan salam dan tepuk tangan dari semua yang hadir.


"Silahkan tunggu diluar kami akan diskusi terlebih dahulu."


Ucap salah satu dosen penguji.


"Baik Pak."


Alya dan semua yang hadir meninggalkan ruangan itu dan menunggu di depan.


"Kamu pasti lulus Sayang."


"Aamiin Mas, Alya deg - degan."


"Tenang aja, kamu bagus kok presentasinya. Mas aja kagum bisa ya kamu buat program kayak gitu, cerdas pacar Mas ini."


Angga mengusap kepala Alya dengan lembut.


"Ver, gimana tadi presentasi ku."


"Keren Al, udah nggak usah khawatir lulus."


"Aamiin."


Pintu ruangan terbuka dan Alya di minta untuk masuk ke dalam.


Alya masuk ke dalam dengan perasaan deg - degan berharap hasil yang terbaik.


Sekitar lima belas menit Alya keluar dengan senyum yang sumringah dan langsung memeluk Vera.


Angga yang melihatnya hanya tersenyum saja.


"Belum saatnya Angga kamu dipeluk begitu." Dalam hati Angga.


"Aku Lulus Ver."


"Alhamdulillah, tapi tunggu deh."


"Kenapa."


Alya melepaskan pelukannya dan memandang aneh ke arah Vera.


"Itu, peluk itu."

__ADS_1


Vera memberi saran kepada Alya untuk memeluk Angga dengan matanya.


"He he he..."


Alya mendekati Angga.


"Selamat Sayang, Mas bangga sama kamu."


Alya mengusap kepala Alya sambil mencubit hidungnya.


"Nggak di peluk Al."


Ledek Vera.


"He he.. Nggak ya Mas, belum waktunya."


Alya cengengesan dan Angga cuma tersenyum sambil mengusap kepala Alya.


Semua sudah Alya bereskan dan siap meninggalkan kampus.


"Kita makan dulu ya Ver."


"Wah, aku jadi obat nyamuk dong Al."


"Ayo Mbak Vera kita makan dulu sebelum pulang." Ucap Angga.


"Oke deh, nggak papa lah sekali-kali makan sama orang pacaran."


"Ha ha ha.. " Tawa Alya dan Angga.


Alya memilih bonceng Vera karena nggak enak juga sama dia, Angga membawa sepeda motor sendiri mengikuti Mereka dari belakang.


Sore itu mereka memilih menikmati makanan yang menghangatkan perut Mereka.


Sehabis makan Vera memilih langsung pulang dan Alya di antar Angga untuk pulang.


"Sayang, selamat ya."


Angga meraih tangan Alya.


"Makasih Mas."


"Berati habis ini udah siap dong."


Goda Angga.


"Siap.. Siap apa Mas."


"Siap dibawa ke KUA."


Kata Angga sambil menatap Alya.


"Hmmmm... Kan masih nunggu wisuda."


"Tinggal bentar lagi kok."


"Masih 4 bulan lagi Mas wisudanya."


"Mas sudah nggak sabar menghalalkan Mu."


"Sabar ya Mas."


Angga tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


🤣🤣🤣🤣🤣

__ADS_1


__ADS_2