DIARY ALYA

DIARY ALYA
158


__ADS_3

Semenjak lamaran Angga dan Alya sering berangkat bareng dengan sepeda motor Alya yang dititipkan kemudian ke sekolahnya berboncengan dengan Angga. Tapi jika salah satu dari mereka ada acara mereka akan berangkat sendiri - sendiri.


Tak ada yang ditutupi lagi antara mereka berdua toh sekarang satu sekolah juga sudah tahu mereka calon suami.


Hari ini pelajaran telah usai semuanya Alya dan Angga pun bersiap untuk pulang ke rumah.


"Mau makan siang dulu Sayang."


Tawar Angga saat di parkiran.


"Nggak Mas, Alya masih kenyang tadi istirahat kelaparan jadi makan di kantin."


"Ya udah kita langsung pulang ini."


"Iya Mas, nggak papa kan Mas. Apa Mas Angga makan dulu Alya temani."


"Boleh.."


Kata Angga dengan tersenyum memang itu yang diharapkannya, dari tadi berlaga aja pura - pura nawarin.


"Bilang dari tadi Mas."


Angga tersenyum aja kemudian melajukan sepeda motornya meninggalkan lingkungan sekolah.


"Mau makan apa Sayang."


"Kan Mas Angga yang mau makan, Alya kenyang Mas."


"Tempat biasa ya."


"Iya, Alya ikut aja."


Angga suka banget makan nasi padang, jadi dia membelokkan sepeda motornya ke tempat favoritnya.


Alya tidak makan dia hanya memesan minum sambil mengamati Angga yang lahap sekali.


"Mau Sayang."


Alya menggelengkan kepalanya.


"Mas suapin A...."


Angga mendekatkan sendoknya ke Alya.


"Nggak mau."


"Sekali aja ya, buka A.."


"Sekali ya."


Angga tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Alya membuka mulutnya dan Angga pun menyuapkan satu sendok.


"Enak kan."


"Udah kenyang Mas."


Angga menghabiskan makan siangnya dan setelah selesai dia segera membayarnya dan pulang.


"Hati - hati ya Sayang."


Pesan Angga saat Alya sudah menaiki sepeda motornya sendiri setelah ia antar ke penitipan.


"Iya Mas, Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


Sesampainya di rumah Alya mengucapkan salam dan meraih tangan ibunya.


"Al, ganti baju ya terus makan Ibu mau bicara sesuatu."


"Iya Bu."


Alya dalam hati bertanya-tanya ibunya mau bicara apa dan kelihatannya sangat serius.

__ADS_1


Alya segera membersihkan diri karena dia merasa masih kenyang dia pun segera menghampiri ibunya.


"Ada apa Bu."


"Kamu nggak makan."


"Masih kenyang Bu, tadi istirahat makan di kantin. Oh ya.. Ibu mau bicara apa kelihatan serius banget."


"Gini Al, kemarin kan Ibu sama Bapak sudah diskusi dengan keluarga jadi acara pernikahan kamu sama Angga Insya Allah satu bulan lagi."


Alya kaget "Satu bulan lagi cepet banget." Dalam hati Alya.


"Al..."


Ibunya melihat Alya bengong.


"Iya Bu."


"Kenapa bengong."


"Nggak kecepatan Bu."


"Nggak Al, nggak baik sudah dilamar sama laki-laki itu anak perempuan harus segera dinikahkan kata orang tua dulu kalau kelamaan nanti malah nggak jadi."


" Astaghfirullahaladzim Bu."


Ibunya tersenyum.


"Nanti malam Angga dirumahkan sama kedua orang tuanya."


"Sepertinya Bu, emang kenapa Bu."


"Bapak kemarin sudah bicara sama Ibu nanti malam mau mengajak ke rumah Angga sekalian memberitahu rencana pernikahan kalian berdua."


Alya lagi - lagi melongo.


"Nanti malam Bu."


"Iya Alya, lebih cepat kan lebih baik kalian berdua juga bisa segera pesan undangan, souvernir, belum lagi baju pernikahan kalian dan lain-lain."


"Sore kan sudah pulang Al, sekarang kamu kasih tahu Angga aja kalau nanti malam kita mau ke sana."


"Iya Bu."


Alya berlalu ke kamarnya dia mengambil ponselnya dan kemudian mencari nomor Angga dan menghubunginya.


" Assalamualaikum Sayang."


Terdengar suara Angga.


" Waalaikumsalam Mas."


"Ada apa Sayang."


"Hmmm.. Mas malam ini di rumah."


"Iya di rumah aja, ada apa Sayang."


"Alya mau menyampaikan pesan Ibu sama Bapak kalau nanti malam mau ke rumah."


"Mau ke sini Sayang."


"Iya Mas."


"Oke, Mas sama Bapak dan Ibu di rumah juga tapi kalau sekarang Mereka belum pulang masih di kios, nanti Mas sampaikan ya."


"Iya Mas, Insyaallah nanti habis maghrib mau berangkat ke sana."


"Oke Sayang, hati-hati ya kalau ke sini, sama siapa aja kesini nya."


"Sama Bapak dan Ibu aja."


"Iya Sayang, hati - hati."

__ADS_1


"Iya Mas, udah ya Mas. Assalamualaikum."


" Waalaikumsalam."


Selesai menelpon Alya merasakan kantuk telah menyerang matanya dia pun segera terlelap.


Hari berganti sore, Angga yang tadi setelah mendapat telepon dari Alya langsung menyusul kedua orang tuanya ke kios buah milik keluarganya.


Dia sudah menyampaikan kepada ibu dan bapaknya jika malam ini keluarga Alya akan datang.


"Mereka pasti akan membicarakan pernikahan kalian." Kata Ibunya ke Angga.


"Sepertinya Bu, Angga juga tidak tanya sama Alya mereka ke sini mau ngapain."


"Ya sudah jelas dong Ga, mereka akan membicarakan soal pernikahan."


"Iya Bu, semoga segera he he he..."


"Udah nggak sabar kamu."


"He he he... Daripada dosa terus Bu "


"Kamu aja yang nyari dosa, digandeng terus itu tangan Alya."


"Takut hilang Bu."


"Alasan kamu aja. Sekarang beli apa gitu buat hidangan."


"Iya Bu."


Malam menjelang, Alya setelah salat magrib langsung bersiap begitu pula dengan kedua orang tuanya.


Perjalanan sekitar 30 menit Alya yang sudah pernah ke rumah Angga pun tidak pangling, dia telah memarkirkan sepeda motornya di depan rumah calon suaminya itu.


Angga tersenyum di depan rumah, Dia memang sengaja menunggu Alya beserta keluarganya di depan rumah.


"Silahkan Pak, Bu."


Angga menyalami kedua orang tua Alya dan mencium punggung tangan mereka secara bergantian.


Bapak dan Ibunya Angga dan Adiknya ikut menyambut kedatangan keluarga Alya.


"Nggak bingung kan Sayang."


"Nggak Mas."


Alya gantian meraih tangan kedua orang tua Angga dan mencium punggung tangan mereka secara bergantian.


Kedua keluarga masuk ke dalam rumah dan setelah berbasa-basi akhirnya Bapaknya Alya pun mengungkapkan tujuan kedatangan mereka.


"Kami sekeluarga datang kemari ingin menyampaikan jika pernikahan kedua anak kita akan kita selenggarakan 1 bulan lagi."


Bapak dan Ibunya Angga menyambut dengan gembira rencana pernikahan anak - anak mereka.


"Kami senang sekali, jika pernikahan akan segera terselenggara." Kata Bapaknya Angga.


Angga semenjak tadi memandang Alya, seperti meminta penjelasan kenapa Alya tidak bercerita tadi di sekolahan.


"Dik.."


Angga mendekati Alya yang diam sejak tadi.


"Iya Mas


"


"Kok nggak cerita tadi di sekolahan."


"Alya juga nggak tau Mas, baru tadi pulang sekolah Ibu bilang sama Alya."


Angga tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Iya Sayang, kamu tau Mas seneng banget sebentar lagi kita menikah."

__ADS_1


"Iya Mas." Kata Alya sambil tersenyum juga.


😌😌😌😌😌


__ADS_2